kata lainnya : dakwah sesuai bahasa kaumnya. Kalau kaum nya muda-mudi, ya pakailah bahasa anak muda, bahasa gaul, bahasa abg.
Saya jadi teringat masa kuliah dulu. Saya pernah lontarkan gagasan da'wah gaul, karena yang namanya mahasiswa muslim itu bukan cuma mahasiswa yang kegiatannya di masjid, terus baca Qur'an, belajar hadits, ikut kegiatan masjid kampus. Tapi ada dimana-mana, di perpustakaan, di kantin kampus, di mal, di tempat gaul. Saat itu belum terdengar ustadz Jefry, belum terdengar grup2 nasyid yang 'agak gaul' kayak sekarang, belum ada ustadz penceramah yang masuk kalangan muda (kecuali KH Abdullah Gymnastiar). Cuma satu teman saya yang mendukung, akhirnya tidak terealisasi karena nampaknya kita agak dianggap aneh (penghalusan dari kata : dipinggirkan secara halus, sedikit demi sedikit). Sekarang? Alhamdulillah..lebih baik. Bagi saya, siapa pun harus diajak kepada kebaikan. Wassalam. ----- Original Message ----- From: Abu Syafiq To: [email protected] Sent: Sunday, December 23, 2007 4:56 AM Subject: [syiar-islam] Re: Siswa STM Tewas Dibacok - Kurangnya Pendidikan Akhlak Alaykusalaam warohmatullohi wabarokatuh FYI, sebuah terobosan utk mengatasi tawuran di kalangan SMK/STM adalah dengan "Dakwah Sistem Langsung" melalui pendekatan rekan sebaya sebagai juru dakwah. Didukung oleh Iqro Club, DSL ini setelah diteliti mampu menurunkan frekwensi tawuran di DKI. Selengkapnya bisa dibaca2 di : www.kemahasiswaan.its.ac.id/files/PKMI% 202006%20ITS%20Taufik%20&%20Fakhrudin.pdf Memang benar Bang Nizami, pendidikan akhlak / budi pekerti di negeri kita kurang memadai. Hanya memenuhi unsur 1M (Moral Knowing) dari 3M yg diperlukan (Moral Knowing, Moral Loving, Moral Acting). Pendidikan Agama, PPKN, dsb gak lebih sebagai beban hafalan bagi murid. Sehingga hampir sebagian besar murid tahu (Moral Knowing) bahwa tawuran itu gak bermoral, tapi tetep aja masih tawuran. Artinya pendidikan di sekolah hanya menyentuh aspek kognitif (knowledge) saja, gak sampai mengaduk2 aspek emosional sehingga menimbulkan perasaan cinta (Loving) akan kebenaran, dan menimbulkan perasaan berdosa / bersalah / malu bila melanggar kebenaran yg diyakininya. Disini Moral Loving belum terjamah pendidikan kita. Kalau Moral Loving aja gak tersentuh di sekolah, otomatis Moral Acting (pembiasaan berbuat baik) sulit dicapai dgn sempurna. Moral Acting tanpa Moral Loving hanya bisa dicapai bila siswa "kepepet" sangsi hukuman belaka. Kalo hukumannya kendor, siswa semaunya. Mudah2an lubang2 bolong (baca: Moral Loving) pendidikan akhlak di negeri ini bisa ditutupi dengan dakwah Islam yg sudah diterjemahkan ke dalam "bahasa" remaja yg umumnya : enerjik, gaul, lebih percaya teman sebaya, non-formal, akrab, menyukai humor, ingin diperhatikan, dsb. Insya Allah... Amien... Abu Syafiq --- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Assalamu'alaikum wr wb, > > > Saat ini pendidikan di Indonesia hanya menekankan hafalan > (hafal tulisan/rumus) tanpa memikirkan pendidikan akhlak atau budi pekerti. Pelajaran > Matematika, IPA, IPS, Bahasa menempati porsi terbesar, sementara pelajaran > agama terutama yang berkaitan dengan akhlak begitu minim. Paling hanya > sejam seminggu. Ini jelas tidak cukup. > > > > > > Tak heran jika generasi yang > muncul generasi yang akhlaknya kurang baik. Sesama teman bisa menyebut â?monyetâ? > tanpa merasa itu salah. Pada saat opspek siswa yang senior sering menindas/menzhalimi > siswa baru. Sering tawuran. Bahkan baru-baru ini di Detik.com ada yang sampai > membunuh. > > > > > > Pendidikan kita hanya menekankan > sisi akademis atau IQ (Intelligence Quotient, meski hanya menghasilkan siswa > penghapal. Bukan siswa kreatif). Tidak mementingkan akhlak / EQ (Emotional > Quotient). Padahal menurut para pakar psikologi, ternyata EQ lebih berperan > dalam menentukan kesuksesan ketimbang IQ. > > > > > > Menurut Susan Dunn, MA: > > > EQ gets you through life vs. IQ gets you through school > > > Your EQ has more to do with your success and happiness in > life than your IQ and emotional intelligence can be learned. > > > http://www.frugalmarketing.com/dtb/eq-iq.shtml > > > > > > EQ membuat kita sukses menempuh hidup, IQ membuat kita mampu > menyelesaikan sekolah. > > > > > > Nabi berkata bahwa orang Muslim itu tidak mungkin akhlaknya > jelek. Kalau jelek, berarti dia sebenarnya bukan Muslim: > > > > > > Dari Abu Said al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah > Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Dua sifat jangan sampai > berkumpul dalam diri seorang muslim yaitu kikir dan akhlak jelek." Riwayat > Tirmidzi. > > > > > > Allah murka pada orang yang berakhlak buruk: > > > > > > Dari Abu Darda' Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah > Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah murka kepada > orang yang berperangai jahat dan berlidah kotor." Hadits shahih riwayat > Tirmidzi > > > > > > Akhlak yang baik adalah hal yang > utama: > > > > > > Dari Abu Darda' Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah > Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada suatu amal perbuatan > pun dalam timbangan yang lebih baik daripada akhlak yang baik." Riwayat > Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Tirmidzi. > > > > > > Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak: > > > > > > Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang > mulia. (HR. Al Bazzaar) > > > > > > Kebanyakan sekolah dan universitas > yang ada di Indonesia tidak mengajarkan akhlak/budi pekerti. Justru > pada saat opspek, mereka mengajarkan siswa yang kuat menindas siswa yang lemah. > Kasus kekerasan di IPDN hanyalah satu kasus yang mencuat ke permukaan. Tak > heran jika para lulusannya ketika jadi pejabat lebih banyak yang jadi penindas > ketimbang pengayom rakyat. > > > > > > Sudah saatnya pendidikan > Indonesia mulai mengutamakan pendidikan akhlak sebagaimana yang telah dirintis > oleh pesantren-pesantren yang ada di Indonesia. > > > > > > http://www.detiknews.com/indexfr.php? url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/ tgl/13/time/144634/idnews/866585/idkanal/10 > > > Kamis, 13/12/2007 14:46 WIB > > > Siswa STM Tewas Dibacok > > > Saat pulang sekolah, siswa STM Bangun Nusantara, Wahyu > Syafrudin (16) dicegat 20 siswa STM. Siswa kelas 2 ini dikeroyok. Wahyu kena > bacok di kepalanya. > > > > > > Di Detik.com juga disebut 500 mahasiswa Unhas tawuran > lempar-lemparan batu. > > > > === > Dapatkan tulisan-tulisan tentang Islam di: > http://www.media-islam.or.id > Bagi yang ingin menegakkan ajaran Islam (hukum Qishash) luangkan 1 menit waktu anda untuk mengklik: > http://www.petitiononline.com/promati > > > > > > __________________________________________________________ ______________ > Never miss a thing. Make Yahoo your home page. > http://www.yahoo.com/r/hs > Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin accept no liability for any loss or damage arising from the use of this E-Mail or attachments. Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin accept no liability for any loss or damage arising from the use of this E-Mail or attachments. [Non-text portions of this message have been removed]

