Assalamualaikum...
Maaf mau ikutan sharing...
Saya dulu adalah ketua OSIS di salah satu sekolah negeri di Depok, waktu itu
kami selaku seluruh pengurus OSIS kota Depok membentuk SKSD (Sistem
Komunikasi Siswa Depok) dan PPKD (Paguyuban Pelajar Kota Depok).
Setiap terjadi keributan antar sekolah kami-lah yang pertama mencoba untuk
mempertemukan dan mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, lalu dibuat sebuah
agenda untuk saling mengunjungi dan studi banding antar sekolah.
Alhamdulillah waktu itu kota Depok aman dari tawuran dan menjadi proyek
percontohan anti tawuran....
 
Wassalam,
Budi (eng.cmki)

-----Original Message-----
From: Abu Syafiq [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Sunday, December 23, 2007 7:57 PM
To: [email protected]
Subject: [syiar-islam] Re: Siswa STM Tewas Dibacok - Kurangnya Pendidikan
Akhlak




Alaykusalaam warohmatullohi wabarokatuh

FYI, sebuah terobosan utk mengatasi tawuran di kalangan SMK/STM 
adalah dengan "Dakwah Sistem Langsung" melalui pendekatan rekan 
sebaya sebagai juru dakwah. Didukung oleh Iqro Club, DSL ini setelah 
diteliti mampu menurunkan frekwensi tawuran di DKI. 

Selengkapnya bisa dibaca2 di : www.kemahasiswaan.its.ac.id/files/PKMI%
202006%20ITS%20Taufik%20&%20Fakhrudin.pdf

Memang benar Bang Nizami, pendidikan akhlak / budi pekerti di negeri 
kita kurang memadai. Hanya memenuhi unsur 1M (Moral Knowing) dari 3M 
yg diperlukan (Moral Knowing, Moral Loving, Moral Acting). Pendidikan 
Agama, PPKN, dsb gak lebih sebagai beban hafalan bagi murid. 

Sehingga hampir sebagian besar murid tahu (Moral Knowing) bahwa 
tawuran itu gak bermoral, tapi tetep aja masih tawuran. Artinya 
pendidikan di sekolah hanya menyentuh aspek kognitif (knowledge) 
saja, gak sampai mengaduk2 aspek emosional sehingga menimbulkan 
perasaan cinta (Loving) akan kebenaran, dan menimbulkan perasaan 
berdosa / bersalah / malu bila melanggar kebenaran yg diyakininya. 
Disini Moral Loving belum terjamah pendidikan kita. 

Kalau Moral Loving aja gak tersentuh di sekolah, otomatis Moral 
Acting (pembiasaan berbuat baik) sulit dicapai dgn sempurna. Moral 
Acting tanpa Moral Loving hanya bisa dicapai bila siswa "kepepet" 
sangsi hukuman belaka. Kalo hukumannya kendor, siswa semaunya.

Mudah2an lubang2 bolong (baca: Moral Loving) pendidikan akhlak di 
negeri ini bisa ditutupi dengan dakwah Islam yg sudah diterjemahkan 
ke dalam "bahasa" remaja yg umumnya : enerjik, gaul, lebih percaya 
teman sebaya, non-formal, akrab, menyukai humor, ingin diperhatikan, 
dsb. Insya Allah... Amien...

Abu Syafiq

--- In syiar-islam@ <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> yahoogroups.com,
A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> Assalamu'alaikum wr wb,
> 
> 
> Saat ini pendidikan di Indonesia hanya menekankan hafalan
> (hafal tulisan/rumus) tanpa memikirkan pendidikan akhlak atau budi 
pekerti. Pelajaran
> Matematika, IPA, IPS, Bahasa menempati porsi terbesar, sementara 
pelajaran
> agama terutama yang berkaitan dengan akhlak begitu minim. Paling 
hanya
> sejam seminggu. Ini jelas tidak cukup.
> 
> 
> 
> 
> 
> Tak heran jika generasi yang
> muncul generasi yang akhlaknya kurang baik. Sesama teman bisa 
menyebut ”monyet”
> tanpa merasa itu salah. Pada saat opspek siswa yang senior sering 
menindas/menzhalimi
> siswa baru. Sering tawuran. Bahkan baru-baru ini di Detik.com ada 
yang sampai
> membunuh.
> 
> 
> 
> 
> 
> Pendidikan kita hanya menekankan
> sisi akademis atau IQ (Intelligence Quotient, meski hanya 
menghasilkan siswa
> penghapal. Bukan siswa kreatif). Tidak mementingkan akhlak / EQ 
(Emotional
> Quotient). Padahal menurut para pakar psikologi, ternyata EQ lebih 
berperan
> dalam menentukan kesuksesan ketimbang IQ.
> 
> 
> 
> 
> 
> Menurut Susan Dunn, MA:
> 
> 
> EQ gets you through life vs. IQ gets you through school
> 
> 
> Your EQ has more to do with your success and happiness in
> life than your IQ and emotional intelligence can be learned.
> 
> 
> http://www.frugalma <http://www.frugalmarketing.com/dtb/eq-iq.shtml>
rketing.com/dtb/eq-iq.shtml
> 
> 
> 
> 
> 
> EQ membuat kita sukses menempuh hidup, IQ membuat kita mampu
> menyelesaikan sekolah.
> 
> 
> 
> 
> 
> Nabi berkata bahwa orang Muslim itu tidak mungkin akhlaknya
> jelek. Kalau jelek, berarti dia sebenarnya bukan Muslim:
> 
> 
> 
> 
> 
> Dari Abu Said al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
> Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Dua sifat jangan sampai
> berkumpul dalam diri seorang muslim yaitu kikir dan akhlak jelek." 
Riwayat
> Tirmidzi.
> 
> 
> 
> 
> 
> Allah murka pada orang yang berakhlak buruk:
> 
> 
> 
> 
> 
> Dari Abu Darda' Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
> Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah murka 
kepada
> orang yang berperangai jahat dan berlidah kotor." Hadits shahih 
riwayat
> Tirmidzi
> 
> 
> 
> 
> 
> Akhlak yang baik adalah hal yang
> utama:
> 
> 
> 
> 
> 
> Dari Abu Darda' Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
> Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada suatu amal 
perbuatan
> pun dalam timbangan yang lebih baik daripada akhlak yang baik." 
Riwayat
> Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Tirmidzi.
> 
> 
> 
> 
> 
> Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak:
> 
> 
> 
> 
> 
> Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang
> mulia. (HR. Al Bazzaar)
> 
> 
> 
> 
> 
> Kebanyakan sekolah dan universitas
> yang ada di Indonesia tidak mengajarkan akhlak/budi pekerti. Justru
> pada saat opspek, mereka mengajarkan siswa yang kuat menindas siswa 
yang lemah.
> Kasus kekerasan di IPDN hanyalah satu kasus yang mencuat ke 
permukaan. Tak
> heran jika para lulusannya ketika jadi pejabat lebih banyak yang 
jadi penindas
> ketimbang pengayom rakyat.
> 
> 
> 
> 
> 
> Sudah saatnya pendidikan
> Indonesia mulai mengutamakan pendidikan akhlak sebagaimana yang 
telah dirintis
> oleh pesantren-pesantren yang ada di Indonesia.
> 
> 
> 
> 
> 
> http://www.detiknew <http://www.detiknews.com/indexfr.php?>
s.com/indexfr.php?
url=http://www.detiknew
<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/>
s.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/
tgl/13/time/144634/idnews/866585/idkanal/10
> 
> 
> Kamis, 13/12/2007 14:46 WIB
> 
> 
> Siswa STM Tewas Dibacok
> 
> 
> Saat pulang sekolah, siswa STM Bangun Nusantara, Wahyu
> Syafrudin (16) dicegat 20 siswa STM. Siswa kelas 2 ini dikeroyok. 
Wahyu kena
> bacok di kepalanya.
> 
> 
> 
> 
> 
> Di Detik.com juga disebut 500 mahasiswa Unhas tawuran
> lempar-lemparan batu.
> 
> 
> 
> ===
> Dapatkan tulisan-tulisan tentang Islam di:
> http://www.media- <http://www.media-islam.or.id> islam.or.id 
> Bagi yang ingin menegakkan ajaran Islam (hukum Qishash) luangkan 1 
menit waktu anda untuk mengklik:
> http://www.petition <http://www.petitiononline.com/promati>
online.com/promati
> 
> 
> 
> 
> 
> 
__________________________________________________________
______________
> Never miss a thing. Make Yahoo your home page. 
> http://www.yahoo. <http://www.yahoo.com/r/hs> com/r/hs
>



 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke