Manhaj Salaf as-Saleh dalam Menatap Fenomena Perjuangan Umat Islam Hari Ini
(6/6)
Karena itu, Ibnu Qayyim al-Jauziyah menggunakan istilah perjuangan
menegakkan Islam dengan cara Islam, yaitu dengan ungkapan jihad. Beliau
membagi jihad ini menajdi empat bagian.
1. Jihad menundukkan hawa nafsu meliputi 4 tahap.
Berjihad dengan mempelajari ajaran agama Islam demi kebahagiaan dunia dan
akhirat. 
Berjihad dengan melaksanakan ilmu yang diperolehnya itu, karena ilmu tanpa
amal adalah tidak berarti bahkan membahayakan. 
Jihad dengan berdakwah berdasarkan ilmu yang benar dan praktik nyata. 
Jihad menekan siri agar sabar terhadap cobaan berupa gangguan manusia (empat
hal inilah terkandung dalm surat Al-Ashr, yang kata Imam Syafi'i seandainya
Allah tidak menurunkan ayat kecuali Al-Ashr, niscaya cukup baginya). 
2. Jihad melawan syaitan meliputi dua hal.
Jihad melawan pemikiran syaitan berupa syubhat dan keraguan-raguan yang
dapat merusak keimanan. Perlawanannya adalah dengan keyakinan. 
Jihad melawan syaitan yang membisikan agar terjerumus kepada syahwat hawa
nafsu. Caranya dengan sabar dan menahan diri dengan berpuasa. (lihat
As-sajdah: 2). 
3. Jihad melawan kaum kuffar dan munafikkin, melalui empat tahap.
Dengan kalbu. 
Dengan lisan. 
Dengan harta. 
Dengan tangan. 
4. Jihad melawan kezaliman, kemungkaran, dan bid'ah ditempuh melalui tiga
tahap. Dengan tangan kalau mampu, kalau tidak dengan lisan, kalau tidak
mampu minimal dengan hati. (HR Muslim).
Demikian 13 tingkatan jihad yang telah dilaksanakan secara sempurna oleh
Rasulullah saw. (Ibnul Qayyim al- Jauziyyah, Zaadul Ma'adz, juz 3, hlm.
6--13).
Dengan demikian, telah jelas bagi kita untuk meniti jalan salaf as-saleh dan
tidak terjerumus kepada metode perjuangan lain yang terbukti secara faktual
telah gagal berkali-kali, seperti lewat prioritas politik, apalagi
perjuangan lewat parlementer melalui demokrasi yang telah gagal lebih dari
lima kali di dunia Islam. Atau, lewat metode sufi yang sedang marak digabung
ekonomi atas nama manajemen qalbu atau semacamnya. Tetapi, kita perlu
menempuh semua aspek integral, yaitu aqidah, ibadah, akhlak, ekonomi,
politik, bahkan militer. Benar kata Umar bin Khaththab r.a. dalam ungkapan
spektakulernya yang artinya, "Kami adalah kaum yang dimulyakan oleh Allah
dengan Islam, seandainya kami mencari selainya, niscaya kami akan dihinakan
oleh Allah."
Juga ucapan Imam Malik yang artinya, "Tidaklah urusan umat ini akan menjadi
baik, kecuali dengan mengikuti hal-hal yang telah menjadikan umat terdahulu
menjadi baik." Wallahu a'lam
Aris Priyanto
Sugity Creatives, PT
MM2100 Industrial Town Blok J 17
Ganda Mekar, Cikarang Barat, Cibitung, Bekasi
Telp. 021 8980307
Fax.  021 8980270 / 0511
Hp. 085281854951
 
 
 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke