Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ana minta bantuan pada akhi dan ukhti semua, 
Alhamdulillah seminggu yang lalu ana udah mengkitbah seorang akhwat,
Cuma kami ada sedikit masalah.
Kira2 ceritanya begini :
Ukhti tsb disini tinggal dengan saudara perempuannya terhitung saudara
jauh juga (nenek mereka sepupuan).
Dia kerja di Rumah sakit, jadi ada jadwal dinas malam dan pulanvg malam,
karena rumahnya itu jauh dan gak ada angkot kesana
Dia selalu diantar sama suami saudarinya tsb. Sementara suami saudarinya
tsb sering gangguin dia tanpa,sepengetahuan saudarinya.
Contohnya : sepulang kerja terkadang dia gak langsung diantar pulang
tapi singgah ke tempat makanan (bakso atau yang lainnya) 
Dia udah berusaha menolak, tapi suami saudarinya tsb berenti aja
semaunya. Ukhti itu udah coba juga untuk pindah dari tempat itu.
Tapi saudarinya gak ngijinin, dan dia gak berani ngomongin hal ini sama
saudarinya karna takut akan terjadi konflik antar mereka.

Nah berdasarkan ini dia minta tolong ama ana menjelang aqad nikah kami
ana yang ngantar dan jemputnya kalo pulang and dinas malam dengan alasan
dia udah gadis dalam pinangan ana. Ana hanya punya sepeda motor, jadi
kami cuma berdua aja.
Tadi malam ana udah jemput dia, tapi ada rasa teramat bersalah didalam
hati ana setelah mengingat : Larangan khalwat antara laki-laki dan teman
lawan jenisnya adalah karena ada dugaan keras akan terjadinya
kemaksiatan. Sebagaimana disinyalir oleh Nabi dalam sabdanya yang
diterima dari Amir bin Rabi'ah:"Tidak boleh seorang laki-laki berkhalwat
dengan seorang perempuan, dan hal itu tidak halal baginya karena yang
ketiga di antara mereka adalah setan, kecuali ada mahram yang
mendampingi mereka"(HR. Ahmad bin Hanbal).

Tapi ana juga gak bisa melepaskan dia pergi dengan suami saudarinya yang
notabenenya juga bukan mahramnya, tapi ana pun takut kami akan
terjangkit penyakit hati mengingat aqad nikah masih dua bulan lagi.

Ana mohon pada saudara dan saudariku akhi dan ukhti yang dirahmati
Allah, tolonglah ana solusi apa yang terbaik yang harus kami
tempuh....???!!!

Wassalam,

Roni


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke