Wa'alaikum salaam warahmatullahi wabarakaatuh
Sedikit yang bisa saya jawab, karena " wamaa uutiitum minnal ilmi illa qoliila " , pengetahuan kita tentang ruh sangatlah sedikit (QS.17.85) Apakah Ruh yg akan ditiupkan pada calon bayi yg gugur ini jadi hilang haknya untuk menjadi manusia hidup (Jasad+Ruh) ? ---> Hak untuk menghidupkan dan mematikan manusia, entah itu janin, anak-anak ataupun sudah tua renta mutlak hanya milik Allah SWT, bukan milik manusia yang (akan) diciptakan. " Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS.3.6) Atau nanti si Ruh ini akan ditiupkan ke calon bayi yg berikutnya jika terjadi kehamilan kembali? ---> Setiap ruh mempunyai tempatnya masing-masing. Ruh sepenuhnya dikuasai oleh Allah SWT. Ada yang ditahan, ada yang dilepaskan, sebagaimana ia diberi sifat dikeluarkan, dimasukkan, dikembalikan dan disempurnakan. "Sesungguhnya pandangan orang yang meninggal itu mengikuti jiwanya yang diwafatkan" (HR. Muslim, Ahmad dan Ibn Majah) Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir. (QS.39.42) Ruh orang mukmin setelah dicabut dari jasadnya ia langsung naik ke langit dan disambut oleh malaikat, tetapi sebaliknya ruh orang kafir langsung dilempar ke kuburnya dengan nista. "Ruh itu naik ke langit dan setiap malaikat yg ada diantara langit & bumi berdoa kpd Allah untuk ruh itu. Pintu2 langit dibukakan bagi jiwa itu, lalu naik ke satu langit ke langit yg lainnya hingga tiba dilangit Allah disana. Ruh itu diletakkan dihadapan-Nya dan Dia memerintahkan agar namanya ditulis di dalam buku Illiyin atau di dalam buku orang2 yg durhaka, kemudian ia dikembalikan ke bumi. Sedangkan ruh orang kafirdilempar dengan satu kali lemparan dan ia masuk ke dalam kuburnya bersama badan untuk menghadap pertanyaan." (HR. Ahmad) Jadi sesuai dalil tersebut, ruh orang yang sudah meninggal tidak akan "hinggap" ke jasad orang lain. Tetapi untuk ruh seorang suhada yang berjihad di jalan Allah SWT ruh nya senantiasa mendapatkan rizki dari Allah SWT. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.(QS.3.169) Allahu a'lam. Sekian dulu dari saya, yang benar datang dari Allah SWT semata. Wasalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh ----- Original Message ----- From: "Rudy Darmawan" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, January 16, 2008 3:36 PM Subject: [syiar-islam] Re: Tanya: Ditiupkannya ruh pada Janin Assalamualaikum W.W. Terima kasih atas penjelasan yg diberikan oleh Akhi Arihadi. Walaupun bukan saya yg bertanya pada awalnya, namun hal ini menambah ilmu bagi saya . . Tapi . . . Ada pertanyaan tambahan bagi saya . . . . JIka pada masa sebelum 40 hari x fase tersebut terjadi keguguran pada janin tersebut... Apakah Ruh yg akan ditiupkan pada calon bayi yg gugur ini jadi hilang haknya untuk menjadi manusia hidup (Jasad+Ruh) ? Sehingga sang Ruh langsung masuk ke alam penantian hari kiamat ? Atau nanti si Ruh ini akan ditiupkan ke calon bayi yg berikutnya jika terjadi kehamilan kembali? Mudah2an pertanyaan saya dapat dimengerti... Terimakasih Wassalamualaikum W.W. Best Regards, Rudi Darmawan PT. YKK AP INDONESIA Posted by: "Arihadi" [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED] Re%3A%20Tanya%3A%20Ditiupkannya%20ruh%20pada%20Janin> Mon Jan 14, 2008 6:13 pm (PST) Wa 'alaikum salaam warahmatullahi wabarakaatuh Semoga copy artikel dibawah ini dapat bermanfaat. Dari Abu Abdirrohman, Abdulloh bin Mas'ud rodhiyallohu'anhu, dia berkata: " Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam telah bersabda kepada kami dan beliau adalah orang yang selalu benar dan dibenarkan: 'Sesungguhnya setiap orang diantara kamu dikumpulkan kejadiannya di dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nuthfah(air mani), kemudian menjadi 'alaqoh(segumpal darah) selama waktu itu juga (empat puluh hari), kemudian menjadi mudhghoh(segumpal daging) selama waktu itu juga, lalu diutuslah seorang malaikat kepadanya, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya dan ia diperintahkan menulis empat kalimat: Menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan nasib celakanya atau keberuntungannya. Maka demi Alloh yang tiada tuhan selain-Nya, sesungguhnya ada diantara kamu yang melakukan amalan penduduk surga dan amalan itu mendekatkannya ke surga sehingga jarak antara dia dan surga kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapkan atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk neraka sehingga dia masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya ada seseorang diantara kamu yang melakukan amalan penduduk neraka dan amal itu mendekatkannya ke neraka sehingga jarak antara dia dan neraka hanya kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapka atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk surga sehingga dia masuk ke dalamnya." (HR. Bukhori dan Muslim) Kedudukan Hadits Hadits ini merupakan pangkal dalam bab taqdir, yaitu tatkala hadits tersebut menyebutkan bahwa taqdir janin meliputi 4 hal: rizqinya, ajalnya, amalnya, dan bahagia atau celakanya. Perkembangan Janin sebelum sempurna menjadi Janin melalui 3 fase, yaitu: air mani, segumpal darah, kemudian segumpal daging. Masing-masing lamanya 40 hari. Janin sebelum berbentuk manusia sempurna juga mengalami 3 fase, yaitu: 1. Taswir, yaitu digambar dalam bentuk garis-garis, waktunya setelah 42 hari. 2. Al-Khalq, yaitu dibuat bagian-bagian tubuhnya. 3. Al-Barú, yaitu penyempurnaan. Allah berfirman dalam Surat Al-Hasyr: 24, mengisyaratkan ketiga proses tersebut. Hubungan Ruh dengan Jasad Ruh dengan jasad memiliki keterkaitan yang berbeda sesuai dengan keadaan dan waktunya dalam 4 bentuk hubungan: 1. Tatkala di rahim. Hubungan keduanya lemah. Kehidupan ketika itu dominasinya ada pada jasad. 2. Tatkala di alam dunia. Kehidupan ketika itu dominasinya ada pada jasad. Sementara hubungan keduanya sesuai dengan kebutuhan kehidupan jasad. 3. Tatkala di alam barzah. Kehidupan ketika itu dominasinya ada pada ruh. 4. Tatkala di alam akhirat. Kehidupan ketika itu sempurna pada keduanya. Pada masa inilah hubungan keduanya sangat kuat. Macam-macam Penulisan Taqdir Allah menulis taqdir dalam 4 bentuk, yaitu: 1. Taqdir saabiq, yaitu penulisan taqdir bagi seluruh makhluk di lauh mahfudz 50 ribu tahun sebelum penciptaan bumi dan langit. 2. Taqdir úmri, yaitu penulisan taqdir bagi janin ketika berusia 4 bulan. 3. Taqdir sanawi, yaitu penulisan taqdir bagi seluruh makhluk setiap tahunnya pada malam lailatul qodr. 4. Taqdir yaumi, yaitu penulisan terhadap setiap kejadian setiap harinya. Keempat macam penulisan taqdir tersebut memungkinkan terjadinya perubahan kecuali pada taqdir sabiq. Sebagaimana firman Allah: (Surat Ar-Ra'd: 39). Taqdir Allah sama sekali bukan sebagai pemaksaan, Allah lebih tahu terhadap hambanya yang pantas mendapatkan kebaikan dan yang tidak. Buah Iman kepada Taqdir Beriman kepada taqdir akan menghasilkan rasa takut yang mendalam akan nasib akhir hidupnya dan menumbuhkan semangat yang tinggi untuk beramal dan istiqomah dalam ketaatan demi mengharap khusnul khatimah. Beriman kepada taqdir bukanlah alasan untuk bermaksiat dan bermalas-malasan. Hati orang-orang yang shalih diantara 2 keadaan, yaitu khawatir tentang apa yang telah ditulis baginya atau khawatir tentang apa yang akan terjadi pada akhir hidupnya. Keadaan pertama hatinya para sabiqin dan keadaan ke-2 hatinya para abrar. Rahasia Khusnul Khatimah dan Suúl Khatimah Termasuk diantara kesempurnaan Allah yaitu menciptakan hamba dengan berbagai macam keadaan. Diantara hambanya ada yang khusnul khatimah sebagai anugrah semata setelah mengisi lembaran hidupnya penuh dengan kejahatan dan diantara hambanya ada yang suúl khatimah sebagai keadilan semata setelah mengisi lembaran hidupnya penuh dengan ketaatan. Hamba pada jenis yang terakhir ini bisa jadi pada hakikatnya tersimpan dalam hatinya kejahatan yang kemudian muncul secara lahir pada akhir hayatnya. Karena dalam suatu riwayat Rasulullah menyatakan bahwa amalan baik tersebut sekedar yang tampak pada manusia. Sumber: Ringkasan Syarah Arba'in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh - <http://muslim.or.id> Penyusun: Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam (Staf Pengajar Ma'had Ihyaus Sunnah, Tasikmalaya) ----- Original Message ----- From: "Hanifah" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:pei%40ptap.co.id>> To: "'Milis Syiar Islam'" <[email protected] <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com>> Sent: Monday, January 14, 2008 12:24 PM Subject: [syiar-islam] Tanya: Ditiupkannya ruh pada Janin > > Assalaamualaikum wr. wb. > > Rekan-rekan, mohon pencerahan. > > Pada wanita hamil, biasanya menggelar syukuran/acara 7 bulanan usia > kandungannya. Ada juga yang bilang sebaiknya syukuran dilakukan pada usia > kandungan 4 bulan karena pada usia tersebut Ruh ditiupkan untuk Sang Janin. > > Pertanyaan Saya, apakah benar pada usia tersebut memang baru ditiupkan ruh > untuk sang janin? bukankan sejak jantungnya berdetak berarti sudah ada tanda > kehidupan? > > Terima kasih sebelumnya untuk setiap tanggapan. > > Wassalam, > Hanifah > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses > using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin > accept no liability for any loss or damage arising > from the use of this E-Mail or attachments. Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin accept no liability for any loss or damage arising from the use of this E-Mail or attachments. Back to top Reply to sender <mailto:[EMAIL PROTECTED] %20pada%20Janin>| Reply to group <mailto:[EMAIL PROTECTED] Re%3A%20Tanya%3A%20Ditiupkannya%20ruh%20pada%20Janin>| Reply via web post <http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/post;_ylc=X3oDMTJya2Q3MGplBF9TAzk 3MzU5NzE1BGdycElkAzk4MTQyMzkEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDc2MTc5BG1zZ0lkAzE4MDY3BHNlYwN kbXNnBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzEyMDAzODQ5MDg-?act=reply&messageNum=18067> Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin accept no liability for any loss or damage arising from the use of this E-Mail or attachments. Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin accept no liability for any loss or damage arising from the use of this E-Mail or attachments.

