Bismillahirohmanirrohiim.

Kalau saya membaca sekilas perjuangan Mr. Snouck
Hurgronje, tentu bagi Belanda ia adalah pahlawan. Bagi
Bangsa Indonesia,...saya melihat Masyarakat Aceh
begitu antipati/benci pada jawa...inilah sebagian dari
hasil (perjuangan)pecah belah penjajah Belanda.
Padahal, harus dipisahkan mana yang harus kasih sayang
dan mana yang tidak.

Mari kita kembali pada ukhuwah islam kita: 

MUHAMMAD ITU ADALAH UTUSAN ALLAH DAN ORANG - ORANG
YANG BERSAMA DENGAN DIA ADALAH KERAS TERHADAP ORANG -
ORANG KAFIR , TETAPI KASIH SAYANG SESAMA MEREKA ; KAMU
LIHAT MEREKA RUKUK DAN SUJUD MENCARI KARUNIA ALLAH DAN
KERIDHAAN - NYA , TANDA - TANDA MEREKA TAMPAK PADA
MUKA MEREKA DARI BEKAS SUJUD . DEMIKIANLAH SIFAT -
SIFAT MEREKA DALAM TAURAT DAN SIFAT - SIFAT MEREKA
DALAM INJIL , YAITU SEPERTI TANAMAN YANG MENGELUARKAN
TUNASNYA MAKA TUNAS ITU MENJADIKAN TANAMAN ITU KUAT
LALU MENJADI BESARLAH DIA DAN TEGAK LURUS DIATAS
POKOKNYA ; TANAMAN ITU MENYENANGKAN HATI PENANAM -
PENANAMNYA KARENA ALLAH HENDAK MENJENGKELKAN HATI
ORANG - ORANG KAFIR ( DENGAN KEKUATAN ORANG - ORANG
MUKMIN ) , ALLAH MENJADIKAN KEPADA ORANG - ORANG YANG
BERIMAN DAN MENGERJAKAN AMAL YANG SALEH DIANTARA
MEREKA AMPUNAN DAN PAHALA YANG BENAR . (QS. Al Fath:
29).

Begitu pula seluruh sendi kehidupan bermasyarakat
(banyak) yang tidak sejalan meskipun sama-sama muslim,
bahkan cenderung berantem, astaghfirulloohal 'adhiim.

wallohu a'lam bishowab.


salam,


faisol muhammad
 
--- Ginanjar Panggih <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> On 2/5/08, Ginanjar Panggih <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > Akhi, Inilah bukti bahwa salah satu Ciri Ulama
> adalah selain ilmunya cukup
> > juga dengan ilmunya tersebut, dia takut kepada
> Allah. Snouck Hurgronje
> > mempelajari islam, sangat pintar baca dan memahami
> qur'an tapi berani kepada
> > Allah. Para orientalis demikian juga, mereka
> memahami islam namun untuk
> > mencari kelemahannya dsb.
> >
> > Snouck Hurgronje menikahi anak Khalipah Apo di
> Bandung, demikianlah mereka
> > membuat makar. Jadi rupanya pertarungan antara Hak
> dan Bathil memang sudah
> > menjadi Sunnatullah dan terjadi setiap waktu.
> >
> >
> >  On 2/5/08, lasykar5 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > >   assalaamu alaikum,
> > > sekedar sharing dari milis tetangga, tulisan pak
> Rosihan Anwar.
> > > semoga bermanfaat dan maaf jika tidak berkenan.
> > > salam,
> > > satriyo
> > >
> > > --
> > > Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati
> akan tenang
> > >
> > > ---------- Forwarded message ----------
> > > From: <[EMAIL PROTECTED]>
> > > Date: Feb 4, 2008 6:46 AM
> > > Subject: [...] Snouck Hurgronje Alias Abdul
> Ghaffar?
> > > To:
> > >
> > > Pelajaran sejarah, bagian dari pendidikan, yang
> mungkin perlu dipelajari
> > > lagi.
> > > EP
> > >
> > > Snouck Hurgronje Alias Abdul Ghaffar?
> > >
>
http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=10681
> > >
> > > Oleh H. ROSIHAN ANWAR
> > >
> > > PROF. Dr. Christiaan Snouck Hurgronje
> (1857-1936) penasihat pemerintah
> > > Hindia Belanda awal abad ke-20, terkenal di Aceh
> dan Pasundan, juga
> > > punya
> > > nama Islam, Abdul Ghaffar. Betulkah dia seorang
> mualaf?
> > >
> > > Tanggal 21 Februari 1885, Snouck tamatan
> Universitas Leiden berusia 28
> > > tahun mulai tinggal di Mekah selama enam bulan.
> Tujuannya, mempelajari
> > > Islam dari para ulama Mekah dan mengumpulkan
> keterangan tentang jemaah
> > > haji dari Hindia Belanda yang bermukim di sana.
> > >
> > > Bagaimanakah Snouck sebagai seorang Nasrani bisa
> memasuki "tanah haram"
> > > dan bersembahyang di Masjid Al-Haram? Jawaban
> yang diberikan ialah
> > > Snouck
> > > telah memeluk agama Islam dan namanya menjadi
> Abdul Ghaffar. Namun, soal
> > > ini menjadi bahan perdebatan di kalangan para
> sarjana Belanda.
> > >
> > > Saya balik-balik lagi sebuah buku yang telah
> lama terbit dan lusuh
> > > penampilannya berjudul Snouck Hurgronye en de
> Islam, berisi delapan
> > > tulisan mengenai kehidupan dan karya seorang
> orientalis dari zaman
> > > kolonial, disusun oleh P. Sj. van Koningsveld.
> Di situ dikatakan bahwa
> > > di
> > > mata gubernur Turki (pada waktu itu, negeri Arab
> diperintah oleh sultan
> > > Turki), begitu juga di mata Syarif Akbar Arab
> dan lingkungannya,
> > > kemudian
> > > bagi banyak ulama di Mekah, Snouck adalah
> "seorang Belanda Muslim.
> > > Seorang
> > > sarjana yang datang ke Mekah untuk belajar dan
> naik haji."
> > >
> > > Berdasarkan keterangan buku harian Snouck
> sewaktu di Jedah, Koningsveld
> > > merekonstruksi bahwa upacara mengislamkan Snouck
> terjadi di hadapan Kadi
> > > Jedah, dihadiri oleh dua orang saksi, tanggal 16
> Januari 1885. Snouck
> > > mengucapkan kalimat syahadat pada kesempatan
> itu.
> > >
> > > Kenyataan Snouck sudah menjadi mualaf tidak
> disangkal oleh Wakil Konsul
> > > Belanda di Jedah P.N. van der Chijs yang menulis
> surat kepada Snouck
> > > yang
> > > masih berada di Mekah tanggal 3 Agustus 1885
> dengan nama Abd Al-Ghaffar,
> > > dengan catatan dari Chijs "Uw aangenomen nieuwe
> naam" (nama baru anda
> > > yang
> > > telah diterima).
> > >
> > > Bukti yang lain ialah sebuah foto dari arsip
> keluarga pengacara Jedah
> > > Abd
> > > Ar-Rahman Nasif yang memperlihatkan Snouck
> ketika mengunjungi pejabat
> > > gubernur Turki. Snouck yang duduk di baris depan
> memakai tutup kepala
> > > tarboesj atau fez (seperti kopiah atau peci di
> Indonesia) dan dengan
> > > begitu Snouck ingin menegaskan bahwa dia
> termasuk kelompok orang yang
> > > mengenakan tarboesj dan memang tergolong "salah
> satu dari mereka".
> > >
> > > Di negeri Arab, waktu itu Snouck mengadakan
> hubungan erat dengan dua
> > > ulama
> > > yang berasal dari Jawa Barat yaitu Raden Haji
> Aboebakar Djajadiningrat
> > > (dari Pandeglang) dan Raden Haji Hasan Moestapha
> (dari Garut).
> > > Sekembalinya dari Mekah dan setelah berada lagi
> di Leiden, Snouck
> > > mengadakan hubungan surat-menyurat dengan ulama
> masyhur di Batavia yaitu
> > > Sayyid Oethman.
> > >
> > > Telah disunat
> > >
> > > Snouck kemudian menjabat sebagai penasihat
> pemerintah (Hindia Belanda)
> > > untuk urusan Islam dari 1889 hingga 1906. Karena
> dianggap mualaf dan
> > > dengan reputasinya sebagai sarjana teologi,
> Snouck ditemani oleh sahabat
> > > Sunda-nya dari Mekah, Haji Hasan Moestapha,
> dengan mudah bisa
> > > berkeliling
> > > dan meninjau pesantren-pesantren di Jawa. Di
> Aceh tahun 1891, Snouck
> > > berhasil memperoleh kepercayaan dari ulama
> Tengkoe Noerdin.
> > >
> > > Di Jawa Barat, Snouck alias Abdul Ghaffar dengan
> perantaraan Haji Hasan
> > > Moestapha menikah dengan dua putri ulama
> terkenal. Jika dia tidak diakui
> > > sebagai seorang Muslim, mustahil diizinkan
> menikah dengan gadis Sunda.
> > > Dia
> > > memenuhi segala persyaratan dari Islam. "Dia
> telah disunat (besneden),
> > > melakukan salat, berpuasa di bulan Ramadan, dan
> menjauhi makanan serta
> > > minuman yang terlarang" (hal. 146).
> > >
> > > Kendati semua itu di pihak Belanda seperti
> kalangan para sarjana di
> > > Leiden, kalangan pemerintah di Den Haag dan
> Batavia, kalangan pers
> > > kolonial Belanda terdapat pendapat bahwa Snouck
> hanya "pura-pura jadi
> > > Muslim". Snouck dikatakan telah melakukan
> izhaarul-Islam. Artinya secara
> > > lahiriah bersikap pura-pura jadi Muslim, padahal
> sebenarnya dalam batin
> > > sama sekali tidak. Izhaarul-Islam adalah
> "veinzen van de Islam" (hal.
> > > 153).
> > >
> > > Terhadap pendapat di atas tadi, Snouck tidak
> menyangkalnya secara tegas
> > > dan katagoris. Dia berdiam diri. Mungkin atas
> pertimbangan tidak mau
> > > melibatkan dirinya dalam polemik yang tiada
> putus-putusnya dan hanya
> > > menyulitkan dirinya melakukan pekerjaannya
> sebagai pejabat pemerintah
> > > Hindia Belanda.
> > >
> > > Snouck mempunyai dua istri orang Sunda. Yang
> pertama, bernama Sangkana
> > > dan
> 
=== message truncated ===



      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke