Dari Moderator:
Karena ini sudah mengarah ke politik praktis dan justru mengundang perpecahan, 
thread ini kita sudahi saja untuk menjaga persatuan dan fokus ke masalah Islam 
yang pokok.

Wassalam

Sepertinya berbagai komentar yang masuk semakin menjadi ajang kampanye,
black champagne dan saling serang sesama pendukung partai "Islam".
Mungkin masing2 akan berdalih, bahwa komentar2 ini dalam rangka saling
mengingatkan. Tapi hati2 juga jangan2 ada "Snouck Hurgronje" baru yang
bermain di sini.

Yth, Moderator,
Apakah milis ini akan dibiarkan menjadi kendaraan parpol?
Atau kembalikan ke misi awal milis ini?



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Behalf Of Tabir Arm
Sent: Wednesday, February 06, 2008 1:43 PM
To: syiarislam
Subject: [syiar-islam] Yang konsisten vs yg jadi sekuler


Lebih parah lagi, bukan hanya sekedar sebagi anggota tapi juga caleg.
dalam khasanah demokrasi Anggota legislatif adalah penyambungun lidah,
lantas apakah mungkin kita
meminta kepada pedanda agar mewarnai bali yg selama ini kental dengan
kehinduannya menjadi corak keiislaman??
Berapa persen sih jumlah umat non muslim di tanah air ini??
kemana arah perjuangan PKS, selama ini mereka mengembar - gemborkan sebagai
partai dakwah, lantas apakah mungkin dakwah islam bisa dipercayakan kepada
non muslim??
tidakah PKS belajar dari partai2 lain yang memproklamirkan sebagai partai
terbuka tapi tetap saja image sebagai partai islam tidak bisa lepas dan
perolehan suara pun tidak menunjukan kenaikan yang mengesankan.
Saya rasa pasca deklarasi sebagai partai terbuka yang siap menampung anggota
dan caleg non muslim tidak akan banyak berpengaruh bahkan kemungkinan yang
ada adalah larinya kader2 militan mereka dan kemungkinan besar akan lari ke
PPP yang hingga saat ini masih komitmen sebagai partai yang tidak saja
berasaskan islam tapi juga mempertahankan keanggotaan dan caleg dari ummat
muslim.

" ... yang juga mengundang tepuk tangan lebih keras"

bukankah pesertanya banyak yg bergelar ustadz?? dan mereka (ikhwan pks)
selalu membanggakan
ustadz2-nya krn jebolan mesir??

Saya kira elite PKS sedang dalam kepanikan menjelangan pemilu 2009. Untuk
jakarta saja yang mayoritas DPRD dari mereka belum menunjukan hasil yg
memuaskan kalaupun ada kemajuan, itu dikarenakan kenekatan (ketegasan)
sutiyoso dlm membangun jakarta.
Kalau sudah seperti ini, PKS tidak ada bedanya lagi dengan partai2 sekuler
lainnya, selain azas islam yang tertera di atas kertas, tidak lebih dari
itu.

http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=324590

Senin, 04 Feb 2008,
PKS Tawari Caleg Tokoh Hindu

Mukernas Berakhir Kemarin di Bali
DENPASAR - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) di Bali berakhir kemarin (3/1). Salah satu hal menarik dalam dialog
kebangsaan di Agung Room Grand Inna Bali Beach kemarin, tokoh Hindu Bali,
Ida Pedanda Sebali Tianyar, yang menjadi narasumber ditawari menjadi caleg
PKS dalam Pemilu 2009.

Sedianya selain Ida Pedanda , terjadwal pula Taufik Kiemas dan Jakob Oetama
untuk mengisi dialog kebangsaan. Namun, keduanya batal hadir. Pada saat
dialog itulah Fahri Hamzah menawari tokoh Hindu itu untuk menjadi caleg dari
partainya. "Kita berkehendak, mau nggak Pak Pedanda menjadi caleg PKS?"
tanya Fahri yang disambut tepuk tangan gemuruh peserta Mukernas.

Apa jawaban Pedanda atas tawaran itu? "Jika memang seperti itu, syukur
alhamdulillah," ujarnya yang juga mengundang tepuk tangan lebih keras.
Pedanda pun segera melanjutkan jawaban untuk menjadi wakil rakyat. "Tapi,
janganlah saya. Soalnya dua tahun lagi saya ini sudah mati," lanjutnya
spontan.

Dalam penyampaian materi dialognya, Pedanda menegaskan ke depan PKS memang
harus membuka diri agar menjadi partai merah putih. Jangan lagi menggunakan
landasan agama. "Nasionalis religiuslah," harapnya.

Pedanda juga melontarkan kritik tajam ke PKS. Kata dia, dalam membangun
bangsa PKS harus menulis apa yang akan dikatakan. Katakan apa yang ditulis,
dan kerjakan apa yang mesti dikerjakan dan ditulis. "Jangan omong-omong
thok, untuk bangsa ini," tambahnya.

Pembicara lain yang kemarin hadir, antara lain, Letjen (pur) Saiful Sulun,
Arif Budimansyah yang menggantikan Taufik Kiemas, dan Ketua Fraksi PKS DPR
Mahfud Sidik. (art/mk)

======

syukurlah masih ada yang konsisten, semoga bisa lebih sukses di 2009.

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/02/06/1/81268/ppp-tak-bidik
-non-muslim
News
PPP Tak Bidik Non-Muslim
Rabu, 6 Februari 2008 - 03:30 wib

JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan konsisten sebagai partai
yang berasaskan Islam. Karena itu, PPP kurang tertarik untuk mengakomodasi
calon legislatif (caleg) dari non-muslim pada Pemilu 2009 mendatang.
"Kalau ada partai Islam yang terbuka dan siap menampung aspirasi non-muslim
seperti silakan saja. Yang jelas, PPP tetap dalam koridor partai yang
berasaskan Islam dan memperjuangkan aspirasi umat Islam," ujar Ketua Umum
DPP PPP Suryadharma Ali di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, konsistensi pada garis partai tersebut tidak akan berdampak
pada perolehan suara pada Pemilu 2009. Namun, persoalan itu tetap menjadi
masukan bagi partai untuk intropeksi dan berbenah diri sebagai partai
terbuka untuk menerima semua aspirasi yang ada di masyarakat. "Mungkin saja
adanya anggapan itu dikarenakan partai Islam tidak menonjolkan
ke -Islamannya secara kental," jelasnya.
Sehingga, masyarakat muslim beranggapan sama saja antara partai Islam dan
tidak. Untuk itu, lanjut dia, PPP kedepan akan melakukan perubahan orientasi
dengan cara membentuk majelis zikir di setiap daerah untuk mempertegas jati
diri PPP sebagai partai umat Islam. Disinggung soal hasil survei bahwa
partai-partai yang berasaskan Islam kurang mendapat dukungan masyarakat,
Suryadharma menyatakan, akan menjadi masukan bagi PPP untuk membenah diri
agar dalam Pemilu 2009.
"Yang jelas, proses regenerasi dan pembaruan di PPP sekarang ini sudah
berjalan dari pusat sapai ke daerah, termasuk melakukan peran dan karya
nyata partai ke daerah-daerah. Jadi, apa yang kita lakukan bukan sekedar
janji-janji, tapi memberikan kontribusi langsung kepada rakyat," tegas
Menteri Negara Koperasi dan UKM ini.
Sementara itu, Wasekjen DPP PPP Muhammad Arwani Thomafi mengatakan, PPP akan
melakukan berbagai gerakan pemberdayaan kepada masyarakat dalam berbagai
bidang. Sehingga kehadiran PPP bisa dimanfaatkan oleh segenap lapisan
masyarakat. "Semua itu kita lakukan agar PPP mampu bersaing secara
kompetitif dengan partai-partai yang ada," ungkapnya. (Ahmad
Baidowi/Sindo/ism)

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke