*BismiLlaahirrahmaanirrahiim
Allaahumma shalli 'alaa muhammad wa 'alaa aalihi.

Assalaamu'alaykum warahmatuLlaahi wabarakaatuh
*
Ahad pagi (09/02/2008), sepulang dari shalat subuh berjamaa'h di masjid,
seperti biasa setelah masuk ke rumah, saya akan langsung pergi ke depur
untuk membut segelas kopi. Belum sampai saya ke dapur, saya dipanggl oleh
bapak, "Coba deh, kamu lihat, tadi malam, di Bandung, 10 orang mati, gara2
nontor konser," Saya pun menghampiri bapak saya yang ketika itu sedang
menonton televisi. Tak lama kemudian bapak saya mengucapkan satu kalimat
yang cukup menggugah buat saya, kurang lebih bunyinya,
"Hmm, percuma, MATI SIA-SIA"...

Yaa MATI SIA-SIA, itulah kata-kata yang membuat saya tergerak menulis email
ini...

Mati adalah suatu keniscayaan bagi seorang manusia, di mana pun dia berada.
Tidak peduli dia berapa umurnya, orang beriman atau kafir, miskin atau kaya,
banyak pengikut atau tidak. Maut akan mengintai setiap manusia setiap saat,
detik, menit, jam, minggu, tahun. Dan tidak satu-pun manusia yang tahu kapan
maut itu akan menghampirinya...

Yang menjadi permasalahan adalah BUKAN MAUT-nya tetapi,

Sudah siapkah kita, kalau saat ini maut menjemput kita??
Bekal apa yang mau kita bawa kalau maut menjemput kita saat ini?? , karena
sesungguhnya, maut merupakan awal dari sebuah perjalanan panjang menuju hari
pertanggung jawaban...
Sudah siapkah kita menjawab pertanyaan2 malaikat penjaga kubur yang siap
dengan cemetinya??


Mari kita persiapkan bekal untuk kematian, dengan dzikiruLlah, amal saleh,
melakukan perbaikan diri, keluarga, dan ummat serta tetap terus mencari dan
mengharap keridhaan Allah Ta'ala semata dalam segala hal...

Yah, agar kita tidak MATI SIA-SIA...

Mudah-mudahan maut menjemput kita dalam kondisi yang baik (husnul khatimah),
dalam ibadatullah, dalam memperjuangkan diin ini , bukan dalam kondisi buruk
(su-ul khatimah) , sedang bermaksiat menantang Allah dan Rasul-nya,..

Sehingga ketika orang di sekeliling kita menangisi kepergian kita, maka kita
tersenyum karena puas telah menutup setengah perjalanan dari dua perjalanan
kita (dunia dan akhirat) dengan penutupan yang baik...laa ilaaha illaLLaah..

dan karena, biidznillah  kita sudah mempersiapkan bekal untuk menuju
kehidupan yang hakiki...

*Moga kita menjadi  orang-orang almarhum dalam arti yang sebanr-benarnya,
yaitu artinya orang yang mendapat rahmat Allah Ta'ala bukan adzab dan siksa
Allah Amiin.
Inna liLlaahi wa inna ilayhi raaji'uun..*

*
Wallahu a'lamu bish-shawab*


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke