---------- Forwarded message ---------- From: Amin Ilyas <[EMAIL PROTECTED]> Date: 2008/2/7 Subject: Re: [syiar-islam] WAKTU SHOLAT WITIR To: [email protected]
*Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh* *Alhamdulillaah. Allaahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'ala aalihi. Wa qaala shallallaahu 'alahi wa sallam: Innamal a'maalu bin niyyaati wa innamaa likullimriin maa nawa (R .Al-Bukhariy Muslim) *Tambahan jawaban dari saya mudah-mudahan bermanfaat.. Berikut ini saya tuliskan pendapat beberapa ulama dalam menjelaskan masalah waktu witir ini. Mudah-mudahan mampu membantu kita untuk memahami konteks dari berbagai dalil (hadits) yang ada dalam masalah waktu witir. Maraji': 1.Kitab *Fiqhus Sunnah* karya Syaikh Sayyid Sabbiq ---Bab Shalat-Shalat Sunnah--Sahlat Sunnah Witir 2. Kitab *Mulakhkhashul Fiqhiy* karya Syaikh Salih Al-Fauzan--- Bab Shalat--Shalat Sunnah--Shalat Witir 3. Kitab *Minhaajul Muslim* karya Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi---Bab Ibadah--Pasal Kedelapan--Shalat--Shalat Sunnah Witir *Syaikh Sayyid Sabiq menerangkan dalam kitabnya mengenai WAKTU SHALAT WITIR :* *Para ulama sepakat bahwa waktu shalat sunnah witir adalah sesudah shalat isya dan terus berlangsung sampai tiba fajar.* Diriwayatkan dari Abu Tamim Al-Jaisyani ra bahwa Amr bin Al-'Ash pernah bekotbah di hadapan orang banyak dan berkata: "Abu Basrah memberitahukan kepadaku bahwa Nabi saw pernah bersabda, *'Sesungguhnya Allah memberikan tambahan padamu waktu shalat, yaitu witir. oleh karena itu, kerjakanlah shalat itu antara isya hingga shalat fajar.' kemudian Abu Tamim berkata, 'Kemudian Abu Dzar menarik tanganku dan mengajak masuk ke dalam masjid menuju tempat Abu BAsrah ra lalu bertanya, 'Benarkah Rasulullah saw bersabda sebagaimana yang dikatakan oleh Amar itu?' Abu BAsrah menjawab, 'Ya! Aku sendiri mendengar demikian itu dari Rasulullah saw." **(HR Ahmad dengan sanad yang shahih)* Abu Ma'ud Al-Anshari ra juga berkata, "*Rasulullah saw itu mengerjakan shalat witir pada awal malam. kadang-kadang pula dipertengahan malam dan kadang-kadang pula pada penghabisan malam itu." **(HR Ahmad dengan sanad yang shahih)* Abdullah bin Qais berkata, "*Aku bertanya kepada Aisyah ra tentang witir Rasulullah saw. Ia menjawab, 'Adakalanya beliau itu berwitir pada permulaan malam, tetapi adakalanya pula pada penghabisan malam.' Aku bertanya lagi, 'Apakah bacaan beliau dengan suara perlahan-lahan atau suara keras," Aisyah ra menjawab, 'Kedua-dua cara tersebut pernah dilakukan oleh NAbi saw. Adakalanya pula dengan suara perlahan dan adakalanya pula dengan suara keras. terkadang beliau juga mandi junub terlebih dahulu dan kemudian tidur. terkadang hanya berwudhu dan kemudian tidur."** (HR Abu DAwud, Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)* * ****** * Syaikh Salih Al-Fauzan menerangkan dalam kitabnya mengenai WAKTU SHALAT WITIR: * *Waktu shalat witir dimulai setelah shalat Isya' hingga terbitnya fajar. * Dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra bahwa ia berkata: "*Rasulullah saw melakukan witir pada semua malam; pada malam awal, pertengahan, dan akhir malam, lalu selesai pada waktu sahur."* *Banyak hadits yang menunjukkan bahwa seluruh malam adalah waktu shalat witir, kecuali sebelum isya'. Barangsiapa yakin akan bangun pada akhir malam, maka lebih baik baginya mengakhirkan shalat witir. sedangkan, orang yang tidak yakin bisa bangun pada akhir malam, maka sebaiknya ia melakukan shalat witir sebelum tidur, dan inilah wasiat Rasulullah. * Muslim meriwayatkan dari Jabir ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "*Barangsiapa dari kalian khawatir tidak bangun pada akhir malam, maka hendaknya ia shalat witir sebelum tidur. Dan, barangsiapa yakin akan bangun pada akhir malam, maka hendaknya ia shalat witir pada akhir malam. sesungguhnya bacaan pada malam hari itu disaksikan (oleh para malaikat) dan lebih utama."* * **** * Syaikh Sayyid Sabiq menerangkan dalam kitabnya mengenai APAKAH SUNNAH MENYEGERAKAN ATAU MELAMBATKAN SHALAT WITIR?:* *Disunnahkan menyegerakan shalat witir pada permulaan malam bagi seseorang yang khawatir tidak akan bengun pada akhir malam. akan tetapi, bagi seseorang yang merasa sanggup dapat bangun pada akhir malam, maka disunnahkan mengerjakan witir itu pada akhir malam.* Dari Jabir ra bahwa Nabi saw bersabda, "*Barangsiapa yang tidak akan sanggup bangun pada akhir malam, sebaiknya ia berwitir pada permulaan malam. akan tetapi, barangsiapa yang merasa sanggup bangun pada akhir malam, sebaiknya ia berwitir pada akhir malam itu. sebab mengerjakan shalat pada akhir malam itu dihadiri dan disaksikan oleh malaikat. oleh karena itu, ia lebih utama." **(HR Ahmad, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah) * Dari Jabir pula bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Abu Bakar, "*Kapan engkau berwitir?" Abu Bakar menjawab, "Pada permulaan malam sesudah shalat isya." Lalu beliau saw bertanya kepada Umar, "Kapan engkau berwitir wahai Umar?" Umar menjawab, "Pada akhir malam." Kemudian RAsulullah saw bersabda, "Engkau ini wahai Abu BAkar suka berhati-hati, sedangkan engkau wahai Umar telah menunjukkan sikap keteguhanmu."* *(HR Ahmad, Abu Dawud, Hakim dan ia berkata hadits ini shahih menurut syarat Muslim)* *Rasulullah saw sendiri akhirnya melakukan witir itu pada waktu sahur, yaitu waktu menjelang masuk waktu subuh karena memang itulah yang lebih utama.* Aisyah ra berkata, *"Dari semua waktu malam itu, Nabi saw pernah berwitir pada permulaan malam, pernah juga pada pertenghannya ataupun penghabisannya, hingga akhirnya pernah melakukan pada waktu sahur." **(HR Jama'ah)* *Sekalipun demikian, beliau saw juga telah berwasiat kepada sebagian sahabatnya agar jangan tidur dulu melainkan setelah berwitir. sebab hal ini untuk mengambil langkah hati-hati.* Pada suatu ketika, Sa'ad bin Abu Waqqash mengerjakan shalat isya' di dalam masjid Rasulullah saw. Kemudian ia berwitir satu serakaat saja. Waktu itu, ia ditanya, "Apakah engkau hanya berwitir serakaat saja dan engkau tidak mau menambah lagi dengan rakaat berikutnya, wahai Abu Ishak?" "Ya, karena aku pernah mendengar Nabi saw. bersabda, "*Orang yang tidak tidur dulu sebelum berwitir merupakan orang yang suka berhati-hati." **(HR AHmad dan orang-orang yang meriwayatkan hadits itu dapat dipercaya) * *** *Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi menerangkan dalam kitabnya mengenai WAKTU SHALAT WITIR: * *Waktu shalat witir ialah setelah shalat isya' hingga menjelang shalat subuh, namun akhir malam adalah waktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat witir kecuali bagi orang yang khawatir tidak bisa bangun pada waktu tersebut, karena Rasulullah saw bersabda,* *Barangsiapa yang tidak akan sanggup bangun pada akhir malam, sebaiknya ia berwitir pada permulaan malam. akan tetapi, barangsiapa yang merasa sanggup bangun pada akhir malam, sebaiknya ia berwitir pada akhir malam itu. sebab mengerjakan shalat pada akhir malam itu dihadiri dan disaksikan oleh malaikat. oleh karena itu, ia lebih utama." **(HR Muslim)* *** * wallaahu a'lamu bishshawab Allaahumma, subhaanaka laa 'ilma lanaa illaa maa 'allamtanaa, innaka antal ' 'aliimul hakiim. * *Barakallaahu fiikum * ** * * [Non-text portions of this message have been removed]

