Fajar Putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Date: Tue, 26 Feb 2008 20:30:53 -0800 (PST) From: Fajar Putra <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Waspadalah dengan Dendam-dendam Masa Lalu !! To: [EMAIL PROTECTED]
Bapak, ibu, dan teman-teman yang terhormat, Mohon beberapa cuplikan berita/artikel di bawah ini bisa dianalisis secara dingin dan jernih. Mungkin juga perlu dilacak kalau ada oknum-oknum yang namanya tertulis dalam berita/artikel cukup mencurigakan. Misalnya saja akhir-akhir ini banyak karya seni yang 'memotret' tentang keluarga besar PKI di masa lalu. Ada beberapa oknum 'titisan masa lalu' yang bergerak dengan sistematis. Saya jadi ingat gempuran lembaga kebudayaan rakyat (LEKRA) terhadap lembaga kebudayaan nasional (LKN) dan lembaga seni budaya muslim indonesia (LESBUMI), serta lainnya. Segala cara dilakukan untuk menghancurkan kekuatan-kekuatan yang menurut LEKRA antirevolusioner. Hasilnya tentu saja kita bisa saksikan bersama betapa LEKRA malang melintang tanpa kendali sampai akhirnya 'ditertibkan' oleh rezim orde baru. Ini bukan soal perang antara berbagai kekuatan politik yang boleh jadi menjadi katalisator demokrasi. Ini lebih kepada ambisi pribadi-pribadi yang menggunakan berbagai kendaraan untuk mencapai tujuan primordialnya. Oknum-oknum seperti inilah yang berbahaya. Menunggangi berbagai kesempatan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kerdilnya, yang lebih mengutamakan kebutuhan perutnya sendiri. Bukankah ini berbahaya? Maka, coba perhatikan lingkungan anda jika: 1. Ada oknum-oknum yang mencoba bergerak dengan cermat, mencoba mengumpulkan massa, mencoba tampil sok elegan, mencoba memprovokasi lingkungan dengan cara halus maupun keras, mencoba merebut kursi-kursi jabatan di lingkungan kerjanya, mencoba membuat opini-opini sok cool dengan peristiwa masa lalu, mencoba membangun hubungan dengan banyak pihak dengan agenda tersembunyi. 2. Ada oknum-oknum yang mencoba membuat berbagai kegiatan berkaitan dengan peristiwa masa lalu (gerakan PKI, dll). Misalnya saja membuat upacara peringatan, membuat karya puisi pembelaan, membuat karya lukisan yang 'membenarkan' gerakan komunis, membuat karya film yang 'mendokumentasikan' beberapa 'kekuatan masa lalu', dan membuat pertunjukan teater yang 'memuja masa lalu'. Seandainya beberapa hal di atas tampak melalui gerakan/aksi individu-individu yang modelnya seperti pada berita/tulisan di bawah ini, mungkin inilah saat kita mewaspadainya dengan serius. Jangan-jangan di lingkungan sekitar kita tumbuh subur komunitas yang mempunyai 'dendam masa lalu'. Perlu bapak, ibu, dan teman-teman ketahui, tahun ini adalah tepat 60 tahun peristiwa madiun!! Mungkin akan ada 'perayaan' yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Maafkan kalau saya keliru.. Fajar Putra ----------- http://www.suaramerdeka.com/harian/0409/30/opi04.htm ... .... Bahwa Partai Komunis Indonesia telah berkali-kali melakukan pemberontakan bersenjata,tercatat tiga kali pemberontakan. Diawali pada zaman penjajahan tahun 1926 yang dikenal dengan pemberontakan tiga daerah.(Tegal, Brebes, Pemalang) Pemberontakan tersebut oleh Pemerintah Kolonial dianggap sebagai upaya mengacau keamanan, oleh karena itu ditumpas dan pemimpinnya yang bernama Kutil dieksekusi mati di-alun-alun Kota Tegal. Pemberontakan kedua, yang terkenal dengan pemberontakan Madiun, dimulai awal September dan berakhir tiga puluh September 1948. Pemberontakan ini diawali mosi tidak percaya di Parlemen oleh Fraksi PKI, yang tidak setuju dengan kebijaksanaan Kabinet Hatta. Bung Hatta tokoh nasionalis religius yang antikomunis, mengambil kebijaksanaan membersihkan militer dari orang-orang komunis. .... .... http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.01.25.07301437 Jumat, 25 Januari 2008 | 07:30 WIB JAKARATA, JUMAT-- Film dokumenter Tumbuh Dalam Badai karya sutradara IGP Wiranegara diluncurkan di Jakarta, Kamis. Film ini menjadi istimewa dan menyentuh karena berisi kesaksian dan perihnya perjalanan hidup anak-anak yang orang tuanya menjadi korban Tragedi Kemanusiaan 1965/1966. Film ini merupakan produksi ketiga Lembaga Kreativitas Kemanusiaan dan memerlukan waktu penggarapan yang cukup panjang, yakni dua tahun. .... .... http://www.radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewartic le&artid=14595 Dikatakannya, gerakan ini digandrungi angkatan muda lantaran watak militansi serta revolusionernya. Menurutnya, gerakan ini bertentangan dengan faham ketuhanan dan kontradiksi dengan nilai kemanusiaan, sehingga tidak cocok dengan filsafat hidup dan budaya bangsa Indonesia. Praktiknya idiologi ini menampilkan sosok personal maupun komunitas sebagai kumpulan manusia yang anti moralitas, maka dari itu penyusupan gerakan ini wajib ditolak dan diantisipasi. Kita akui bahwa pelajar dan mahasiswa mudah dipengaruhi dan dihasut oleh gerakan ini, tegas Alfian saat menjadi pembicara dalam Seminar Remaja Muslim dengan tema membedah pola gerakan komunis di kalangan pelajar yang berlangsung di Aula Gedung DPRD Cilegon, Senin (30/7). Dalam acara yang diselenggarakan Forum Ukhuwah Pelajar dan Mahasiswa Muslim (FUPMM) dan Komando Aksi Banten Anti Komunis (Kabak) Cilegon ini, Alfian menjelaskan contoh nyata mudahnya kaum pelajar dipengaruhi oleh gerakan. Salah satunya mengajak para pelajar tawuran, pergi ke tempat perbelanjaan pada jam-jam sekolah, dan beberapa hal yang bertentangan dengan tata tertib yang ada. Lebih lanjut, ia mengatakan proses metamorfosa pun terjadi pada gerakan komunis ini yang harus disikapi secara tepat dan cermat, serta antisipatif. Gerakan ini, katanya, dapat muncul dalam gerakan organisasi tanpa bentuk dengan dua pola gerakan, yaitu melalui desentralisasi mutlak dan sentralisasi situasional. Bahkan, ia memprediksi bukan tidak mungkin muncul partai politik yang mengusung komunisme sebagai asas gerakannya. Dalam aktivitas kaderisasi gerakan ini biasanya dilakukan bervariasi, misalnya melalui forum diskusi, pendidikan kader dalam kelas belajar atau kaderisasi melalui aksi massa serta kaderisasi yang bersifat fisik. Semua ini harus diantisipasi, tegasnya lagi. Lebih jauh dikatakannya, langkah antisipasi masuknya gerakan komunis dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman dasar tentang komunisme serta harus ada pelarangan beredarnya buku-buku yang menjajakan paham komunisme. Junjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, patriotisme, dan jadikan perbedaan sebagai potensi yang harus dikelola dengan azas kebersamaan, tandasnya. Sementara itu, Ketua FUPMM Cilegon Suhendi Hidrajat berharap dari seminar kaum pelajar dapat memiliki gambaran dan langkah antisipasi agar tidak terpengaruh oleh paham komunis. Karena biasanya, target gerakan komunisme adalah orang yang paling pintar, nakal, dan bodoh. Mari kita perangi gerakan itu dengan membedakan dan membentengi diri terhadap segala tindakan yang mengarah kepada gerakan komunis, imbuhnya. (fal) --------------------------------- Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. [Non-text portions of this message have been removed]

