Saya membayangkan negeri kita adalah negeri yang kuat, mampu membuat sendiri pesawat tempur, kapal induk, tank dan lainnya. Lagipula, Indonesia memang negeri makmur, tambang emas di Timika, sumur gas Natuna dan lainnya dikelola sendiri, jadi tidak perlu bayar hutang karena memang tidak berhutang. Justru Negara-negara seperti Belanda dan Jepang harus membayar hutangnya ke Indonesia selama menjajah dulu dengan mencicil.
Kemudian, pemerintah kita menangkapi intel-intel asing yang katanya mantan KSAD ada 6000 lebih. Mereka ada yang menyamar sebagai pedagang barang antik, padahal menyuplai bom. Ada yang kerja di perusahaan BUMN Strategis sebagai adviser tapi ngirim info perkembangan teknologi Indonesia. Ada yang nyamar jadi GM Hotel bintang 5 di Jakarta sembari pasang penyadap buat pejabat Indonesia yang nginap di hotelnya. Ada yang kerja di LSM Asing sembari rekrut penghianat-penghianat lokal dengan iming-iming duit. Ada juga yang jadi turis, tapi yang begini biasanya intel jangka pendek yang dapat order meracun atau malahan menyantet orang penting Indonesia. Ada yang pura-pura jadi rohaniawan sambil manas-manasi situasi politik seperti si 'Pater Beek' dulu. Kemudian mereka dibawa ke pulau NusaBlambangan, pulau yang ke-angker-annya sekelas dengan Guantanamo. Ketika para intel ditangkap, maka AS, Inggris, Australia, Cina, Rusia, Jerman, Belanda, Jepang mereka tidak ada yang protes karena takut dengan Indonesia. Lagipula mereka memang malu sendiri karena mereka memang mengirim intel-intelnya ke Indonesia. Walaupun banyak orang yang dendam, tetapi pemerintah kita adalah pemerintah yang beriman. Mereka memperlakukan para tersangka dengan baik. Kalau yang sudah divonis ya langsung saja dijalankan, mulai dari yang dihukum cambuk hingga yang dihukum mati, tergantung dari kesalahannya. Kapan ya? _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Wildan Arief Sent: Wednesday, February 27, 2008 11:36 AM To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Subject: [syiar-islam] Jalan Salim & Adil Menuju "Neraka" Guantanamo Jalan Salim & Adil Menuju "Neraka" Guantanamo Oleh : Redaksi 26 Feb, 08 - 6:00 pm Pasukan AS memenjarakannya ke Guantanamo tanpa alasan jelas. Di sana ia mengetahui sendiri tahanan Muslim dianiaya sebagaimana bukan manusia Ketika pihak intelejen Pakistan mengepung tempat tinggal pengajar dari Sudan, Salim Mahmud Adam, pada tanggal 27 Mei 2002, ia tidak berfikir bahwa hal peristiwa itu akan menghantarkannya ke Guantanamo, penjara "kejam" yang dibangun oleh militer Amerika di Teluk Kuba. "Setelah pintu terbuka, mereka segera menangkap saya, dan saya sendiri masih ingat dengan baik, teriakan dan air mata istri serta 3 anak saya di malam itu". Itulah, sepenggal cerita dari Salim Mahmud Adam (44), ketika ditemui Islam Onlina di rumah beliau di Sudan, setelah 70 hari bebas dari Guantanamo. (watch movie "The Road to Guantanamo" ) Sebelumnya, Salim adalah penangung jawab sekolah untuk para yatim piatu di Peshawar, yang didukung pendanaan oleh sebuah LSM dari Kuwait,"Saat itu pukul satu malam, mereka mengepung rumah. Dan saat itu istri saya juga sedang mengandung, akan tetapi mereka tetap bersikap kasar". Setelah itu, salim dibawa dengan mata tertutup menuju tahanan Pakistan, dan intrograsi dilakukan di tempat itu selama 12 jam, sebelum akhirnya Salim dibawa ke pengkalan Amerika di Bagram, Afghanistan. Di Bagram, Salim mulai menjadi sasaran penyiksaan. Ia menyebutkan bahwa para pelaku penyiksaan itu memperlakukannya dan para tahanan Muslim lain dengan perlakuan yang amat buruk, "Mereka menelanjangi kami, satu sama lain, dan intrograsi kadang berlanjut hingga 3 atau 4 jam." Setelah dua bulan, Salim dipindahkan ke "neraka" lain, yang berjarak ribuan mil dari Afghanistan, yaitu penjara yeng terkenal dengan nama Guantanamo. Salim menyebutkan bahwa Guantanamo adalah "tempat yang bebas dari kemanusiaan", penuh dengan teriakan, tangisan, dari temannya sesama tahanan, serta suara musik yang amat keras, ketika datang waktu shalat. Tidak hanya sikasaan fisik yang dirasakan Salim, siksaan batin juga tidak kalah menyakitkan. Hal itu dirasakan ketika Salim mendengar perkataan beberapa introgator,"Sebagian dari mereka yang mengintrograsi, mengatakan kepada saya, bahwa saya sebenarnya tidak melakukan kesalahan apa-apa, akan tetapi saya hanya bagian dari permainan politik". Sebagaiman diketahui, bahwa sampai saat ini masih ada 275 tahanan di penjara Guantanamo. Mereka mendapatkan siksaan dan perlakukan yang buruk, sehingga ada sebagian tahanan yang memilih bunuh diri. Tuduhan sebagai "teroris", selalu ditudingkan kepada mereka, walau tanpa proses hukum dan bukti sekalipun. Selain Salim, ada Adil Hasan, yang sama-sama berasal dari Sudan. Dimana pada 18 Juli 2002, ia juga ditangkap saat melakukan tugas sebagai kepala sebuah rumah sakit di Peshawar. Adil berkisah,"Ketika Amerika memulai perang di Afghanistan, seluruhnya penduduk mengungsi ke Pakistan". Akhirnya, ia bersama dengan istri dan keempat ana perempuannya juga pergi ke Sudan, pada musim panas 2002. Dan ia kembali ke Pakistan sendirian pada 16 Juli di tahun yang sama. Dimana, tidak ada niat lain dari perginya ke Pakistan, kecuali ingin memberikan bantuan kepada para pengungsi Afghanistan yang berada di Pakistan. Setelah dua hari di Pakistan, pihak intelijen negara itu menangkapnya. "Seorang petugas intelijen membangunkan saya dari tidur, dan ia meminta saya untuk tidak diam di tempat dan menunjukkan surat tugas saya." Hal yang mengegetkan Adil adalah, ketika petugas Pakistan itu mendekat kepada petugas Amerika, dan petugas bule bertanya tentang sesuatu, petugas Pakistan mengubah beberapa isi dokumen. "Petugas Pakistan menyatakan kepada petugas Amerika bahwa dokumen tersebut "tidak bermasalah", lalu petugas Pakistan itu bertanya,"Apakah kita perlu menangkapknya?". Dan sang petugas Amerika itu mengatakan "Iya". Setelah itu, Adil diukurung dalam tahanan Pakistan selama 6 bulan 15 hari. Rentang waktu itu, banyak pihak yang melakukan intrograsi terhadapnya. Seperti kasus Salim, adil juga dipindahkan ke pangkalan Amerika yang berada di Bagram, dangan mata tertutup bersama tiga orang lainnya. Bagram adalah tempat persinggahan bagi mereka yang hendak dibawa ke Guantanamo. Baik, itu tahanan yang berasal dari Afghansitan atau dari luar. "Dalam perjalan ke Bagram, mereka mulai melakukan pemukulan, dan para petugas dari Amerika itu terus menurus melakukan intrograsi yang selalu diiringi dengan pukulan, dan cercaan, dan mereka tidak membiarkan kami tidur." Tutur Adil. Ia menambahkan,"Setelah dua bulan di Bagram, kami bersama beberapa tahanan lain diangkut ke Guantanamo, dengan memakan waktu 20 jam. Di Guantanamo, Adil tetap mendapatkan perlakuan yang tidak kalah buruknya, intrograsi tetap dilakukan, terkadang sehari dua kali, tanpa ada tuduhan resmi yang bisa ditujukan kepadanya. "Mereka menuduh, bahwa saya telah membantu Taliban dan Al Qaidah di Afghanistan. Maka saya bertanya kepada mereka, bagaimana saya bisa dituduh seperti itu? Mereka menjawab,"itu berasal dari informasi rahasia". Pada tahun 2004 pihak Amrika melepas tuduhan kepada Adil, bahwa ia termasuk "prajurit musuh". Dan pada bulan Spetember 2007. Pengadilan militer membebaskannya dari tuduhan "malakukan aktivitas yang mengancam Amerika". Akhirnya, setelah tiga bulan, Adil memperolah kebebasan, setelah ia dikirim ke Sudan bersama Salim. Sepulang ke rumah Adil sempat bersedih. Dia mendapati salah satu anak perempuan kesayanganya telah meninggal di saat dia masih berada di penjara Guantanamo. Di kala dia dipenjara, pihak keluarga tidak mampu membiayai pengobatannya. Sedangkan Salim, dengan meneteskan air mata mengatakan,"Guantanamo adalah tempat yang melecehkan hak asasi manusia. Tempat itu sebaiknya dihancurkan". Tapi tak ada permintaan maaf Amerika meski salah menangkap orang. [islamonline.net/thoriq/www.hidayatullah.com] Link : - http://www.duckdaotsu.org/gitmo/guantanamo_names.html <http://www.duckdaotsu.org/gitmo/guantanamo_names.html> - http://video.google.com/videoplay?docid=-599098805530677622 <http://video.google.com/videoplay?docid=-599098805530677622> Former Guantanamo detainee returns home - 15-Dec-07 Galery : Konspirasi Laknatullah Israel/Yahudi... THE ROAD TO GUANTANMO di http://swaramuslim.com/galery/laknatullah/index.php?page=mov-Road_to_Gua ntanamo <http://swaramuslim.com/galery/laknatullah/index.php?page=mov-Road_to_Gu antanamo> Tell A Friend | Print ada 0 thread - Beri Komentar | dibaca 199 hits Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta'ala TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari swaramuslim dicantumkan __________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ <http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> [Non-text portions of this message have been removed]

