Kenapa Kompas mengangkat ini ya? ^_^ Kendati sejak duduk sekolah dasar, nilai 8 untuk PPKN lebih banyak menghiasi rapor.Jika boleh saya diperkenankan jujur berkata: sampai sekarang pun saya confuse apa itu konsep Pancasila sesungguhnya, antara teori dan aplikasi. Dulu saya hapal 36 butir Pancasila, penataran P4 juga rajin datang. Tapi tetap saja confuse. Dogmatiskah semua ini? Pikiran nakal saya pun berkelidan: kalau melanggar 45 butir dari pancasila kira-kira dosa nggak ya? apa sanksi dan pahalanya kalau melaksanakannya? Apakah kebingungan saya terhadap Pancasila itu lantas mengurangi rasa cintaku dan kepedulianku pada nasib Indonesia raya? Tidak sama sekali. I love Indonesia...
Sejarah menunjukkan orang-orang yang mungkin malah tak mengenal benar pancasila (soalnya Pancasila lahir 1Juni 1945) namun religius mereka rela mengorbankan apa pun (termasuk nyawa untuk membela negeri tercinta ini), Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro yang nyatri, Panglima Sudirman, Cut Nyak Dien, Teungku Umar, Cut Mutia, Sultan Hasanudin, Pattimura dsb. Mereka tak mau menyerahkan Indonesia untuk diambil madunya (dimadu) oleh bangsa lain. Ataukah orang atau tokoh yang mengatakan nasionalismenya tinggi itukah yang duduk bersama di berbagai forum, lalu menginiasiasi kerjasama antara Indonesia dengan IMF, world bank, ADB, menjatuhkan Indonesia pada hutang luar negeri sejak tahun 1967, lalu menginisiasi pembuatan UU Migas 2004, UU Privitasasi Air , PP no 2008, Penjualan aset BUMN, UU penanaman modal asing, UU no 150 tahun 2000 tentang Badan Pendidikan Hukum Milik Negara, dsb. Saya bingung euy... apa makna nasionalisme sejatinya kalau begini? ataukah itu hanya sebatas lip service? salam bingung ah ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - Ideologi Bangsa Mahasiswa Tak Minati Pancasila Satuan Keamanan PBB Diterjunkan --> Selasa, 4 Maret 2008 | 02:12 WIB Jakarta, Kompas - Melemahnya kekuatan Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa juga terjadi kepada kelompok mahasiswa. Kaum muda yang diharapkan menjadi penerus kepemimpinan bangsa ternyata abai dengan Pancasila. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia M Danial Nafis pada penutupan Kongres I GMPI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (3/3). Mengutip survei yang dilakukan aktivis gerakan nasionalis pada 2006, sebanyak 80 persen mahasiswa memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Sebanyak 15,5 persen responden memilih aliran sosialisme dengan berbagai varian sebagai acuan hidup. Hanya 4,5 persen responden yang masih memandang Pancasila tetap layak sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara, katanya. Penelitian itu dilakukan di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya. Perguruan-perguruan tinggi tersebut selama ini dikenal sebagai basis gerakan politik di Indonesia. Danial menilai survei tersebut menunjukkan kondisi riil di perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Kondisi ini menunjukkan semakin rendahnya semangat nasionalisme di kalangan generasi penerus bangsa. Banyak generasi muda yang lupa isi harfiah Pancasila. Apalagi mengerti Pancasila secara maknawi? lanjutnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menambahkan, nilai Pancasila yang digali para pendiri bangsa masih sangat relevan dengan kondisi kekinian. Sikap alergi sebagian anak bangsa dengan Pancasila dapat menjadi pemicu disintegrasi bangsa. (MZW) http://www.kompas. co.id/kompasceta k/read.php? cnt=.xml. 2008.03.04. 02121113 "Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa, paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan silaturahmi." (Muhammad SAW). kampusku --------------------------------- Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. [Non-text portions of this message have been removed]

