Mohon pencerahannya, saya agak bingung aja:

..............Siapa saja yang mencintai Rasulullah saw, maka dia harus 
mengikuti beliau saw. dan berjuang untuk mengangkat seorang Khalifah yang 
dibaiat, sehingga dia tidak mati dalam keadaan jahiliyah. «وَمَنْ مَاتَ 
وَلَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً»Dan siapa saja yang 
mati sedang dipundaknya tidak ada baiat maka ia mati dengan kematian jahiliyyah 
(HR. Muslim)..........

memang kelihatan sekali saat ini para penguasa di negeri2 Islam belakangan ini 
cenderung tak peduli perjuangan Islam dan lebih cenderung akan perjuangan 
kekuasaannya. Bahkan yang baru pengin berkuasa pun dalam perjuangannya untuk 
memeperoleh kekuasaan cenderung meninggalkan cara2 Islam, cenderung berbaik 
hati kepada non Islam (bahkan musuh Islam) demi mendapatkan kursi. 

Kalau memang pejuang khilafah memang bener2 tulus demi tegaknya Islam, tentu 
sangat baik untuk didukung.
Namun, di benak saya dari tulisan tadi, seolah yang tidak mendukung, atau 
katakanlah yang mati sebelum berbaiat dengan seorang Khilafah dikatakan mati 
dalam keadaan jahiliyah. Dalam hati saya, berarti boleh dibilang mati dalam 
keadaan kafir? Benarkah demikian? Seolah orang yang tidak mendukung berdirinya 
khilafah adalah kafir? Seolah orang yang mendukung berdirinya khilafah 
mengkafirkan yang tidak mendukung? Kalau memang demikian, apa bedanya dengan 
aliran2 segala macem yang kemarin sempat bikin warga bingung?

Tolong, para ustadz/ustadzah yang bisa menjelaskan dengan baik, agar hati saya 
tidak bingung.



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Anto ade
Sent: Wednesday, March 05, 2008 11:04 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Subject: [syiar-islam] WAHAI KAUM MUSLIM



بسم الله الرحمن الرحيمWAHAI KAUM MUSLIM, KHILAFAHLAH SATU-SATUNYA YANG AKAN 
MENGHENTIKAN MULUT JALANG MEREKA TERHADAP ISLAM DAN NABI ISLAM, MUHAMMAD 
SAW.Kemarin, Rabu, 27 Februari 2008, Menteri Dalam Negeri Jerman mengeluarkan 
pernyataan mendukung seluruh surat kabar dan media Eropa untuk kembali memuat 
kartun penghinaan kepada Rasulullah saw. yang mulia. Beberapa hari sebelumnya, 
tujuh belas surat kabar Denmark kembali mempublikasikan gambar kartun 
penghinaan, yang sebelumnya telah dimuat dan disebarkan oleh salah satu surat 
kabar Denmark sekitar dua tahun lalu. Ini artinya, kedengkian terhadap Islam 
tidak bisa hanya dinilai sebagai permasalahan media massa yang tidak ada 
kaitannya dengan pemerintah Barat, sebagaimana yang mereka klaim sebelumnya. 
Namun, ini juga merupakan permasalahan Barat secara keseluruhan, yang 
menggelorakan kedengkian lebih membabi buta terhadap Islam dan pemeluknya. 
Sementara apa yang disembunyikan oleh hati mereka sesungguhnya jauh lebih besar 
lagi. Suara kaum Muslim pun benar-benar telah serak, akibat memprotes gambar 
kartun itu pada saat dipublikasikan. Dan, protes-protes itu pun terus dan terus 
berlanjut, sebagai bentuk pembelaan mereka kepada Rasulullah saw. Tetapi 
hasilnya, para penguasa mereka telah memadamkan protes-protes tersebut, dan 
telah berhasil melemahkan pengaruhnya. Sementara media massa Denmark pun 
kembali mempublikan gambar kartun tersebut, bukan hanya satu surat kabar, 
melainkan tujuh belas surat kabar. Bukan hanya itu, bahkan Menteri Dalam Negeri 
Jerman pun ikut menyerukan seluruh surat kabar Eropa untuk ambil bagian dalam 
mempublikasikan gambar kartun penghinaan tersebut dengan alasan kebebasan 
berekspresi. Mereka bohong. Karena itu hanyalah bentuk kedengkian mereka yang 
mendalam terhadap Islam dan kaum Muslim. Kalau tidak, apakah mereka berani 
berkata tidak senonoh terhadap kasus Holocaust yang dipublikasikan oleh 
orang-orang Yahudi, sekalipun mereka mempunyai beribu-ribu satu alasan tentang 
kebebasan bereskpresi?Apa sebenarnya yang menyebabkan mereka berani 
menyepelekan kaum Muslim, menghampiri rumah-rumah mereka, memanjat 
dinding-dinding mereka, dan menghina hal-hal yang mereka sucikan dengan berani 
dan lantang, dengan sangat-sangat provokatif, tanpa rasa takut dan gentar 
sedikit pun?Sungguh, harga penghinaan terhadap Islam dan Nabi Islam (Nabi 
Muhammad saw) bagi Barat Kafir adalah harga yang murah, bahkan tidak ada. Jadi, 
tidak ada resiko apapun yang akan mereka terima, baik secara politik, ekonomi 
maupun militer:Surat kabar Denmark jelas telah mempublikasikan gambar kartun 
pengghinaan kepada Nabi saw. dan itu pun ditegaskan oleh seorang Menteri… 
Kendati begitu, tidak ada satu pun tindakan pemutusan hubungan diplomatik 
dengan negara-negara yang melakukan penghinaan itu. Bahkan duta-duta besar 
mereka tetap saja berada di negeri-negeri kaum Muslim dengan mulia dan 
terhormat. Sedikit pun kehormatan duta-duta mereka tidak ada yang tercederai. 
Tidak ada satu pun dari duta mereka yang dipulangkan dengan tidak hormat. 
Menteri-menteri mereka pun tetap mendapatkan sambutan hangat, padahal orang 
yang ikut meneriakkannya pun tak jauh dari mereka!Gambar kartun penghinaan itu 
pun dipublikasikan, dan hal yang sama pun dinyatakan oleh sang Menteri… Namun, 
anehnya minyak negeri-negeri kaum Muslim tetap saja menyuplai hajat hidup Barat 
Kafir yang menghina Islam dan Nabi Islam (Nabi Muhammad saw) itu. Minyak 
tersebut tidak ada yang dihentikan, atau setidak-tidaknya alirannya dikurangi… 
Para penguasa kaum Muslim dan antek-antek mereka pun tidak ada yang menarik 
tabungan mereka dari bank-bank yang membuat perekonomian negara-negara penghina 
itu menjadi kaya raya!Gambar kartun penghinaan itu pun dipublikasikan, dan hal 
yang sama pun dinyatakan oleh sang Menteri… Namun, anehnya pangkalan-pangkalan 
militer milik musuh-musuh Islam dan kaum Muslim itu pun tetap berkembang dan 
bahkan bertambah. Tentara-tentara mereka juga tetap saja bisa menetap di 
negeri-negeri kaum Muslim dengan aman dan nyaman. Artileri-artileri mereka pun 
masih bisa diluncurkan dari pangkanlan-pangkalan militer tersebut untuk 
melakukan pembantaian di negeri-negeri kaum Muslim… Pangkalan-pangkalan militer 
itu juga tidak ada yang ditutup, dan tidak ada seorang pasukan pun yang diusir, 
bahkan tidak ada satu kata pun yang diarahkan untuk mengecam mereka.Lalu, apa 
yang sebenarnya ditakuti Barat Kafir, jika menghina Islam, kitab suci Islam, 
al-Quran, dan Nabi Islam, Nabi Muhammad saw? Akankah Barat Kafir itu takut 
kepada para penguasa di negeri-negeri Islam, sementara para penguasa itu 
membelakangi Islam dan mengabaikan mahkota Islam, yaitu jihad? Bahkan, para 
penguasa itu jelas telah memerangi Khilafah yang akan mencabut gigi geraham 
kaum Kafir penjajah. Justru mereka malah berdiri tegak untuk menghadang 
Khilafah. Mereka juga telah memerangi para pejuang Khilafah. Mereka 
mengejar-ngejar, menangkap, memenjarakan, dan menyiksa para pejuang Khilafah, 
hingga mengantarkan mereka menjadi syahid! Masalah bagi para penguasa itu tak 
lain adalah kursi dan mahkota mereka. Agenda mereka bukanlah menjaga Islam dan 
kaum Muslim, melainkan kursi kekuasaan, meskipun harus dengan menyia-nyiakan 
agama dan dunia, serta menghinadinakan negeri dan rakyatnya. Semoga Allah 
membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari 
kebenaran)?Apakah Kafir penjajah itu memperhitungkan para penguasa itu barang 
sedikit pun, sehingga khawatir akan kemarahan, atau setidaknya teguran sopan 
para penguasa negeri kaum Muslim, agar tidak berani menghina Islam, al-Quran, 
kitab suci Islam, atau Nabi Islam, Nabi Muhammad saw?Wahai kaum MuslimHanya 
khilafahlah yang akan mampu menghentikan mulut jalang mereka, sehingga benteng 
Islam pun tetap terjaga, dan dilindungi oleh tentara Khilafah. Karenanya, tak 
seorang musuh pun akan berani mendekati bangunan Islam, apalagi memanjatnya. 
Sebab, yang menjadi agenda Khilafah adalah Islam, bukan kursi dan mahkota… 
Karena itu, penghinaan terhadap Islam sama dengan mengumumkan perang. 
Karenanya, Khilafah akan mengerahkan pasukan, rudal, dan artilerinya supaya 
orang yang ingin menghina Islam itu melupakan niatnya dan melupakan bisikan 
setan. Bahkan kaum Kafir pun tidak akan pernah berani lagi menghina Islam, 
karena takut kepada Khilafah dan reaksinya, hingga tidak perlu mengerahkan 
pasukan!Sejarah Khilafah jelas telah menunjukkan hal itu. Bukti pemeliharaan 
Khilafah terhadap Islam dan kaum Muslim jelas nyata sekali, bukan hanya 
terhadap orang yang menghina Islam dan Nabi Islam, Nabi Muhammad saw. bahkan 
terhadap penghinaan kepada sesuatu yang lebih ringan dari itu. Kisah seorang 
wanita yang dihina oleh orang Yahudi di pasar mereka pada zaman Rasulullah saw, 
dan mereka pun diperangi dan diusir (dari Madinah)… Kisah seorang wanita yang 
dihina oleh orang Romawi, sehingga Khalifah pun langsung memimpin sendiri 
pasukan untuk memberi pelajaran kepada orang-orang Romawi hingga terjadilah 
penaklukan kota Amuriyah… Mereka yang berupaya menyerang makam Rasulullah saw 
pada masa Khilafah Abbasiyah, yaitu ketika Nuruddin Zanki menjabat sebagai wali 
(gubernur) Syam pada tahun 557 H, dan atas sepengetahuan Khalifah, Nuruddin pun 
bertolak ke Madinah untuk menangkap dan membunuh mereka, yakni orang-orang 
Nasrani yang menyerang makam Nabi saw, sebagai bentuk pembelaan kepada 
Rasulullah saw. Saat itu mereka, orang-orang Nashrani itu telah menggali lorong 
dari sebuah rumah yang berada di dekat masjid Rasulullah saw untuk bisa 
mencapai makam beliau saw.Bahkan saat Khilafah dalam kondisi lemah sekalipun, 
Khilafah tetap menjaga Islam dan kaum Muslim. Khilafah tetap mampu 
menghembuskan ketakutan dalam hati kaum Kafir penjajah. Bernard Saw menyebutkan 
dalam memoarnya, bahwa pada tahun 1913 M, yaitu pada zaman Khilafah Utsmaniyah 
sudah lemah, dia dilarang mengeluarkan kisah yang berisi penghinaan kepada 
Rasulullah saw. Lord Chamberlin melarangnya karena takut terhadap reaksi duta 
besar Daulah Khilafah Utsmaniyah di London.Wahai Kaum MuslimSiapa saja yang 
mencintai Rasulullah saw, maka dia harus berjuang untuk mendirikan 
Khilafah.Siapa saja yang perasaannya marah kepada orang yang menghina 
Rasulullah saw, maka dia harus berjuang untuk mendirikan Khilafah.Siapa saja 
yang marah karena Rasulullah saw, maka dia harus berjuang untuk mendirikan 
Khilafah.Siapa saja yang menginginkan Allah mengobati hati orang-orang Mukmin 
dari perilaku orang yang menghina Rasulullah saw, maka dia harus berjuang untuk 
mendirikan Khilafah.Siapa saja yang mencintai Rasulullah saw, maka dia harus 
mengikuti beliau saw. dan berjuang untuk mengangkat seorang Khalifah yang 
dibaiat, sehingga dia tidak mati dalam keadaan jahiliyah. «وَمَنْ مَاتَ 
وَلَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً»Dan siapa saja yang 
mati sedang dipundaknya tidak ada baiat maka ia mati dengan kematian jahiliyyah 
(HR. Muslim)Kemudian siapa saja yang ingin dikumpulkan bersama Rasulullah saw, 
maka dia harus berjuang untuk mendirikan Khilafah.Begitulah, wahai kaum Muslim, 
Allah SWT akan menjaga, dengan kekuasaan, sesuatu yang tidak bisa dijaga dengan 
al-Quran. Maka seribu satu peringatan, dan seribu satu teriakan, serta seribu 
satu pernyataan… kepada orang yang menghina Rasulullah saw tetap saja tidak 
akan bisa menandingi sepuluh kata dari seorang Khalifah Mukmin kepada 
tentaranya untuk menghentikan si penghina yang dilaknat oleh Allah, Rasul-Nya 
dan kaum Mukmin hingga ke akar-akarnya.﴿ إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُوْنَ اللَّهَ 
وَرَسُوْلَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ 
عَذَابًا مُهِينًا ﴾Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. 
Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa 
yang menghinakan. (TQS. al-Ahzâb [33]: 57)Sesungguhnya Hizbut Tahrir meminta 
bantuan Anda sekalian wahai kaum Muslim agar bersedia membela Rasulullah saw 
sebagaimana yang Beliau harapkan, sehingga penghinaan kepada Beliau saw itu 
tidak akan terjadi. Lalu, adakah selain Khilafah yang akan bisa menghalangi 
penghinaan itu? Sesungguhnya Khilafah adalah perisai dan tameng:«اْلإِمَامُ ـ 
الْخَلِيْفَةُ ـ جُنَّةٌ يُتَّقَى بِهِ وَيُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ»Sesungguhnya 
seorang imam –Khalifah- adalah perisai, orang-orang akan menjadikannya 
pelindung dan berperang di belakangnya (HR. Bukhari dan Muslim)Sesungguhnya ini 
adalah perkara yang serius, tidak main-main, wahai kaum Muslim. Sesungguhnya 
sesuatu yang bisa menghalangi penghinaan kepada Islam itu sudah jelas, dan 
bukan sesuatu yang tidak diketahui: yaitu Khilâfah ’alâ minhaj an-nubuwwah 
—Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Khilafah inilah yang akan melindungi 
tanah dan kehormatan. Khilafah merupakan kewajiban, bahkan kewajiban yang 
paling utama. Maka, berjuanglah wahai para pejuang. إِنَّ فِي هَذَا لَبَلاَغًا 
لِقَوْمٍ عَابِدِيْنَSesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, 
benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah). (TQS. 
al-Anbiyâ’ [21]: 106)22 Shafar al-Khayr 1429 H28 Februari 2008 MHizbut Tahrir 
__________________________________________________________ 
Publish your photos to your Space easily with Photo Gallery 
http://www.get.live.com/wl/all

[Non-text portions of this message have been removed]



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke