Seruan Yusuf Qaradhawi untuk Umat Islam, Menyusul

 Film "Fitna"

 

 Ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional DR. Yusuf

 Qaradhawi, menyatakan film "Fitna" yang dibuat

 politisi Belanda Geert Wilders, sama dengan

 menyalakan api terhadap al-Quran.

 

 Film yang menuding al-Quran sebagai kitab suci fasis

 adalah kedustaan, dan merupakan perkataan yang tidak

 dikeluarkan kecuali oleh orang yang bodoh, sombong

 dan keras kepala," kata Qaradhawi, ulama yang

 dikenal moderat dan sangat dihormati dunia

 internasional ini pada situs Islamonline.

 

 Menurut Qaradhawi, film "Fitna" merupakan bagian

 dari rangkaian permusuhan yang dibangun oleh

 kelompok-kelompok anti-Islam di Barat. Ia menyerukan

 umat Islam untuk tidak menganggap enteng penghinaan

 terhadap Islam dan kitab sucinya.

 

 Qaradhawi mengajak umat Islam untuk melakukan

 perlawanan terhadap bentuk-bentuk penghinaan

 tersebut dan ada lima hal yang bisa dilakukan;

 

 Pertama, tolak penyataan dusta yang menyebutkan

 bahwa Rasulullah Muhammad Saw haus darah dan orang

 yang haus seks, dengan cara-cara yang ilmiah.

 Penolakan harus dilakukan secara mendunia.

 

 Kedua, negara-negara Islam besar harus bersikap

 jantan dan berdiri paling depan untuk membela Islam

 dan Rasul-Nya.

 

 Ketiga, menekan pemerintahan negara-negara Muslim

 agar bersikap tegas berdasarkan keimanan, untuk

 menunjukkan bahwa umat Islam eksis dan masih

 memiliki kecintaan besar terhadap keyakinannya.

 

 Keempat, memperbanyak karya-karya seni dan budaya

 seperti drama atau film untuk lebih mengenalkan

 Islam.

 

 Kelima, melakukan boikot ekonomi terhadap

 negara-negara yang memberi peluang bagi warga

 negaranya yang ingin mencederai kesucian Islam.

 Karena pemboikotan merupakan senjata yang bisa

 menyakitkan suatu negara.

 

 Menyusul ditayangkannya film "Fitna" mantan PM

 Malaysia Mahathir Muhammad sudah menyerukan umat

 Islam sedunia yang berjumlah 1,3 milyar orang untuk

 bersatu memboikot produk Belanda.

 

 Umat Islam nampaknya harus melakukan perjuangan

 berat untuk melakukan perlawanan terhadap

 kelompok-kelompok yang anti-Islam dan Islamofobia.

 Karena setelah "Fitna", akan segera menyusul film

 lainnya yang kali ini berisi penghinaan terhadap

 Rasulullah.

 

 Film itu dibuat dalam bentuk film kartun, dengan

 judul "The Life of Muhammad", dibuat tokoh Partai

 Buruh Belanda kelahiran Iran bernama Ehsan Jami.

 Film ini kabarnya akan diluncurkan pada tanggal 20

 April 2008. Menurut informasi film itu akan

 menampilkan sosok Nabi Muhammad SAW merupakan

 sebagai manusia yang aneh secara seksual.

 

 "Film baru ini walau berbentuk kartun namun sangat

 melecehkan Nabi Muhammad SAW", ujar Ayhan Tunja,

 anggota dari The Muslim Coordinating Council of the

 Netherlands, saat diwawancara Islamonline.

 

 Kelompok-kelompok Islam di Negeri Kincir Angin, kini

 sedang melakukan upaya hukum agar film-film yang

 menghina dan melecehkan Islam dihentikan

 peredarannya.

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke