Assalamu'alaikum

wach Boss kayanya kalo kita ngikutin omongan nya orang2 "Liberal" (antek2 
yahudi dan orientalis) mach ndak ada abis2 nya....
yach klo kata dosen saya dulu "garbage in garbage out"  yach klo mulai 
dari ilmu ,teman dan pergaulan mereka aja isinya "GARBAGE"  semua yach 
otomatis tho klo yang keluar dari Mulut mereka juga "GARBAGE" 

jangankan yang keluar yang belum keluar dari mulut mereka aja bau nya udah 
menyengat ,jadi mending g usah kita  terusin topik ini Boss. Ganti yang 
lain aja yach....

Dari pada nambah2in dosa buat kita (gara2 mencela & hujat mereka) mending 
posting hal2 yang bermanfaat buat umat Boss


   




Atmoon <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [EMAIL PROTECTED]
02/04/2008 12:13
Please respond to
[EMAIL PROTECTED]


To
[EMAIL PROTECTED], al-ikhwan <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], syiar-islam <[email protected]>, 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], tauziyah 
<[EMAIL PROTECTED]>
cc

Subject
Re: [eramuslim] Fwd: Musdah Mulia: Islam Mengakui Lesbianisme






Wah, aturan hubungan sesama manusia yang wajar menurut kaidah ajaran Islam 
kan jelas. 

Kalau mau mengikuti nafsu logika inses juga bisa halal. Jadi disini 
masalahnya adalah bolak balikin lidah untuk membenarkan logika sendiri 
(nafsu sendrii) tanpa melihat kenyataan yang dituliskan dalam pedoman 
al-Qur'an. 

Apa yang berbicara dan peserta diskusi pada goblok2 ya gak bisa 
mengcounter logika yang keliru ketika menetapkan pengertian "Idzin Allah". 


Kalau yang dituruti adalah konsepsi paling mendasar dimana manusia 
sebenarnya mendapat suatu ancaman jika menyimpang dari aturan main yang 
seimbang, sebenarnya pengertian "idzin Allah" itu membatasi sekali bagi 
kebaikan umat manusia. 

Silahkan kaji kembali ayat-ayat tentang nabi Luth maupun yang berhubunagn 
dengan nilai etis dan moral sebagai anak Adam yang mengenal Allah bukan 
sekedar berlogika hanya karena membaca buku semata. 

Tanyakan kepada para lesbian dan homo itu apakah mereka sebenarnya 
menginginkan dirinya menjadi lesbian dan homo? Saya yakin akan banyak yang 
bilang tidak. Jadi masalahnya bukan Idzin Allah semata tapi MEMPERTURUTKAN 
HAWA NAFSU BELAKA. Samalah dengan orang yang mabuk, semuanya nafsu, 
penguasa sepeti hitler juga nafsu, soeharto yang dikecam banyak orang juga 
karena memperurutkan ego karena merasa benar sendiri. Dan ketika orang 
mengekang nafsu tentunya akan dapat diperoleh hidayah dan pemahaman kalau 
yang selama ini melenakannya adalah keliru sekali. (bahkan dalam taraf 
hubungan lelaki dan perempuan yang wajar saja kalau berlebihan menjadi 
keliru). Jadi, kontek yang disimpulkan dari konferensi atau diskusi itu 
saya kira terlalu gegabah untuk menetapkan YES or NO belaka dan tentu saja 
tidak bisa dijadikan kesimpulan umum apalagi mengatasnamakan aturan agama 
Islam dimana yang baik dan buruk itu dengan gambalng dijelaskan dengan 
berbagai cara. Baik secara kiasan, kisah
berhikmah seperti umat nabi nuh dengan ancaman yang digambarkan sebagai 
Letusan Gunung api, meteor, dll (sebenarnya i ni kiasan terselubung dari 
penyakit kelamin karena hubungan seks yang abnormal semisal sipilis 
(sipilis atau raja singa ternyata banyak diidap oleh raja-raja zaman 
dulu), ataupun aid), dan lain-lain. 

Bagaimana bisa terjadi suatu statemen bisa disalahpersepsikan menjadi 
suatu kesimpulan umum? Dimanakah kemampuan olah pikri dan rasa yang 
benar-benar tokcer dari para ahli diskusi itu? Apakah mereka benar-benar 
paham isi al-Qur'an secara terintegrasi atau parsial dan sepotong-sepotong 
ala propagandis FITNA?

wass

lasykar5 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
assalaamu alaikum,

ayyuhal ikhwah, sekedar meneruskan informasi yang makin menambah pe-er
ummat. ulama sudah bukan lagi sosok yang dihargai dan dihormati, tapi jadi
tumbal deislamisasi dan demuslimisai oleh kalangan muslim yang erat
berpegangan tangan dengan musuh-musuh islam, tanpa malu dan tedeng
aling-aling dan berhujjah dengan dalil yang dipelintir sesuka hati.

satukan barisan, rapatkan shaf, padukan suara dan jangan lagi mudah 
terpecah
belah, karena musuh kita sekarang adalah mereka yang juga mengaku islam,
beratribut islam dan fasih berdalih dari sumber islam! lakukan sesuatu,
mulai dari diri, sekarang, dari yang ringan! mari doakan juga agar Allah
meringankan langkah dan tangan kita dalam menegakkan KalimatNYA, menyeru
ummat-NYA yang makin jauh dari hidayahNYA, tegas pada kafir dan ramah pada
sesama mukmin.

akan ada batas ketika dakwah bukan lagi sekadar lisan dan tulisan, ketika
tuntutan untuk 'turun tangan' sudah tidak lagi bisa dihindari dan dicegah.
semoga saat itu tiba, kita siap menghadapinya. amin

salam,
satriyo

PS: perlukan sebuah strategi dakwah untuk tiap situasi dan kondisi yang
berbeda, terutama ketika harus menangani problem ummat spt dilakukan oleh
NGA Arus Pelangi? sebagai catatan, di AS, gerakan muslim homo sudah lebih
dulu santer dan mereka mendapat perlindungan payung hukum negara atas
perilaku terkutuknya sambil tetap mengaku muslim! naudzubillah ...!

---------- Forwarded message ----------
From: dwi
Date: 2008/4/1
Subject: [ppi_uika07] PR lagi...........
To:

Musdah Mulia: Islam Mengakui Lesbianisme
<
http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=view&id=6605&pop=1&page=0&Itemid=1
>

<
http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=6605&itemid=1
>
Senin, 31 Maret 2008 *Aktivis liberal Siti Musdah Mulia mengatakan,
lesbian dan homosekstual diakui dalam Islam. Diskusi juga menyalahkan para
ulama yang melarang perilaku menyimpang ini*
**
*Hidayatullah.com--*Homosek dan homoseksualitas adalah kelaziman dan 
dibuat
oleh Tuhan, dengan begitu diizinkan juga dalam agama Islam, demikian salah
satu ucapan Musdah Mulia dalam sebuah diskusi di Jakarta pada hari Kamis, 
27
Maret 2008 kemarin.
Homoseks-Homoseks dan homoseksualitas bersifat alami (wajar) yang 
diciptakan
oleh Allah, seperti itu diizinkan dalam Islam, demikian hasil diskusi yang
diselenggarakan di Jakarta itu.
Dalam diskusi itu juga disebutkan, sarjana-sarjana Islam moderat 
mengatakan
tidak ada pertimbangan untuk menolak homoseks dalam Islam, dan bahwa
pelarangan homoseks dan homoseksualitas hanya merupakan tendensi para 
ulama.

Selain diskusi menyalahkan para ulama, juga menuduh banyak Muslim lainnya
didasarkan pada penafsiran-penafsiran berfikir sempit dalam
pengajaran-pengajaran Islam.
Siti Musdah Mulia wakil *Indonesia** Conference of Religions and
Peace *mengutip
Surat al-Hujurat (49:3) yang mengatakan bahwa salah satu berkah untuk
manusia adalah bahwa semua para laki-laki dan perempuan bersifat sama,
dengan mengabaikan etnisitas, kekayaan, posisi-posisi sosial atau bahkan
orientasi seksual.
"Tidak ada perbedaan antara lesbian dan tidak lesbian. Dalam pandangan
Allah, orang-orang dihargai didasarkan pada keimanan mereka," dia juga
mengatakan dalam diskusi yang diorganisir oleh NGO, *Arus Pelangi. *
"Dan membicarakan tentang keimanan adalah hak istimewa Allah untuk
menghakimi," ujarnya dikuti koran *The Jakarta Post.*
"Inti sari dari agama (Islam) adalah memanusiakan manusia, rasa hormat dan
memuji mereka."
Musdah juga mengatakan homoseksualitas dari Tuhan dan sebaiknya dianggap
sebagai suatu kelaziman, menambahkan tidak didorong hanya oleh nafsu.
Redaktur Majalah *Mata Air, *Soffa Ihsan juga mengatakan, penghakuan
heterogenitas Islam juga sebaiknya memasukkan homoseksualitas.
Dia mengatakan orang Muslim perlu terus melakukan ijtihad untuk 
menghindari
paradigma lama dengan tanpa mengembangkan interpretasi yang berpandangan
terbuka.
Nurofiah dari NU mengatakan yang menyebabkan pelarangan gender akibat
kontruk sosial.
"Seperti prasangka bias jender atau patriarchy, prasangka penyimapangan
sosial dibuat. Akan benar-benar berbeda jika kelompok yang menguasai 
menjadi
pelaku homoseksualitas, " katanya.
Selain Musdah Mulia, permbicara yang ikut hadir adalah Nurofiah dari
Nahdlatul Ulama (NU), wakil Hizbut Tahrir Indonesia, dan wakil Majelis 
Ulama
Indonesia (MUI).
Kelompok *Arus Pelangi * mengatakan, di beberapa tempat, di Indonesia,
perilaku homosek sudah diakui. "Kita mengetahui bahwa di Ponorogo (Jawa
Timur)telah ada pengakuan homoseksualitas," ujar pemimpin *Arus Pelangi*,
Rido Triawan.
Sementara itu, Wakil MUI dan HTI mengutuk perilaku yang termasuk *hombreng 
*
ini.
"Ini merupakan suatu dosa. Kita tidak akan mempertimbangkan, menganggap
homoseks sebagai musuh, tetapi kita akan membuat mereka sadar bahwa apa 
yang
mereka sedang lakukan adalah salah," ujar Wakil Ketua MUI, Amir 
Syarifuddin.

Rokhmat, dari HTI, beberapa kali meminta peserta-peserta homoseksual yang
hadir dalam acara itu segera untuk menyesali dan secara berangsur-angsur
kembali ke jalan yang benar.
*Arus Pelangi *dibentuk pada tanggal 15 Januari 2006 di Jakarta dengan
kantor secretariat di Jalan Tebet Dalam 4 no 3 Jakarta Selatan. *Arus
Pelangi*, sesuai namanya, adalah NGO tempat mangkalnya kaum lesbian dan, 
*gay,
bisexual *dan *transgender *(LGBT).
Dalam pasal keanggotan AD/ART *Arus Pelangi *disebutkan, "Individu yang
mempunyai orientasi seksual LGBT dan/atau individu yang mempunyai 
orientasi
*heterosexual *yang mempunyai komitmen dalam memperjuangkan hak-hak dasar
LGBT." [jp/*cha*, *berbagai
sumber/*www.hidayatullah.com<http://hidayatullah.com/>
]
*foto: 1. Musdah Mulia. 2. pesta kaum lesbih di jakarta*

[Non-text portions of this message have been removed]

@mnadi
personal blog : http://atmoon.multiply.com
fav website : http://www.myquran.com

---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster 
Total Access, No Cost.

[Non-text portions of this message have been removed]

 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke