Yak Betul sekali!!!
Kullu Bid'atn dholalah, kullu dholalatun....finnar!
Ngeri kan...
Kalau ada yang membuat "rusmusan baru" ada bid'ah
hasanah, ada bid'ah dholalah, dst.... berarti rumusan
itu sendiri dah termasuk bid'ah...
apalagi yang mengikuti rumusan itu...
--
...kecuali permasalahan dunia, harus bikin bid'ah (hal
yang baru alias kreatif-inovatif).
Tapi kalo masalah agama...jangan kreatif-inovatif...
i'tiba' ke sunnah Rasul saja sudah amat amat amat
sangat cukup sekali.
Numpang tanya/konfirm kang, barangkali bersedia
sharing singkat-padat, di milis ini,
Seberapa jauh/batas ruang lingkup "agama"?
Kalau ruang lingkup "agama" ada "Batas"-nya, terus
aktifitas2 yang diluar batas tadi itu statusnya
kumaha?
Masih "berani" menyebutnya "ibadah"?
Atau kumaha kang?
Atau yang mendasar lagi, arti, makna dari "Dien" itu
sendiri kumaha kang?
Ruang lingkup, aspek-aspeknya, bentuk-wujudnya,
sifat-karakter, syarat-rukun-nya?
Nuhun nyak.
--- thalibunjahil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ayo belajar lagi... [:o)]
> ingat : hadistnya berbunyi "setiap bid'ah adalah
> sesat" (Dholalah)...nah
> jadi tak ada istilah bid'ah hasanah..Kata
> "Kulu/setiap" dalam hadist ini
> serupa dengan kata "Kulu nafsin/setiap yang
> bernyawa" jadi "setiap
> disini tidak menunjukkan kepada perbuatan yang
> tertentyu..yeah ini
> menunjukkan kepada perbuatan yang "umum" jadi
> apapun amalannya kalau
> tak berdasar sunnah adalah bid'ah! (nggak pandang
> hasanah maupun
> munkarat)
>
> dan yang dikatakan bid'ah hanya terbatas pada urusan
> agama! urusan dunia
> kita boleh (malah harus) bid'ah..bikin pesawat,
> termos, ekstensifikasi
> pertanian, mobil, industri atau apapun takkan
> berkembang tanpa INOVASI!
> bikin dan pake baju mah suka-suka situ aja itu
> urusan dunia..tapi
> menutup aurat itu urusan agama!
>
> benul Umar ra. pernah mengatakan "ini adalah
> sebaik-baik bid'ah"
> (sewaktu melihat jama'ah shalat tarawih)...tapi coba
> diingat lagi
> bukankan manusia terbaik, kekasih ALLAH swt, baginda
> Rasulullah pernah
> melakukan shalat tarawih berjamaah?..tapi beliau
> 'bersembunyi' dirumah
> karena khawatir 'nanti kalian anggap wajib'..jadi
> yaaah itu cuman
> sekedar kata-kata saja karena sunnahnya (shalat
> tarawih berjama'ah)
> memang ada..
>
> hadist : "Barangsiapa membuat buat hal baru yang
> baik dalam islam, maka
> baginya pahalanya dan pahala orang yang
> mengikutinya dan tak berkurang
> sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa
> membuat-buat hal baru yg
> buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa
> orang yg mengikutinya
> dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya" -
> sebagai hujjah untuk
> mendapatkan pahala adalah landasan bid'ah? wah
> sebentar guys ini
> penjelasannya rada panjang tapi coba kusingkat ya..
>
> Muhammad Alwi Al Maliki berkomentar: sesungguhnya
> Nabi saw. menamakan
> bid'ah dalam kebaikan sebagai sunnah dan menjanjikan
> pahala bagi
> pelakunya lalu ia menyebut hadist ini..Imam Asy
> Syatibi sudah
> menjelaskan maksud hadist ini dalam kitab Al
> I'tisham: yang dimaksud
> dengan hadist ini adalah melakukan sunnah itu bukan
> berarti membuat cara
> baru (a.k.a bid'ah) tetapi yang dimaksud adalah
> melakukan apa yang
> berdasar sunnah Nabi saw. alasannya:
>
> 1. hadist tersebut datang berkaitan dengan
> masalah sedekah yang
> disyariatkan. potongan hadist yang diriwayatkan
> Jabir bin Abdillah
> adalah: "Hendaklah seseorang menyedekahkan dinarnya,
> dirhamnya, bajunya,
> satu sha' gandumnya, satu sha' kurmanya dan walaupun
> hanya sepotong
> kurma." Perawi berkata: "Maka seseorang dari kaum
> anshar datang membawa
> karung yang berat, hampir tangannya tidak kuat
> bahkan akhirnya ia tidak
> kuat kemudian manusia saling bergantian bersedekah
> sehingga saya melihat
> wajah Rasulullah saw berseri-seri seakan emas yang
> disepuh lalu
> Rasululullah saw bersabda : "Barangsiapa membuat
> buathal baru yang
> baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala
> orangyang
> mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari
> pahalanya, danbarangsiapa
> membuat-buat hal baru yg buruk dalam islam, maka
> baginyadosanya dan dosa
> orang yg mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun
> dari dosanya"..jadi
> inventor/pelopor yang dimaksud dalam hadist ini
> bukanlah melakukan
> sesuatau yang belum ada melainkan seseorang yang
> mengawali amalan yang
> memang sudah disyariatkan sebelum yang lain
> melakukannya...jadi
> membacanya "siapa yang mengawali melakukan amal yang
> sesuai syariat"
> bukan "siapa yang membuat ibadah baru yang tak ada
> sunnahnya"
>
> 2. hadist ini tidak mungkin diterapkan sebagai
> pembuatan bid'ah sebab
> baik buruknya suatu amal hanya dapat dinilai dari
> sisi syariat. Hak
> untuk menyatakan baik dan buruknya amal adalah hak
> khusus milik Allah
> swt semata, tidak ada tempat bagi akal manusia untuk
> menyatakan
> baik-buruknya amal..konsekuensinya amal yang
> disebutkan dalam hadist ini
> adakalanya baik dalam perspektif syariat atu
> sebaliknya. As Sindi dalam
> catatan pinggirnya di Sunan Ibnu Majah: "Sunnah
> hasanah itu artinya cara
> yang diridhoi Allah dan disyariatkan-Nya. Adapun
> pemilahan antara
> kebaikan dan keburukan adalah dengan sesuai atau
> tidaknya (kebaikan dan
> keburukan tersebut) dengan dasar-dasar syariat".
> Kaidah "pengambilan
> hukum adalah dengan keumuman lafal dan bukan dengan
> kekhususan sebab"
> tidak dapat diterapkan dalam hadist ini, sebab
> kaidah ini digunakan
> ketika ada kesamaan dua bentuk dari sudut asalnya
> tetapi terdapat
> perbedaaan salah satu sisi dari keduanya yang tidak
> terdapat dalam
> contoh dari dalil yang digunakan. (Syaikh Ali Hasan
> dari Adhwaul Bayan
> tulisan Syaikh Asy-Syinqithi)
> (sumber: Membedah Akar Bid'ah; Syaikh Ali bin Hasan
> dikutip dari majalah
> Nikah Vol. 4, No. 6 September 2005, hal 38-39)
>
> Ayolah Islam adalah agama yang sempurna..jadi nggak
> ada logikanya kita
> perlu melakukan sesuatu yang bahkan tidak pernah
> diajarkan..emang ada
> ceritanya syariat yang sempuna ini ada yang
> terlewatkan? Kafir dong kalo
> kita menganggap Allah swt yang Maha suci itu alpa
> atau Rasulullah saw
> lupa!..kenapa kita harus sibuk mengejar-ngejar
> pahala afdhaliyah yang
> gak ada juntrungannya?..yang pasti-pasti
> sajalah..stok pahala Allah jauh
> banget dari keterbatasan logika manusia!..eh
> daripada nguber pahala dgn
> amalan bid'ah udah sia-sia dan tertolak (padahal
> kita diperintahkan
> untuk menjauhkan diri dari kesia-siaan) malah kulu
> bid'atin fi
> naar!..(udah capek, keluar biaya banyak, buang
> waktu..boro-boro
> pahala!)...Kalau sidang pembaca ingat ada satu
> daerah terpencil di
> indonesia timur yang menyelenggarakan maulid
> habis-habisan..dibela-belain ngutang..dalil yang
> mereka gunakan adalah
> "tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai
> diriku (Muhammad saw)
> lebih dari dirinya sendiri"..keren?! padahal warga
> umumnya adalah
> nelayan kecil..
>
> jangan jadikan dinul Islam ini seperti yang
> dilakukan oleh kaum maghdub
> dan dhoollin pada agama mereka..karena ibadah bukan
> karena kita ingin
> melaksanakannya semata (/nafsu)..
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/