Menjadi Politikus Pintar
Nur Aulia Solihah
Girls, tahu nggak sih dunia politik bukan melulu milik kaum lelaki saja.
Muslimah juga memiliki peran penting dalam kancah politik. Sebelum ngomong jauh
soal politik, girls musti paham dulu pengertian politik Islam, supaya kita tahu
rambu-rambunya.
Politik atau siyasah menurut Syaikh Hasan al-Banna yaitu memperhatikan urusan
umat manusia baik dalam maupun luar negeri ( internal dan eksternal), secara
individu dan masyarakat keseluruhannya serta bukan terbatas pada kepentingan
golongan semata.
Syaikh Abdul Qodim Zallum mendefenisikan politik yaitu mengatur urusan umat
dengan negara sebagai institusi yang mengatur urusan tersebut secara
praktis, sedangkan umat mengoreksi melakukan muhâsabah terhadappemerintah
dalam melakukan tugasnya.
Merunut definisi tersebut, lalu siapakah yang disebut politikus itu?
Politikus tentu saja siapa saja yang senantiasa mengikuti kegiatan, peristiwa
ataupun berita politik (pengaturan urusan umat) dan berupaya sungguh-sungguh
untuk mewujudkan politik yang benar. Girls, politikus belum tentu berasal dari
kalangan birokrat (eksekutif, legislatif, yudikatif), pengamat politik semata,
ahli hukum dan tata negara, penikmat berita-berita politik, dan pemikir besar
ternama. Sebab, ciri khas politikus salah satunya, berupaya sungguh-sungguh
mewujudkan politik pengaturan urusan seluruh umat manusia bukan kepentingan
golongan- yang benar sesuai dengan aturan Allah.
Beda banget dengan politik perspektif feminis yang melulu diartikan sebagai
kekuasaan dan legislasi (baca: pembuat undang-undang). Sehingga, ide
pemberdayaan peran politik perempuan selalu diarahkan untuk menjadikan kaum
perempuan mampu menempatkan diri, berkiprah di elit kekuasaan dan lembaga
legislasi. Termasuk juga didalamnya tuntutan quota perempuan duduk di parlemen.
Islam punya seperangkat aturan yang sudah komplit. Islam memandang manusia
sebagai satu kesatuan utuh baik laki-laki atau perempuan. Aturan yang
diturunkan Allah bertujuan memecahkan seluruh masalah manusia bukan hanya
laki-laki saja atau perempuan saja. Jika ada peraturan perundang-undangan yang
sudah sesuai syariah ditetapkan di parlemen, Insya Allah aturan itu sesuai
fitrah manusia dan dijamin tidak bias gender. Walau yang menetapkan adalah
laki-laki semua.
Muslimah memang kudu terjun berpolitik dan tentu sesuai bingkai Islam. Girls,
ketika muslimah berpolitik, kamu musti catet rambu-rambunya diantaranya:
Tidak mengabaikan peran utamanya sebagai ummu wa rabbatul bait (ibu dan
pengatur urusan rumah tangga) bahkan harus sinergi
Bukan untuk menguasai posisi tertentu dengan maksud mengalahkan laki-laki
Bukan untuk meraih kekuasaan atau penentu kebijakan, karena dalam pandangan
Islam posisi penguasa dan posisi rakyat, keduanya memiliki peran yang sama-sama
penting. Hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah : Tidak akan pernah menang
suatu kaum yang menyerahkan urusan (kekuasaannya) kepada perempuan (HR
Bukhori)
Bukan untuk meraih prestise di kalangan perempuan
Bukan aktivitas politik yang dilarang oleh Islam
Nah, peran politik perempuan persfektif Islam itu antara lain:
Mendidik/Membina sesama muslimah. Merupakan aktivitas yang sangat penting,
karena dalam kesehariannya seorang muslimah bergaul sangat dekat dengan para
mahromnya, anak-anaknya dan perempuan-perempuan lain yang ada di
sekelilingnya.
Aktivitas ini merupakan aktivitas politik yang sangat strategis bagi
perempuan, berkaitan erat dengan tugas utamanya sebagai ummun wa rabbatul bait,
sehingga kaum muslimah harus menjadi sasaran utama dalam pembinaan.
Pembinaan kaum muslimah merupakan upaya pemberdayaan politik perempuan pada
target optimalisasi peran dan fungsi kaum perempuan sebagai pencetak dan
penyangga generasi arah pemberdayaan tidak semata fokus pada
optimalisasi peran publik saja melainkan mengarah pada upaya optimalisasi
seluruh peran perempuan, baik di sektor publik maupun domestik sesuai tuntunan
syariah
Di tangan para muslimah tergenggam masa depan ummat, karena dari
tangannyalah akan terlahir anak-anak sebagai generasi penerus di masa dating.
Oleh karena itu, pembinaan terhadap kaum muslimah merupakan hal yang sangat
urgen.
Sekalipun memang tidak dilarang pembinaan laki-laki kepada perempuan, tetapi
dengan pembinaan yang dilakukan dari perempuan kepada perempuan, maka hal ini
akan lebih mendekati kepada tujuan pembinaan itu sendiri.
Ikut mengoreksi pemerintah yang menetapkan aturan tak sesuai aturan Allah.
Hal ini pernah dicontohkan Khaulah binti Hakim. Khaulah memprotes khalifah
Umar bin Khattab selaku pemimpin umat Islam, ketika beliau menetapkan jumlah
mahar tertentu bagi perempuan karena tingginya mahar yang diminta kaum
perempuan pada waktu itu. Kemudian Umar menyadari kekeliruannya dan sesegera
mencabut keputusannya dengan mengatakan : Perempuan ini benar. Rasulullah saw
bersabda : Agama (Islam) itu nasihat/kesetiaan. Kemudian ditanyakan : Kepada
siapa yaa Rasulullah ? Beliau menjawab : Untuk Allah, Rasul-Nya, para
pemimpin kaum muslimin dan rakyat mereka (HR Bukhari).
Ada lima syarat utama seseorang menjadi politisi andal;
Mengikuti secara terus menerus seluruh berita dan peristiwa yang terjadi di
dunia. Ringkasnya, berpikir politis mengharuskan mengikuti semua berita.
Membutuhkan adanya pengetahuan-pengetahuan meskipun pengetahuan awal atau
dasar tentang subtansi berita (peristiwa) atau makna-makna berita.
Tidak melepaskan peristiwa atau berita dari konsteks situasi dan kondisinya,
serta tidak melakukan generalisasi atas peristiwa atau berita.
Mengindentifikasi peristiwa dan kejadian dengan cara memeriksanya secara
teliti sehingga dapat diketahui sumber berita, tempat terjadi peristiwa, maksud
adanya berita atau penyebarannya, panjang pendeknya berita, benar-tidaknya
berita dan hal-hal yang ada dalam jangkauan arti pemeriksaan secara teliti.
Mengaitkan berita dengan berbagai informasi, terutama informasi berupa
berita-berita lain.
Syarat politisi muslim, selain memahami fakta, peristiwa atau masalah
kekinian umat di dunia, juga menganalisanya sesuai dengan pisau bedah syariat
Islam. Bagaimana syariat Islam memecahkan masalah tersebut dan kemudian
memperjuangkan supaya urusan tersebut diatur sesuai Islam. Sudah keharusan,
seorang politisi muslim senantiasa berusaha memahami syariat Islam dalam
berbagai bidang kehidupan. Disamping selalu berusaha mendekatkan diri pada
Allah dengan meningkatkan nafsiyah melalui ibadah-ibadah mahdah yang mumpuni
sebagai sumber kekuatan ruhiyah seorang politisi muslim.
"Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa,
paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan
silaturahmi." (Muhammad SAW).
kampusku
Blogku
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total
Access, No Cost.
[Non-text portions of this message have been removed]