Maaf, kepada moderator yang baik hati, kami numpang info buku:

Langkah Efektif Mencari Pertolongan Melalui Shalat


Setiap manusia memiliki kebutuhan dan keinginan, bahkan bisa dikatakan
keinginan tersebut selalu ada dan tidak terbatas. Dari mulai keinginan
yang dibutuhkan menyangkut dirinya sampai kepada keinginan yang
dibutuhkan menyangkut sebuah negara. Bagi yang beriman, segala
kebutuhan, cita-cita, harapan, dan keinginan tersebut, tidak serta
merta selalu ditempuh melalui jalan usaha secara praktis belaka. Akan
tetapi, ia akan terlebih dahulu mengadukannya kepada Allah subhanahu
wa ta'ala, sebab Dia adalah Dzat Yang Mahakaya, yang memiliki langit,
bumi, dan seluruh alam semesta, Dzat Yang tidak bakhil dalam memberi
kepada yang memohon dan meminta kepada-Nya. 

Oleh karena itu, Rasulullah saw. setiap kali menghadapi kesulitan
beliau selalu mengadukannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala melalui
shalat. Mengadu dan memohon kepada Tuhan yang tidak pernah sekalipun
berada dalam lemah dan miskin. Kenapa? Karena shalat adalah jalan
keluar bagi mereka yang memiliki kesulitan dan kebutuhan, juga sebagai
media dimana seorang hamba mengadukan segala persoalan hidup yang
dihadapinya. Di dalam Al-Qur`an, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

"Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat
dan dengan sikap sabar." (QS Al-Baqarah [2]: 45)

        Salah satunya adalah dengan shalat hajat. Yang mana shalat hajat
ditetapkan atau disyariatkan yang secara khusus dikaitkan kepada
ibadah bagi yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan. Dan
tentunya, ini lebih spesifik dibandingkan dengan shalat-shalat lain
dan memiliki suatu keistimewaan sendiri dari Allah dan Rasulullah saw.

----------------------------------------
Spesifikasi Buku: 
Judul    : Keajaiban Shalat Hajat
Penulis  : Ibnu Thahir
Penerbit : QultumMedia. Jakarta, 2007
Website  : http://www.qultummedia.com

----------------------------------------

>> Bukti Keajaiban Shalat Hajat

Dalam buku ini, disebutkan kisah-kisah nyata dari bukti keajaiban
shalat hajat. Salah satunya sebagaimana disebutkan dalam hadits
berikut: Yakni seseorang yang buta matanya, setelah ia melaksanakan
shalat hajat, matanya sembuh kembali seperti sedia kala.

Dari Utsman bin Hunaif bahwa ada seorang yang buta matanya menemui
Nabi, lalu ia mengatakan, "Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada
mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku." Maka
Nabi saw bersabda, 

"Pergilah, lalu berwudhu, kemudian shalatlah dua rakaat. Setelah itu,
berdoalah (dengan mengucapkan): ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA, WA ATAWAJAHU
ILAIKA BINABIYYI MUHAMMADIN NABIYIR ROHMATI, YAA MUHAMMAD INNI
ASTASYFA'U BIKA `ALA ROBBI, FII RODDI BASHORI (Ya Allah, sesungguhnya
aku memohon kepada-Mu, dan aku menghadap kepada-Mu atas [perintah]
Nabiku, Muhammad sebagai Nabi rahmat, wahai Muhammad, sesungguhnya
saya meminta syafa'at kepada Tuhan-ku dengan dirimu agar Dia
mengembalikan penglihatanku)."

Utsman bin Hunaif berkata, "Dalam waktu yang singkat, laki-laki itu
terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya." Kemudian
Rasulullah saw bersabda, "Jika kamu memiliki kebutuhan, maka
lakukanlah seperti itu (shalat Hajat)." (HR Tirmidzi)  

Buku ini mengupas tentang shalat hajat, baik dari sisi keutamaan,
rahasia, maupun tata caranya. Mudah-mudahan sangat bermanfaat bagi
mereka yang ingin mengadukan seluruh kebutuhan atau hajatnya kepada
Allah secara komunikatif. Selain itu, mudah-mudahan juga sangat
membantu mereka yang ingin mencari jalan keluar dari kesulitan dan
permasalahan yang sedang dihadapi.



Kirim email ke