Artikel Islami
28 Desember 2007 - 16:28
Obati Stress dengan Mengingat Allah
Oleh : Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan (Adi Supriadi)
Kondisi zaman yang serba sulit seperti sekarang ini, hampir membuat semua
orang di Indonesia terjangkit penyakit stres. Tengoklah rumah sakit jiwa di
daerah kita. Kita akan menemukan angka peningkatan orang-orang yang mengalami
gangguan jiwa. Sesungguhnya, stres tidak hanya disebabkan oleh peristiwa buruk.
Semua perubahan yang berhubungan dengan fisik dan psikis seseorang dapat
menyebabkan stres
Stres adalah akumulasi dari reaksi tubuh terhadap situasi atau lingkungan
sekitar yang tampak berbahaya atau sulit. Stres membuat tubuh memproduksi
hormon adrenalin yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Jadi, sebenarnya
stres merupakan reaksi tubuh yang alami (sunnatullah). Hampir sama dengan
reaksi spontan tubuh lain, seperti reaksi tubuh saat menghindar dari panas,
misalnya, atau kita berselimut ketika hawa dingin menerpa tubuh kita.
Memang, ada stres yang membahayakan yaitu stress berat yang dapat berdampak
pada depresi dan pada akhirnya sakit jiwa. Pertanyaannya sekarang, adakah
manfaat stress? Saya jawab ada karena semua yang diciptakan ALLAH Swt tidak ada
yang sia-sia, tak terkecuali hal yang buruk. Stres yang baik sangat berguna
karena dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih tangguh
menghadapi tantangan hidup. Nah, yang perlu diwaspadai adalah stress berat yang
dapat mengakibatkan kegilaan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa hampir semua
penyakit yang diderita oleh manusia muaranya disebabkan oleh stress. Kondisi
jiwa yang tertekan dapat membuat sirkulasi darah dan metabolisme menjadi tidak
sempurna sehingga membuat kita sakit. Pada dasarnya, kita tidak perlu merasa
khawatir dengan stress karena kita mempunyai obat penenang bernama agama.
Stress Bermula dari Kondisi Psikis
Jika kita menemukan orang yang sakit, pada dasarnya kondisi kejiwaannya
sedang terganggu. Kondisi jiwa yang tertekan akan mempengaruhi pikiran dan
perasaan. Jadi sebenarnya, penyakit yang diderita manusia lebih cenderung
karena psikis atau kejiwaannya sedang mengalami gangguan. Ketika kita sedang
stres, tubuh kita secara otomatis akan menghasilkan hormon adrenalin dan
cortisol. Kedua hormon tersebut akan mengakibatkan jantung berdetak lebih cepat
daripada pada keadaan normal. Darah pun akan mengalir dengan lebih cepat.
Keadaan ini tentu menguras tenaga karena kadar gula dalam darah akan terkuras
cepat. Otot pun menjadi tegang, terutama otot di sekitar mata dan kepala.
Kondisi di atas akan memengaruhi perangai seseorang. Orang menjadi mudah
tersinggung, cepat marah, agresif, dan cenderung berlebihan (defensif). Karena
kadar adrenalin makin tinggi, kadar gula dalam darah pun semakin naik. Hal
tersebut membuat kebutuhan akan zat gula makin tinggi. Jika tidak terpenuhi,
orang akan mudah lelah, sukar berkonsentrasi, dan jantung sering
berdebar-debar. Selain itu, tanda yang paling sering menyertai stres adalah
sakit kepala dan gangguan pencernaan. Jika kita membiarkan keadaan ini
berlarut-larut, sistem metabolisme tubuh akan terganggu. Selain memperparah
kondisi kesehatan orang yang sedang sakit, stres juga dapat mengakibatkan daya
tahan tubuh kita menurun. Tidak heran jika banyak komplikasi penyakit yang
salah satunya disebabkan oleh stres.
Bagaimana Mengendalikan Stress?
Stres tidak bisa diobati. Beberapa dokter terkadang hanya memberi obat penenang
sejenis chlordiazepoksida, diazepam, dan nipam, jika penderita mulai mengalami
gangguan mental dan tidak bisa tidur. Jenis obat-obatan tersebut sekadar
mengurangi intensitas detak jantung, mengendorkan otot tegang, dan mengurangi
ketegangan saraf. Nah, cara yang paling tepat adalah kembali kepada ALLAH Swt. "
"Sesungguhnya mengingat ALLAH itu menenangkan hati", demikian firman-Nya
dalam kitab suci Al-Quran. Dengan banyak mengingat ALLAH, hati akan menjadi
tenang dan kita pelan-pelan akan dapat mengendalikan stress
Orang-orang yang hatinya tenang akan selalu menahan diri dari sikap mencari
masalah. Dia akan selalu memandang permasalahan hidup secara positif, realistis
dengan kemampuan diri, terbuka, dan hidupnya teratur sebagaimana yang sudah
menjadi sunnatullah.
Tekanan hidup memang tidak akan pernah berhenti. Kualitas pribadi seseorang
akan tampak ketika dia menghadapi permasalahan. Keimanan kepada ALLAH merupakan
faktor utama yang membuat kita sehat. Cobalah kita bertanya dalam hati kita
masing-masing, mengapa Rasulullah tidak pernah sakit seumur hidupnya? Karena
Rasulullah tidak pernah mengalami stres berat. Mengapa Rasulullah tidak pernah
stres berat? Karena hati Rasulullah senantiasa tenang. Mengapa Rasulullah
selalu diberi ketenangan hati? Karena Rasulullah selalu mengingat ALLAH di
sepanjang kehidupannya. Berserah pada kehendak Allah adalah sikap dasar dalam
menghadapi segala permasalahan.
----------------------------------
Penulis adalah Asisten Manager HR Rabbani Holding, Trainer Motivasi &
Pengembangan Diri di Etos Career Depelovment Centre di Bandung Jawa Barat
(Contac : [EMAIL PROTECTED] / 081573530788)
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]