Buletin Gaul Islam
13 Juli 2007 - 10:12
Gals, Berapa Harga Dirimu?
STUDIA Edisi 349/Tahun ke-8 (9 Juli 2007)
Berapa harga dirimu? Waduh, seakan-akan harga diri bisa ditakar dengan
materi. Emang begitu kan kondisi saat ini. Yang namanya harga diri, murah
banget. Diobral seribu tiga juga banyak yang mau. Kok bisa?
Coba kamu amati lingkungan sekitarmu. Harga diri, terutama kaum perempuan
alias cewek, sudah banting harga di mana-mana. Mulai dari gaya berpakaian yang
kelihatan pusar, (maaf) celana dalamnya, underwear alias kaos daleman, sampai
berpakaian tapi telanjang. Yaitu berpakaian tapi semua lekuk tubuhnya kelihatan
dengan amat sangat jelas bentuk dan ukurannya.
Dikomporin oleh sinetron kacangan di TV yang isinya melulu pacaran dan
pacaran, remaja kita jadi ikutan. Tubuh cewek, bagian mana yang belum terekspos
oleh lawan jenisnya (baca “ pacarnya”) sih? Dalih palsunya sih biasanya sebagai
bukti cinta. Padahal mah, pelecehan harga diri yang seharusnya nggak boleh
dibiarkan begitu saja. Tapi kalo mau sama mau, kan nggak ada hukumnya tuh. Nah
loh, bingung juga kan? Yuk, kita preteli satu per satu masalah ini.
Cewek dan harga sebuah diri
Perkembangan jaman modern bukannya diikuti dengan perkembangan pola pikir yang
modern pula. Tapi pola pikir hingga pola sikap berkembang ke arah jahiliyah
(kebodohan). Hanya saja kali ini memakai bungkus baru: jahiliyah modern.
Lomba-lomba kecantikan yang semua ujung-ujungnya pamer aurat, digelar di
mana-mana. Mulai tingkat RT hingga dunia. Bahkan institusi kampus yang katanya
tempatnya intelektual muda, juga terkontaminasi dengan pagelaran miss kampus.
Baju minim dan seronok namun berharga mahal jadi gaya hidup. Lenggak-lenggok
di atas panggung jadi kebanggaan. Paling banter harga dari diri yang dipajang
itu cuma sebuah piala dari kuningan dan karton satu lembar bertuliskan angka
nominal uang.
Bagi mereka yang nggak kebagian lenggak-lenggok di atas pentas, ada cara lain
yang bisa ditempuh untuk menikmati dunia kemilau itu. Malakin cowok tajir. Si
cowok juga nggak kalah ‘cerdik’ yaitu dengan memanfaatkan cewek rese dan matre
untuk mendapat kemauannya. Mau dibawa kemana aja asal pulang dibelikan HP. Mau
diapa-apakan saja asal ada ongkos ganti pulsa. Halah!
Akhirnya muncul istilah cewek bispak, bisa dipake. Dipake betulin genting,
mompa air atau ngayuh becak? Ya nggaklah. Bisa dipake di sini maksudnya buat
hal-hal yang tak bermoral.
Cewek, kok mau dihargai rendah?
Kalo dipikir-pikir, kenapa pula para cewek itu mau dihargai rendah ya? Para
cewek yang seharusnya punya rasa malu yang tinggi melebihi kaum adam, jadi
berubah. Sudahlah aurat dipamerkan ke mana-mana, mereka ini mudah banget
dijadikan mangsa oleh cowok-cowok tak bertanggung jawab. Seakan-akan mereka
pasrah dan tak punya sikap untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya.
Kondisi ini diperparah dengan kurangnya kontrol masyarakat sekitar. Mereka
cuek bebek dengan merosotnya moral para remaja, terutama ceweknya. Tak ada lagi
sanksi sosial semisal didatangi pak RT bila ada cowok bertandang ke rumah cewek
hingga larut malam. Dan semakin lengkap keparahan ini ketika negara sebagai
penegur utama tak berdaya. Tak ada KUHP atau hukum perdata yang bisa menjerat
cowok yang wakuncar (waktu kunjung pacar) ke ceweknya. Lha wong suka sama suka,
bisa-bisa malah dilindungi sama sistem yang bernama sekulerisme. Apalagi cuma
sekadar pakaian yang kelihatan pusar. Dalih kebebasan perempuan akan menjadi
senjata andalan bila ada yang berusaha mengingatkan.
Gaya hidup mewah adalah penyebab lain dari fenomena cewek murah harga diri.
Semua ini akibat dari kehidupan yang mengagungkan materi alias materialistis.
Materi oriented ini adalah khas milik kapitalisme. Sebuah paham yang sangat
memuja kepemilikan modal atau lapital. Sistem inilah sebetulnya yang kudu
bertanggung jawab terhadap merebaknya cewek-cewek tak berharga diri. Udahlah
ceweknya lemah iman, dikomporin pake kemilau fana duniawi. Klop, jadi pada lupa
daratan.
Cewek, kamu bisa apa?
Biar pun berjenis cewek, perempuan juga manusia. Dengan kemanusiaan ini pula
cewek juga dikaruniai akal untuk membedakan mana baik dan buruk. Sayangnya,
seringkali otak cewek nggak dipake. Bawaannya silau mulu kalo liat barang mewah
sampai harga diri tergadaikan nggak jadi masalah.
Akal yang dipunya cewek, nggak beda dengan yang dipunya cowok. Tapi
seringkali cewek sendiri yang membuat rendah dirinya sehingga mudah aja
dipermainkan cowok. Bukan hanya cowok, tapi pemilik modal juga ikut
menghinadinakan kaum cewek dengan mengeksploitasi keindahan fisik. Oya, sebelum
saya diprotes oleh kaum cowok baik-baik, saya ingin tekankan bahwa nggak semua
cowok suka mempermainkan cewek. Ada kok cowok baik-baik yang menghargai cewek
dengan harga sangat tinggi. Karena tingginya, harganya sebanding dengan surga.
Dengan potensi akal ini, cewek bisa memilih jalan hidupnya. Mau dijadikan
objek ketelajangan dan permainan jaman edan bernama modern ini atau sebaliknya.
Cewek sebagai subjek perubah dan pelaku sejarah sebuah peradaban. How? Gimana
caranya?
Gals, cewek kudu nyadar untuk apa sih dia hidup di dunia ini. Untuk
hura-hura, senang-senang dan foya-foya? Hmm.. cewek kudu nyadar bahwa hidup ini
sementara. Kalo ada sementara pasti ada yang selamanya. Kalo bermakna selamanya
berarti bukan di dunia. Nggak ada orang hidup kekal di dunia ini. Lha wong
dunianya aja fana, kok penghuninya minta kekal. Bila sudah menyadari kenyataan
dunia fana ini, ingatlah bahwa semua yang bernyawa pasti mati. Kalo sudah mati,
lihat tuh jadi teman cacing tanah dan belatung di tanah pekuburan. Ternyata
manusia itu hina ya. Cuma sebegitu aja akhir hidupnya.
Kalau ingat kematian, manusia normal mana pun juga pasti akan berpikir.
Merenung dan berinsaf diri. Apalagi cewek yang memang dasarnya bersifat peka.
Maka akan mudah tersentuh hatinya dengan ajakan mengingat kematian ini. Kecuali
orang-orang bebal yang telah ditutup hatinya oleh Allah. Mereka ini adalah yang
enggan membicarakan kematian. Bahkan ada yang dengan sengaja mengolok dan
mencemooohnya loh.
Dengan mengingat kematian, manusia termasuk para cewek tergugah untuk mencari
makna hidupnya. Tak lain dan tak bukan, ternyata hidup ini adalah sarana saja
untuk sebuah kehidupan kekal abadi di akhirat kelak. Bila ini sudah kamu
sadari, maka sesungguhnya uang, katu kredit, mobil dan gaya hidup mewah jadi
tak ada artinya lagi. Ada sesuatu yang lebih penting dari itu semua.
Beramal untuk akhirat. Jangan bayangkan beramal untuk akhirat ini hanya
dengan sibuk sholat, dzikir, puasa dan ngaji saja. Bukan! Aktivitas-aktivitas
ini memang harus tapi tidak berhenti di situ saja. Bumi dan seisinya perlu
dimakmurkan dengan karya nyata kamu, para cewek. Kamu bisa jadi apa pun yang
kamu mau, sukses dunia tapi punya investasi juga untuk akhirat. Dengan menjadi
ahli lomputer untuk mengacak-acak radar musuh Islam yang akan menyerang negeri
muslim, misalnya. Atau menjadi bisnis woman yang berhasil dan sebagian laba
untuk kepentingan dakwah dan perjuangan menegakkan Islam sebagai ideologi
negara di bawah naungan Daulah Khilafah. Gimana, keren kan?
Cewek, punyai harga diri!
Harga diri bukan barang obralan yang gampang banget dibeli dengan gepokan
rupiah atau kartu kredit. Masalahnya, gimana caranya agar cewek mempunyai harga
diri yang menjadikannya mulia?
Karena di bahasan awal tadi kita sudah tahu bahwa hidup ini sementara dan
kudu nurut sama aturan Sang Pencipta, maka inilah langkah praktis itu:
Pertama, hiasi diri dengan rasa malu. Malu akan menjadi tameng seorang cewek
dari perbuatan maksiat.
Kedua, tundukkan pandangan. Dengan menundukkan pandangan, cewek akan menjadi
makhluk berharga di muka bumi karena nggak jelalatan.
Ketiga, tutupi auratmu. Auratmu yang indah bukan untuk pajangan apalagi
pameran. Oleh karena itu tutupi dengan pakaian takwa berupa kerudung dan
jilbab.
Keempat, jaga interaksi pergaulan. Langkah di atas nggak bakal ada gunanya kalo
kamu masih enteng aja colak-colek sama cowok. Batasi interaksi dengan mereka
seperlunya dan sewajarnya. Nggak perlu over.
Kelima, dekatkan dirimu pada Allah. Dekat dengan Allah itu artinya nggak ada
satu celah kecil pun kamu berbuat dosa. Meski nggak ada kakak pembina
pengajian, ortu nggak liat, atau nggak ada satu orang pun menyaksikan, kamu
nggak bakal bisa lari dari pengawasanNya.
Keenam, last but not least, proaktif gals! Kalo kamu udah menjadi cewek
baik-baik, jangan simpen sendiri. Ajak teman-teman dan sodara-sodara kamu untuk
baik juga. Kalo kamu segan untuk negur secara lisan, bisa juga pake tulisan.
Berikan lembaran Studia ini untuk dibaca mereka, misalnya.
Nah, ternyata nggak susah kan untuk membangun harga diri pada seorang cewek.
Murah meriah kecuali berbekal kemauan aja. Tips di atas bisa kamu amalkan tuh.
Nggak berhenti di sini aja, ternyata memutus rantai rusak ini kamu nggak bisa
sendirian. Ajak teman-teman dan sodaramu untuk bareng-bareng merusak rantai
ini. Kita ganti dengan rantai baru yang indah dalam balutan ukhuwah Islamiyah,
dasarnya akidah Islam. Setuju kan?
Jadi kalo ada yang nanya berapa sih harga diri seorang cewek? Kamu bisa
dengan bangganya menjawab ‘ridho Allah plus surga dengan segala isinya’. Bila
ini yang jadi jawabanmu, maka gepokan rupiah, kinclongnya mobil nggak bakal
bisa mengusikmu. Harga dirimu bukan lagi obralan seribu tiga. Harga dirimu saat
ini cuma surga yang mampu membeli. Jangan ragu, teriakkan dengan lantang bahwa
harga diri seorang cewek cuma satu jawabnya; ISLAM! Oke? [ria: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]