Kesibukan kerja mungkin membuat kita terlena, entah karena target yang
begitu ketat sehingga tanggung jika tidak terselesaikan atau karena kita
memang menikmati pekerjaan sehingga lupa bahwa waktu waktu sholat telah
tiba. Atau mungkin juga kita sudah terbiasa dan nyaman dengan melaksanakan
sholat di akhir akhir waktu, sehingga tidak sibuk pun waktu sholat di
akhirkan. Sholat Dhuhur dilaksanakan jam 13:30 sementara waktu sebelum itu
sebenarnya santai juga. Sholat Ashar jika belum jam 16:30 belum
dilaksanakan. Toh kerja juga ibadah, mungkin demikian pendapat sebagian
orang.Justifikasinya adaaaa aja Padahal kita yakin seyakin yakinnya bahwa
tujuan kerja adalah ibadah juga, bahwa sholat di awal waktu adalah yang
paling Afdhal, bagi laki laki tentu lebih baik berjamaah. Kita sepakat untuk
itu, bahkan jika kita ditanya, segera saja kita akan menjawab bahwa kerja
kita juga diniatkan ibadah. Jadi konsepnya sudah benar.

Lingkungan kerja memang berbeda untuk masing masing kantor. Ada yang bekerja
dengan full deadline , pressure namun ada juga yang relative santai. Waktu
memang kadang menjadi permasalahan namun sikap mental kita sebenarnya lebih
menjadikan masalah, apakah kita bisa " memaksa " diri kita untuk sholat
tepat waktu atau tidak. Biasanya jika kita sudah terbiasa mengakhirkan
sholat, perasaan untuk sholat di akhir waktu juga biasa biasa saja. Bahkan
mungkin untuk jarak Jakarta – Bogor, Jakarta – Bekasi yang tidak jauh pun
dijamak, karena tanggung maghrib dijalan, padahal syarat untuk dijamak belum
memenuhi. Padahal jika sudah terbiasa sholat berjamaah di masjid,
ketinggalan sholat berjamaah ada perasaan lain, ada perasaan rugi disana.

Para Salafus Shalih memberikan contoh yang sangat menarik dan patut kita
contoh untuk hal ini. Mereka memberikan hukuman, Punishment, Mu'aqobah
kepada dirinya sendiri manakala mereka ketinggalan dalam sholat sunnah atau
sholat berjamaah. Bukan sholat Wajib lho yang ketinggalan, tapi sholat
sunnah atau sholat berjamaahnya.

Ketika Abu Thalhah sedang Sholat, didepannya lewat seekor burung,lalu
beliaupun melihatnya, sehingga lupa sudah berapa roka'at sholat beliau.
Karena kejadian tersebut beliau mensedekahkan kebunnya untuk kepentingan
orang orang miskin sebagai sanksi atas kelalaian dan ketidak khusu'annya.

Umar Bin Khattab raddhiyallahu 'anhu pernah pergi ke kebunnya. Ketika pulang
didapatinya orang orang sudah selesai melaksanakan sholat Ashar. Maka Umar
berkata " aku pergi hanya untuk sebuah kebun, aku pulang orang orang sudah
shalat Ashar …! Kini kebun ku aku jadikan shadaqah untuk orang orang miskin
".

Hasan bin Hannan pernah melewati sebuah rumah yang baru selesai dibangun.
Beliau berkata " Kapan rumah ini dibangun ?" Kemudian beliau menegur dirinya
sendiri, " kenapa kamu tanyakan sesuatu yang tidak berguna untuk dirimu ?
akan kujatuhkan sangsi dengan berpuasa sunnah.

Subhanallah ini bukan negeri dongneng, namun ini adalah contoh dari generasi
generasi terbaik yang memang sudah seharusnya kita mengusahakan semaksimal
mungkin untuk mencontohnya. Naik turunya iman sering terjadi, kemalasan
sering melanda kita apalagi dengan dunia kerja yang begitu dinamis. Yang
terbaik adalah jika kita terseret dalam arus kemalasan dan santai, maka kita
harus memaksa diri kita untuk memulainya. Jika kita terbiasa sholat lebih
dari Jam 13:00 paksa untuk lebih awal lagi dsb. Jika kita senantiasa menunda
nundanya biasanya hari berikutnya pun masih akan kita tunda lagi, itupun
belum tentu berhasil. Ulama mengajarkan kita untuk salah satu agar komitmen
ini berhasil adalah bergaullah dan akrablah dengan orang orang shalih,
niscaya ruhiyah kita akan meningkat,.
" Hai orang orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu
beserta orang orang yang benar ( Qs 9:119 ).

" Seseorang itu bersama dengan orang yang ia cintai ( Bukhori - Muslim ).

Berat rasanya jika kita pinginnya sholih, sholat sunnah nya kuat, sholatnya
tepat waktu, namun pergaulan sehari hari didominasi dengan pergaulan yang
tidak islami. Sangat mungkin turunnya lebih sering daripada naiknya.
Pentingnya bergaul dengan orang orang sholih ini, sangat ditekankan oleh
para ulama salaf,Salah seorang ulama salaf mengatakan " Kalau saya merasa
malas dalam beribadah maka saya perhatikan wajah Muhammad bin Wasi ( seorang
alim yang banyak beribadah ) dan bagaimana kesungguhannya dalam beribadah,
kemudian saya ikuti cara ibadahnya selama satu minggu ".

Saudaraku semua, semoga bermanfaat, terutama bagi diri saya sendiri. Saya
tujukan tulisan ini terutama bagi diri saya sendiri juga jika berkenan bagi
rekan rekan di milis kariramanah ini semuanya. Ayo, kita tingkatkan
semangat. Kita lawan kemalasan. Jika kita masing dalam Last minute mentality
dalam mengerjakan sesuatu, sudah seharusnya kita mulai rubah. Islam tidak
demikian. Tidak salah juga kita mencari rekan yang baik, dan sholih. Jika
masih dalam lingkungan yang kurang baik, tidak salah juga dibarengi dengan
lingkungan yang kondusif untuk menguatkannya. Karena sahabat yang baik
memang sungguh berarti untuk keimanan kita. Peribahasa mengatakan
Sahabat adalah penentu
Jangan Tanya siapa aku
Tanyakan siapa sahabatku
Pasti Anda tahu siapa diriku

Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Wass Wr Wb
www.nada369.blogspot.com


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS

Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 
http://www.media-islam.or.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke