BlankAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kepada para ustadz/ustadzah, akhi/ukhti, anggota milis yang cukup beragam
ini, saya ingin menanyakan tentang bacaan shalawat, dan dalil-dalilnya yang
benar dan shahih:
1. Sebenarnya bagaimana bacaan shalawat yang benar yang diajarkan Rasulullah
saw, sesuai hadits yang benar?
2. Bagaimana dengan hukum mengamalkan beberapa bacaan shalawat yang banyak
sekali macamnya, dari yang pendek sampai yang panjang-panjang?
3. Selain kepada Rasulullah Muhammad saw. kepada siap lagi kita dianjurkan
bershalawat dan bagaimana hukumnya?

Kegundahan di hati saya selama ini khususnya perihal bacaan salam, terus
terang karena kebodohan saya selama ini, ditambah lagi ketika membaca
beberapa majalah tabloid Islam, di sana banyak sekali bacaan shalawat yang
katanya berasal dari habib ini, habib itu yang katanya terbukti membawa
keberkahan ini dan itu.

Atau saat menghadiri pengajian di beberapa tempat, ada juga beberapa
shalawat yang bacaannya begitu panjang (Al Barzanji, Simthudh Dhurar, dan
bacaan-bacaan semacamnya) yang kadang saat mendengarnya  indah dan terasa
sejuk juga. Namun di saat yang sama sempat berpikir juga, apakah ini benar
dan memang disunnahkan? Belum lagi kadang ada beberapa pendapat yang
mengatakan sebagian di antaranya adalah bid'ah, dll.

Kadang berpikir juga, seandainya bacaan-bacaan yang indah itu kita anggap
sebagai seni dalam arti seni kita dalam memuji kebesaran Nabi dan Islam,
juga seni dalam memuji kehebatan para sahabat dan orang-orang terbaik
sesudahnya. Pujian ini bukan berarti kita meniadakan rasa (puji) syukur kita
kepada Allah SWT, bukan. Tapi, boleh juga kita maksudkan bahwa kita
mengingat bahwa Allah telah menurunkan orang-orang hebat itu sebelum kita,
yang membawa dan memelihara kebesaran Islam di muka bumi hinggga kini. Belum
lagi, mendengar atau 'menyanyikan' bacaan-bacaan tersebut di hati kita
mungkin lebih terpuji daripada mendengar dan menyanyikan lagu Bon Jovi,
Madona dll yang memuji-muji cinta, dunia dll ga karuan.

Mohon penjelasan dan dalil2nya, semoga bisa memberi pencerahan di hati kita
semua.

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Mulyono



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke