Edisi : 512

Jumat, 

25  Rabiul  Akhir  1429 H

2 Mei 20008 M 

 

Sekretariat

Masjid Al-Hakim

PT SUCOFINDO (PERSERO) 

Graha Sucofindo Jl. Raya Pasarminggu Kav.34 Jakarta 12780

Telp. (021) 7983666  Ext.1209 Fax   (021) 7983888

 

BUAH MENGIKUTI  RASULULLAH SAW

 

  

""Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,
niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. " (Ali Imran 3:31).

Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam tafsirnya Ad-Duril Mantsuur (mutiara
yang ditebar) Juz 2/238 menafsirkan hal tersebut dengan membawakan
beberapa hadits.

 Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir dari Hasan RA : Ada suatu kaum yang
datang kepada Nabi SAW : Yaa Rasulullah  sesungguhnya kami amat
mencintai Tuhan kami, maka Allah menurunkan ayat tersebut " Qul
inkuntum.....dst).

Dari Umar RA berkata nabi SAW : Tidak sempurna keimanan seseorang
sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa-apa yang datang kepada kalian
(Alqur'an dan sunnah). 

Dari Abu Dzar dan Aisyah RA yang dimaksud dengan ayat tersebut menurut
Rasulullah adalah bertakwa, berbuat kebaikan, rendah hati dan
menundukkan hawa nafsu.

Dicintai Allah

Setelah kita memahami makna ayat tersebut menurut Ahli Tafsir sekaligus
Mujtahid di abad 9 H yaitu Imam As Suyuthi dan  penulis lebih dari 600
kitab di berbagai ilmu mulai dari tafsir, hadits, fiqih dll, maka
saatnya kita mengetahui buah, keuntungan dan keutamaan dalam mentaati
dan mengikuti Rasulullah SAW.

Keuntungan pertama sudah sangat jelas dan terang benderang terpampang
pada ayat tersebut yaitu DICINTAI Allah SWT.

Karena cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah adalah satu paket.
Tidak mungkin orang cinta kepada Allah tapi ia tidak cinta dan dan tidak
taat kepada nabi SAW.

Karena satu-satunya jalan untuk mencintai Allah adalah dengan mencintai,
mentaati dan mengikuti Rasulullah SAW.

Karena itu dusta, apabila ada orang yang mengaku cinta kepada Allah tapi
tidak mau mengikuti syariat yang dibawa Rasulullah SAW. Apalagi sampai
tingkat mendustakan dan mencampakkan dari lapangan kehidupan.

Taat kepada Rasulullah juga merupakan jaminan mendapatkan jannah.

Rasulullah SAW bersabda, "Semua umatku masuk syurga kecuali yang enggan.
Siapa yang enggan ya Rasulullah? Beliau menjawab, "Barang siapa taat
kepadaku maka masuk syurga dan barang siapa yang durhaka kepadaku maka
dialah yang enggan itu" (HR Bukhari).

Diampuni Allah SWT

Buah yang kedua, kita akan diampuni oleh Allah SWT. Mungkin kita banyak
amalnya namun tanpa ampunan Allah apalah artinya amal yang banyak
tersebut.

Untuk itulah mari kita mencontoh beliau dengan banyak beristighfar,
berdo'a dan berdzikir.

Dan dari Ibnu Abbas RA bahwasanya Rasulullah SAW berkata : Maka jika
kalian ruku' agungkanlah Tuhanmu di dalamnya, dan ketika sujud
bersunguh-sungguhlah (dengan memperbanyak) do'a, maka Allah akan
mengabulkan bagi kalian (HR Muslim)

 

Mendapatkan Rahmat Allah SWT

Dengan taat dan mengikuti Rasulullah maka rahmat Allah akan turun dengan
deras ke muka bumi. Allah akan membukakan berkahnya dari langit dan
bumi. Baik dalam bentuk hujan, tumbuhan, buah-buahan, peternakan, sawah,
ladang, emas, perak hingga minyak bumi. 

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah
Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi
mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka
disebabkan perbuatannya. "(Al A'raaf 7:96).

Menurut Qatadah yang dimaksud berkah dari langit dan bumi adalah
diberikannya kepada mereka tumbuh-tumbuhan. (Ad Duril Mantsuur 4:274)

Menurut Imam Al Baidhawi dalam tafsirnya yang dimaksud "dibukakan"
adalah diberikannya kebaikan, kemudahan, diturunkannya hujan dan
tumbuh-tumbuhan (2/294).

Mendapatkan Hidayah

Selain itu Allah juga akan memberikan hidayah-Nya kepada kita.
Memberikan jalan dan petunjuk-Nya. Sehingga kita mengetahui bahwa yang
haq itu haq dan yang bathil itu bathil. Sebagaimana do'a kita
sehari-hari.

Betapa banyak orang pandai bergelar Prof, DR, pakar dsb, tapi tidak
mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Akibatnya ada diantara mereka tetap
hidup dalam kekafiran.

Sebagaimana para ahli ilmu-ilmu ke-Islaman dari Barat yang disebut
Orientalis yang hanya menjadikan Islam sebagai objek kajian ilmu semata.
Namun  sinar iman dan Islam  tidak masuk ke dalam hati, jiwa dan akal
mereka. 

Karena itulah dalam sholat lima waktu kita diajarkan untuk selalu
berdo'a kepada Allah, minimal 17 kali sehari : Ihdinash shiraathal
mustaqiim.

 "Ihdinaa (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke
suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar
memberi hidayah   saja, tetapi juga memberi taufik. Artinya kita
diberikan kemampuan untuk tetap konsisten dan mampu menjalankan hidayah
Allah tsb. dalam kehidupan sehari-hari.

Harga Diri 

Dengan taat dan mengikuti Rasulullah kita akan memiliki harga diri yang
tinggi. Tidak takut kepada orang kafir. Tidak minder apalagi rendah
diri.  Sebagaimana yang saat ini menimpa dunia Islam. Mereka sangat
minder dan takut kepada AS, Yahudi dan sekutu-sekutunya.

Karena itu untuk menilai suatu bangsa tersebut memiliki cinta dan taat
kepada Rasulullah dapat dilihat dari sikapnya terhadap orang-orang kafir
yang memusuhi umat Islam. Dan jangan hanya dilihat dari ibadah
mahdhah(ritual)nya semata. Atau hanya dilihat dari penampilan fisik dan
pakaiannya saja. 

Tapi lihatlah bagaimana sikapnya mereka dalam masalah wala' (cinta) wal
baro' (kebencian) terhadap orang-orang kafir yang memusuhi dan menjajah
negeri-negeri Islam. Kalau ia hanya diam membisu dan tidak berani
melakukan perlawanan apalagi lari dengan berhijrah dari medan perang,
sungguh orang semacam itu tidak memiliki keberanian, harga diri ('Izzah)
dan bersifat pengecut. 

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang
yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi
mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu
itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan
diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali
dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka
Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya."(Al Anfal 8:15-16).

Menurut tafsir Ad-Duril Mantsuur ayat itu berkaitan dengan perang Badar,
tidak sebelumnya dan tidak pula sesudahnya.

Untuk itulah Syaikh Hasan Al Bana mengutip dari Rasulullah agar kita
melazimkan berdo'a di pagi dan petang agar kita dijauhkan dari sikap
pengecut. 

ALLAHUMMA INNII A'UUDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZAN WA A'UUDZUBIKA MINAL
'AJZI WAL KASAL WA A'UUDZUBIKA MINAL JUBNI WAL BUKHL WA  A'UUDZIBIKA MIN
GHALABATID DAINI WA QAHRIR RIJAAL (HR Abu Dawud)

"Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susah dan sedih,
dari lemah dan malas, dari PENGECUT dan kikir dan dari lilitan hutang
dan kesewenang-wenangan orang."

Semoga kita termasuk orang yang taat, cinta dan mengikuti Rasulullah SAW

 

TANYA JAWAB

 

Tanya : Saya bekerja sebagai akuntan publik dan bekerjasama dalam sebuah
firma.  Apakah untuk profesi saya ini diwajibkan berzakat? Adakah dasar
hukum yang mengatur hal ini? Bagaimana menghitung zakat saya?Apakah
melalui saya pribadi atau melalui firma?

 

DR. Didin Hafidhuddin, MSC menjawab :  

 

Setiap pekerjaan halal, termasuk akuntan public, yang mendatangkan
penghasilan, setelah dihitung selama satu tahun hasilnya mencapai nishob
(senilai 85 gram emas) maka wajib dikeluarkan zakatnya 2,5% .

 

Hal ini berdasarkan firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman,
nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik
dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. "(
2:267)

Dan Surat At Taubah ayat 103 : Ambillah zakat dari sebagian harta
mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan  dan mensucikanmereka dan
mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman
jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui "

Juga berdasarkan hadits shahih riwayat Imam Tirmidzi, nabi SAW bersabda
:"Keluarkanlah olehmu seklian zakat dari harta kamu sekalian."

 

Jika anda bekerjasama dalam kegiatan ini bersama orang lain dalam bentuk
firma, maka untuk memudahkan perhitungannya anda keluarkan zakat secara
pribadi saja. (Panduan Praktis Tentang Zakat, Infak dan Sedekah, Gema
Insani Press, Jakarta, 2004 hal. 105-106).

 

HIKMAH

 

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa
mengucapkan Laa ilaaha Illallah wahdahu laa syarika lahu lahul mulku
walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syay'in qadiir pada setiap hari
sebanyak 100 x maka baginya seperti membebaskan 10 budak dan dituliskan
baginya 100 kebaikan dan dihapuskan darinya 100 kejelekan serta
dijauhkan dari gangguan syetan pada hari itu hingga sore harinya dan
tidak ada yang diberikan keutamaan lebih dari itu terhadap salah seorang
diantara kalian kecuali bagi orang lain yang beramal lebih darinya dan
beliau bersabda : barang siapa mengucapkan SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI
setiap hari sebanyak 100x  maka dihapuskan kesalahannya meskipun
sebanyak buih di lautan (Muttafaqun 'alaihi / HR Bukhari-Muslim).

 

Kegiatan Masjid Al Hakim (Insya Allah) :

 

Bimbingan Baca Alqur'an (Setiap Senin s/d Rabu ba'da dhuhur) dan Setiap
Senin Jam 17.00 untuk pemula, Kuliah Dhuhur : Setiap Selasa dan  Kamis
dengan Materi meliputi :  Ushul Fiqih (KH Qomarudin Ali, MA), Fiqih
(Drs. Anis Agus, SQ), Tafsir (DR HM Anwar, MA), Hadits Arbain (Budi
Ashari, LC),  Riyadhush Shalihin (DR. Daud Rasyid, MA), ESQ (Tim
Trustco), Sirah Nabawiyah (Drs. Mukhlish Abdi), Aqidah (Drs. Ferri Nur),
Ekonomi Islam (DR. Syafi'i Antonio), Program Terjemah Alqur'an (Setiap
Senin Jam 17.00)

Seni Baca Alqur'an, Setiap Kamis Jam 17.00

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke