http://www.indopos. co.id/index. php?act=detail_ c&id=340110

Selasa, 06 Mei 2008,
Sigap Layani Negara Barat, Cueki Negara Timur Tengah

JAKARTA - Pejabat Indonesia dinilai cepat menanggapi tawaran kerja
sama dari negara-negara Barat, tapi kerap mengabaikan tawaran bantuan
dari negara-negara Timur Tengah. Akibatnya, peluang bisnis lebih
banyak ditangkap Malaysia.

Keluhan itu disampaikan sejumlah duta besar negara Timur Tengah yang
tergabung dalam Dewan Kerja Sama Negara-Negara Teluk (Gulf
Country/GCC) pada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hadir dalam pertemuan di
Istana Wakil Presiden itu, antara lain, Dubes Arab Saudi Abdurrahman
Mohammad Amen Al Khayat, Dubes Qatar Yousif Khalifa Abdullah Al-Sada,
Dubes Oman Husain Ali Taher Mokaibal, Dubes Uni Emirat Arab Yousif
Rashid Al-Sharhah, dan Dubes Kuwait Faisal Sulaiman Ali Al-Musallem.

"Secara gamblang mereka mengharapkan pejabat-pejabat tinggi Indonesia
lebih sering datang ke Timur Tengah. Mereka kerap mengundang pejabat
tinggi Indonesia, tetapi tidak sering ada menteri yang datang ke
sana," ujar Utusan Khusus Presiden untuk kawasan Timur Tengah Alwi Shihab.

Mantan Menko Kesra itu menuturkan, para duta besar mengeluh tawaran
bantuan yang diajukan negaranya kerap diabaikan pejabat tinggi
Indonesia. Akibatnya, ada kesan negara-negara Arab tidak bersedia
membantu kesulitan Indonesia.

Protes itu antara lain disampaikan Dubes Uni Emirat Arab yang telah
menyurati Menkes Siti Fadilah Supari. Dia menawarkan bantuan
menanggulangi virus flu burung dan program eradikasi polio. "Mungkin
karena kesibukan menteri atau aparat Depkes, hingga kini belum ada
respons yang layak," kata Alwi.

Tawaran bantuan juga datang dari Duta Besar Oman pada Departemen Luar
Negeri untuk mempercepat pembukaan KBRI di negara itu. Tawaran itu pun
tak mendapat sambutan. "Padahal, mereka siap memobilisasi kekuatan
agar hubungan Indonesia dengan Dewan Kerja Sama Negara-Negara Teluk
(Gulf Cooperation Council) di bidang ekonomi semakin kuat," terang
Alwi. Dalam pertemuan tersebut, Kalla berjanji meneruskan keluhan itu
kepada menteri-menteri terkait.(noe)

    


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke