Salam,

Berikut sebuah tanggapan atas informasi seputar issue Lesbianisme 
dalam Jurnal Perempuan yang merebak di sejumlah milis, spt yang saya 
utarakan di posting sebelum ini ...

salam,
satriyo

--- In [EMAIL PROTECTED], "n_sjamsi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

KAMPANYE MEMELOROTKAN HUKUM AGAMA
Gais Chalifah


Semakin hari semakin terlihat apa yang diperjuangkan bukan lagi hak 
hak sipil tapi melebar semakin jauh. Ahmadiyah dibela bukan hanya hak 
hidup penganutnya tapi juga keyakinannya, Homo dan Lesbian bukan lagi 
hak dasar kemanusiannya tapi juga orientasi seksualnya diberi 
pembenaran. Sialnya lagi  dengan mengutak atik ayat yang sudah Qot'i. 
Ayat yang sudah tak perlu ditafsirkan karena bunyinya terang 
benderang....

Provokasi pada kelompok Islam garis keras sepertinya hanya medan 
antara, kekerasan mereka bukan ingin ditertibkan tapi sebaliknya 
ingin di MAKSIMALISASIKAN. karena bukan kekerasan  yang menjadi 
musuhnya bahkan kekerasan kelompok Islam garis keras itu, menjadi 
alat kampanye kaum Islam Phobia. Tujuan sebenarnya adalah  keyakinan  
pada agama yang ingin di TANGGALKAN. Semakin hari provokasi semakin 
dipertajam agar kelompok kelompok islam marah dan  mereka 
kaum "penista agama" menarik keuntungan dari situ.

Membaca berbagai pendapat diberbagai  media massa juga diberbagai 
milis terakhir posting jurnal Lesbian yang dikirim kemana mana, jelas 
sudah kecenderungannya,  bukan kelompok garis keras yang ingin 
ditertibkan tapi keyakinan kita pada agama yang ingin di "TERTIBKAN". 
Berganti menjadi etika umum etika otak manusia  yang membolehkan 
segalanyanya. Lebih aneh lagi  bisa bisanya berkata: hadist hadist 
yang bicara tentang Homo itu palsu alias lemah alias dhoif. Setahu 
saya intelektual punya kriteria dalam memberi pendapat berdasarkan 
keilmuannya, menjadi pertanyaan besar, kapan menjadi DR dibidang 
hadist ? dimana dan kapan belajarnya ..? apa kompetensinya 
menyatakan  hadist itu palsu, dhoif, lemah dsb.

Secara kasat mata semakin jelas terlihat, keberadaan Islam garis keras
bukanlah hal yang "merugikan" mereka tapi sebaliknya  dijadikan alat 
untuk sekaligus memeloroti keyakinan manusia pada agama. Setiap hari
diprovokasi bahkan ditantang dengan tujuan agar lebih merusak lebih
menunjukkan kekerasan agar kampanye memeloroti hukum agama semakin
efektif.

Kalau itu yang memang diinginkan saya pun bisa berkata: Bukan otak 
model Islam Phobia yang memerdekakan negeri ini tapi otaknya umat 
Islam yang punya keyakinan pada kalimat Syahadat, punya keyakinan 
pada arti kalimat Allah Hu Akbar, punya keyakinan pada Muhammad 
Rasulullah. Mereka adalah manusia manusia yang kalau masih hidup hari 
ini masuk  dalam kriteria oleh kaum "penista agama" sebagai "EKSTRIM 
FUNDAMENTALIS." Itulah watak seaseli aselinya dari kaum yang katanya 
menghargai pluralisme tapi membenci orang lain yang masih mempercayai 
Tuhan dan hukum hukumNya bahkan mengingkari sejarahnya sendiri.

Pengerusakan pada aset Ahmadiyah apalagi mencelakai penganutnya jelas
SALAH. tapi membela keyakinan mereka yang mempercayai ada Rasul lain
setelah Muhammad jelas LEBIH SALAH lagi.  Membela Homo dan Lesbian
adalah syah dan hak masing masing orang, Akan tetapi membela mereka
dengan membelokkan  ayat Qur'an apalagi menafsirkan ayat bahwa Homo 
dan Lesbian (orientasi seksual)  tidak dilarang . "Allah hanya 
melihat Taqwa bukan orientasi seksual."  (Musdah Muliya) Secara 
tersirat terbaca bahwa keyakinan pada kebenaran agama ingin 
diruntuhkan melalui segala cara termasuk dengan dalil agama yang 
dibuat buat.

Tidak ada yang menyukai kekerasan terlebih pada kaum minoritas, 
kelompok kelompok Islam itu sepertinya masuk dalam "perangkap" 
provokasi yang berlebihan. Saya yakin seyakinnya memang kekerasan 
itulah yang dinginkan oleh  kaum "penista agama". Agar lebih mudah 
menjauhkan orang lain dari keyakinan pada agama.

Agama itu merusak, agama itu masa lalu, agama itu sudah out of 
date..... itu adalah inti dari semua yang mereka kampanyekan dan 
itulah yang diinginkan oleh mereka kepada kita sebenarnya......


[Non-text portions of this message have been removed]

--- End forwarded message ---


Kirim email ke