Terimakasih pak Roni.
Tapi silahkan baca tulisan saya di bawah. Karena dengan harga minyak 
Internasional sampai US$ 200/barrel pun Indonesia akan tetap untung US$ 35 juta 
lebih perhari dengan harga sekarang karena produksi minyak di Indonesia sekitar 
1 juta bph sementara kebutuhan hanya sekitar 1,2 juta bph. Jadi impor cukup 0,2 
juta bph saja.

Silahkan download file simulasinya di:
http://www.mediafire.com/?4gdbwgez1gd

Itu cuma matematika yang sederhana saja sebenarnya.
Dan dari peta yang anda berikan, konsumsi minyak Indonesia itu sudah termasuk 
paling rendah. Jauh di bawah Jepang, Korsel, Singapura, dan negara2 Eropa yang 
tidak punya minyak. Berapa sih jumlah penduduk Indonesia yang punya mobil 
mewah? Kebanyakan cuma naik angkot dan sepeda motor.

Mudah2an kita bisa membongkar penipuan yang bisa menyengsarakan fakir miskin. 
Kalau harga minyak naik, ongkos angkutan pasti naik. Harga barang juga pasti 
naik.

--- On Thu, 5/8/08, Harmas, Roni [LPM UIR] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Harmas, Roni [LPM UIR] <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [syiar-islam] Re: Perbandingan Harga Bensin di Seluruh Dunia
To: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>, "syiar-islam" <[email protected]>
Date: Thursday, May 8, 2008, 8:09 PM
    
            Fyi..

 

Sejak tahun 2005, konsumsi minyak di indonesia sudah mencapai 1.168.000

> barel, padahal produksi sebesar 1.129.000. Jumlah produksi terus

menurun,

> sementara konsumsi terus meningkat.

>

> Data saya peroleh dari BP Global. -->

>

http://www.bp. com/sectiongener icarticle. do?categoryId= 9017904&contentI d=

7033466

<http://www.bp. com/sectiongener icarticle. do?categoryId= 9017904&contentI d

=7033466>  

>

<http://www.bp. com/sectiongener icarticle. do?categoryId= 9017904&contentI d

=7033466

<http://www.bp. com/sectiongener icarticle. do?categoryId= 9017904&contentI d

=7033466> >



Salam,

Roni



____________ _________ _________ __



From: syiar-islam@ yahoogroups. com [mailto:syiar-islam@ yahoogroups. com]

On Behalf Of A Nizami

Sent: Friday, May 09, 2008 10:01 AM

To: mifta-perjuangan@ yahoogroups. com; syiar-islam; Saksi;

[EMAIL PROTECTED] s.com

Subject: [syiar-islam] Re: Perbandingan Harga Bensin di Seluruh Dunia



Sebetulnya hingga harga minyak Internasional menembus angka US$

200/barrel pun Indonesia tetap untung. Jadi istilah subsidi BBM itu

benar2 penipuan.



Kenapa? Itu benar kalau Indonesia 100% mengimpor minyak. Tapi Indonesia

memproduksi sendiri minyak 1 juta bph. Kebutuhan 1,2 juta bph. Dan impor

0,2 juta bph (ini kalau ekspor dan impor aneh ditiadakan karena

Indonesia mengekspor 500 ribu bph meski kekurangan).



Dengan biaya perolehan minyak dalam negeri US$ 15/barrel dan harga

minyak Internasional US$ 200/barrel hingga total biaya untuk bbm impor

US$ 215/barrel sementara harga jual sekarang Rp 4.500/liter (US$

78/barrel) maka Indonesia tetap untuk sekitar US$ 35 juta per hari.



Ini matematika sederhana (untung dulu Matematika pernah dapat 9...:).

Silahkan download spreadsheetnya di:

http://www.mediafir e.com/?4gdbwgez1 gd

<http://www.mediafir e.com/?4gdbwgez1 gd> 



Lihat di:

http://infoindonesi a.wordpress. com/2008/ 05/08/perbanding an-harga- bensin-

di-seluruh-dunia/

<http://infoindonesi a.wordpress. com/2008/ 05/08/perbanding an-harga- bensin

-di-seluruh- dunia/> 



AS dan Cina adalah importer minyak terbesar dan ketiga di dunia. Tapi

harga minyak di AS cuma Rp 8.464 sementara Cina Rp 5.888

(http://worldnews. about.com/ od/oilnaturalgas /tp/oil_imports. htm

<http://worldnews. about.com/ od/oilnaturalgas /tp/oil_imports. htm> ).

Padahal penduduk kedua negara lebih besar dari Indonesia dan pendapatan

per kapita penduduk AS jauh lebih besar dari Indonesia.



Indonesia meski premium cuma Rp 4.500 (yang akan dinaikkan jadi Rp

6.000/liter) namun harga Pertamax mencapai Rp 8.700/liter. Jadi

Indonesia ini benar-benar mengikuti kemauan spekulan pasar/kaum

Neoliberalis.



Kalau di surat Al Ma'uun orang yang tak menyantuni fakir miskin sebagai

pendusta agama, maka para penipu yang menyengsarakan rakyat dengan harga

BBM yang tinggi sehingga tarif bis, mikrolet (yang digunakan rakyat

kecil) serta angkutan pangan naik lebih dari pendusta agama.



Hendaknya kita tidak tertipu dengan tipuan keji yang menyengsarakan

rakyat.



===



Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS



Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252



Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari

Telkomsel 



Informasi selengkapnya ada di http://www.media- islam.or. id

<http://www.media- islam.or. id>  atau http://syiarislam. wordpress. com

<http://syiarislam. wordpress. com> 



--- On Thu, 5/8/08, fade2blac <[EMAIL PROTECTED] com

<mailto:spawn% 40postpi. com> > wrote:

From: fade2blac <[EMAIL PROTECTED] com <mailto:spawn% 40postpi. com> >

Subject: Re: [mifta-perjuangan] OOT Perbandingan Harga Bensin di Seluruh

Dunia

To: mifta-perjuangan@ yahoogroups. com

<mailto:mifta- perjuangan% 40yahoogroups. com> 

Date: Thursday, May 8, 2008, 10:51 AM



On Thu, May 08, 2008 at 03:04:47AM -0700, ismail hamzah wrote:



> sedikit sharing aja, menurut saya bukan di naikan, tapi biaya subsidi

nya di



> kurangi.



> 



> yep, our goverment memang sangat boros sekali dalam mengurus negara,

tapi



> saat ini dibutuhkan solusi yang cepat.



> 



> jika pemerintah tetap "memaksakan" untuk mensubsidi BBM, Indonesia

akan



> bangkrut (untuk saat ini).



>



Tentang subsidi:



misal, harga bensin di luar negeri, Rp. 10.000,- per liter.



Pemerintah menghasilkan 100 liter per hari misalnya. Jika dijual keluar,



maka pemerintah dapat Rp 1.000.000,-. Cuma karena kebutuhan dalam negri



60 liter perhari, dengan harga Rp 4.500,- per liter, maka pemerintah



rugi 60xRp 5.500,- (selisih harga minyak mentah dunia, dikurangi harga



minyak lokal).



Jadi pemerintah membahasakannya: Pemerintah mensubsidi Rp 330.000,-



gara-gara 60 liternya dijual lebih murah di dalam negeri.



Mudah-mudahan ketangkep penjelasannya.



----



Berikut cuplikan pendapat Kwik kian gie, 4 tahun lalu:



MINYAK mentah yang ada di bawah permukaan bumi disedot sampai ke atas



permukaan bumi. Untuk itu ada biayanya, yaitu Rp X per liter. Minyak



mentah



yang sudah ada di atas permukaan bumi diproses sampai menjadi bensin.



Biayanya Rp Y per liter. Bensin itu harus diangkut ke pompa-pompa



bensin.



Biayanya Rp Z per liter. Rp X + Rp Y + Rp Z = 10 dollar AS per barrel.



Satu



barrel sama dengan 159 liter. Kalau nilai tukar rupiah satu dollar AS



sama



dengan Rp 8.600, maka keseluruhan biaya untuk 1 liter adalah (10 x Rp



8.600)



: 159 = Rp 540,88, dibulatkan menjadi Rp 540 per liter. Seperti kita



ketahui, bensin premium dijual dengan harga Rp 1.810 per liter. Jadi,



untuk



setiap penjualan satu liter bensin premium, pemerintah kelebihan uang



sebanyak Rp 1.270, yaitu kemasukan uang dari menjual bensin sebanyak Rp



1.810 per liternya dikurangi dengan pengeluaran uang sebanyak Rp 540 itu



tadi.



Ditinjau dari sudut keluar masuknya uang, pemerintah kelebihan uang



tunai. Mengapa dikatakan pemerintah memberi subsidi ?



emerintah merasa memberi subsidi kepada rakyat yang membeli bensin



premium



karena seandainya bensin premium itu dijual di luar negeri, saat ini



harganya 50 dollar AS per barrel. Dengan kurs yang sama, yaitu Rp 8.600



per



dollar AS, harga minyak mentah di luar negeri per barrel sebesar 50 x Rp



8.600 = Rp 430.000. Per liternya dibagi 159 atau sama dengan Rp 2.704,4,



dibulatkan menjadi Rp 2.700. Ini harga minyak mentah di luar negeri.



Kalau



dijadikan bensin, ditambah dengan tiga biaya itu tadi, yakni biaya



penyedotan, pengilangan, dan transportasi yang keseluruhannya berjumlah



Rp



540 per liter, maka harga bensin di luar negeri Rp 2.700 + Rp 540 = Rp



3.240



per liter.



Selisih harga bensin di luar negeri yang Rp 3.240 per liter dengan harga



bensin di Indonesia yang Rp 1.810 per liter ini, atau Rp 1.430 per



liternya,



ini disebut subsidi. Pemerintah merasa memberi subsidi karena tidak bisa



menjual bensin dengan harga dunia, gara-gara adanya kewajiban memenuhi



kebutuhan rakyatnya akan bensin premium dengan harga yang rendah, yaitu



hanya Rp 1.810 per liternya.



Pemerintah jengkel, merasa sial benar tidak dapat menjual bensinnya di



luar



negeri dengan harga Rp 3.240 per liter. Seandainya tidak perlu menjual



kepada rakyatnya sendiri dengan harga Rp 1.810, pemerintah akan



memperoleh



tambahan pendapatan sebesar selisihnya yang disebut "subsidi" itu tadi



sebesar Rp 3.240 - Rp 1.810 atau Rp 1.430 per liternya. Bayangkan,



berapa



kesempatan yang hilang. Ya, kesempatan itulah yang hilang, bukan uang



tunai.



Jadi, jelas kiranya, yang dinamakan subsidi itu pengertian abstrak yang



sama



sekali tidak berimplikasi adanya uang keluar. Dalam kenyataan pemerintah



mendapatkan kelebihan uang. Hanya, kelebihannya tidak sebesar seandainya



rakyat Indonesia diharuskan membeli bensin produksi dalam negeri dengan



harga dunia.



--



fade2blac



____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

Be a better friend, newshound, and 

know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

http://mobile. yahoo.com/ ;_ylt=Ahu06i62sR 8HDtDypao8Wcj9tA cJ

<http://mobile. yahoo.com/ ;_ylt=Ahu06i62sR 8HDtDypao8Wcj9tA cJ> 



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke