Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Malaikat

1. Ibnu Sayyidah berkata :Aku melihat(membaca)
sebahagian dalam Syai'ir kata :"Maa la ka Al
Mauti".....berasal dari kata "Ma la a ka"(untuk
keringanan membacanya, maka dibaca Malaka), pada
hakikat asal katanya ada "hamzahnya", namun para ulama
bahasa sepakat untuk menghilangkan hamzah tersebut,
maka jadilah dia menjadi "Ma-la-ka"(Mim, Lam, Kaf),
yang mana asal semulanya adalah :"Ma la a ka"(Ada
hamzahnya).

Dia setimbangan : "Maf'alun"
Asal katanya adalah dari "Al Aluuki", dia bisa dipakai
untuk MUFRAD DAN JAMAK.

2. Pendapat yang sama disampaikan juga oleh Imam Al
Kasaai beliau berkata : Asal kata Malaikat adalah :"
Maklaka(Mim Hamzah Lam Kaf), berasal dari kata "Al
Aluuk" Dia bermaksudkan "Arrisaalah".
Karena ada perubahan, maka Al Uluuk tadi menjadi :"Ma
la a ka". ...dst...dengan keterangan yang tidak jauh
berbeda.

Jadi, sekali lagi "Malaikat" bisa dipakai untuk
Mufrad, bisa untuk plural. Silahkan dibuktikan
pemakaiannya dalam AllQuran.

Sumber :"Lisaanul Arab". Juz 10 hal 496...

Untuk tambahan perbendaharaan kata, agar kita tidak
salah menterjemahkan :

Tashiih= Pembenaran/pembetulan, maka isim fa'ilnya
baru dikatakan Editor

Tahqiiq= Analisa/Penelitian, maka isim fa'ilnya
dinamakan Muhaqqiq (Analisis). 

Buku-buku yang ditahqiq, itu berarti adalah buku-buku
yang sudah di teliti, dicari sumber asli si pengarang,
kalau ada manuscrif, maka manuscrif itu yang dicari
dan diteliti, kemudian kalau ada kesalahan di cari
perbandingannya, kalau ada hadits tak tersebutkan
sumbernya, maka dicari dari mana sumbernya(ditakhrij),
inilah fungsi sebagai muhaqqiq, terkadang ia juga
berfungsi sebagai Mu'alliq(pengomentar).

Jadi tak sama antara Editor dan Analisis. Analisis
jauh lebih luas pengertiannya ketimbang editor. Tidak
semua editor Analisis, tetapi tak jarang setiap
analisis adalah sekaligus Editor.

Untuk kata "AlQilaadah", asal katanya adalah Qallada,
Yuqallidu Taqliid. (Ikatan). Itu sebabnya ada yang
menafsirkan secara majazi "AlQilaadah" adalah janin,
karena keterikatannya yang kuat pada sang ibu.

Berbeda artinya apabila dikatakan rantai. Dalam
istilah orang Arab, yang disebut rantai adalah "Al
silsilah", bukan "Al Qilaadah" AL Qilaadah lebih
berkonotasi pada sebuah ikatan yang kuat. 

Memang rantai, berasal dari potongan-potongan yang
bersatu menjadi kuat. Namun istilah rantai lebih
terpakai dalam orang Arab dengan pemakaian kata :"As
silsilah".

Wassalamu'alaikum. Rahima 


      

Kirim email ke