Moderator:
Mudah2an pemerintah selalu membuat jalur khusus untuk sepeda dan pejalan kaki. 
Sehingga kemungkinan tersambar metromini atau mobil lainnya bisa dikurangi.
Salam

Copy dari website republika.co.id
Sampaikan kepada rekan  Cetak berita ini
Kamis, 22 Mei 2008
Hemat BBM dengan Bersepeda
Buat kebanyakan orang, kenaikan harga gas dan minyak sangat menyengsarakan. 
Betapa tidak, kenaikan itu akan diikuti oleh kenaikan barang lainnya. Tapi ada 
segelintir orang yang justru mendapatkan durian runtuh dari kenaikan harga 
bahan bakar minyak. Merekalah adalah pemilik toko sepeda.
Dibandingkan keuntungan perusahaan minyak dan gas, perolehan keuntungan mereka 
memang tidaklah seberapa. Tapi cukup kuat membuat perubahan. Di Bismarck Dakota 
Utara, Amerika Serikat, kini orang-orang mengeluarkan sepedanya yang sudah lama 
teronggok di gudang. Mereka membersihkannya untuk dipakai sebagai kendaraan 
pengganti mobil ke tempat kerja.
Menurut Barry Dahl, pemilik toko sepeda Barry's Bike di Bismarck, kini dalam 
sebulan rata-rata ia bisa menjual 50 unit sepeda. Angka itu naik dua kali lipat 
dari rencana bisnisnya. ''Setiap pengunjung selalu membicarakan harga minyak 
dan gas yang naik,'' kata Dahl.
Joyce McCusker, seorang pengajar dari Herndon, Virginia, adalah salah satu 
orang yang baru pertama kalinya memiliki sepeda. Bertahun-tahun lamanya, ia 
tidak pernah berencana, bahkan bermimpi memiliki kendaraan roda dua tanpa mesin 
itu. ''Saya kini memiliki kendaraan tanpa pusing dengan kenaikan harga 
minyak,'' ujarnya.
Bulan lalu, McCusker memutuskan membeli sepeda yang kini menjadi teman 
setianya. Setiap hari, sepeda itu mengantarkannya ke tempat kerja yang berjarak 
13 kilometer dari rumahnya. Sedangkan anaknya yang biasa diantar dengan mobil, 
kini sengaja ia mintakan tumpangan ke seorang kawannya yang kantornya searah 
dengan sekolah anaknya. McCusker menargetkan, dua tahun ke depan, ia bisa 
mengendarai sepeda ke dua arah, yakni ke sekolah dan ke tempat kerjanya setap 
hari.
Penjualan sepeda di AS cukup mengejutkan. Dalam lima tahun terakhir, sekitar 18 
juta sepeda terjual setiap tahun. Peningkatan itu juga didorong banyaknya orang 
ingin bersepeda demi kesehatahn. ''Dalam setahun. rata-rata pejualannya 
mencapai enam miliar dolar AS,'' kata Fred Clements, direktur eksekutif 
Asosiasi Penjual Sepeda di Costa Mesa, California.
Sementara juru bicara Liga Pengendara Sepeda Amerika, Bill Nespar mengatakan, 
kini pengendara sepeda semakin banyak jumlahnya dengan beragam alasan. 
''Kenaikan harga minyak dan gas salah satunya,'' ujar Nespar.
Liga tersebut telah mempromosikan pekan bersepeda ke tempat kerja 
(bike-to-work). Ajang ini baru saja digelar 16 Mei lalu. Terdapat sejumlah 
besar orang mengayuh pedal sepeda dan mencetak rekor terbanyak sepanjang 
sejarah. Tidak ada angka resmi berapa jumlah pengendara sepeda. Namun Liga 
menyatakan, setidaknya separuh dari satu persen pengendara sepeda di AS akan 
menggunakan kendaraan roda dua itu ke tempat kerja.
(ap/ria )
==============
Pesan dari B2W Indonesia=
Bulan Mei 2008 ini kita banyak disuguhi berbagai event, kontroversi,
sensasi, silang pendapat dan kejutan. Diantaranya acara peringatan
100 tahun Kebangkitan Nasional dengan konvoi motor gede keliling Jawa,
pawai obor 100 tahun Kebangkitan Nasional, ada wakil rakyat berhemat
dengan naik ojek motor ke kantornya, Jakarta Bersepeda, sampai pada
Kebangkitan (baca : kenaikan) harga BBM yang sangat ditentang oleh rakyat.
Perayaan kebangkitan ini juga merupakan momentum yang pas untuk
menggugah orang untuk mempertimbangkan kembali pola hidup sederhana
dan hemat. Satu di antaranya yaitu dengan bersepeda. Ya, bersepeda
sebagai moda transportasi yang amat logis dan masuk akal di tengah
membengkaknya biaya pengeluaran untuk transportasi sehari-hari akibat
bangkitnya harga BBM. Sungguh suatu langkah nyata melakukan
penghematan dalam rangka pola hidup sederhana, bukan ?
Namun saking terlalu sederhananya bersepeda itu, ada sebagian ungkapan
sinis yang memandang sebelah mata dengan berbagai alasan dan
keberatannya antara lain bahwa bersepeda tidak layak mengingat situasi
dan kondisi kualitas udara kota Jakarta dan kota besar lainnya yang
sudah terpolusi berat. Belum lagi masalah debu, keringat dan cuaca
panas atau hujan yang jadi pertimbangan keberatan mereka.
Mereka boleh jadi berpendapat demikian, namun ungkapan tersebut
mencerminkan perilaku manja di tengah kesulitan hidup. Pola kebiasaan
inilah yang harus diubah dengan menganut gaya pemikiran "think outside
the box". Sepeda memang sangat sederhana sekali, karena itu yang
dibutuhkan hanya niat dan kemauan yang kuat untuk menjadikannya
sebagai alternatif alat transportasi.
Coba bayangkan, waktu kita masih kanak-kanak dahulu dan saat baru bisa
mengendarai sepeda. Sungguh suatu kenangan indah dimana kita bisa
pergi bersama teman-teman bermain sepeda. Kenangan itu seperti
terkilas kembali di saat kita sudah dewasa, kembali bersepeda dan kali
ini bukan untuk bermain melainkan pergi ke tempat kerja. Pertemananpun
bisa terjalin di dalam rute bersepeda dan ditambah lagi dengan adanya
wadah saling tukar informasi dalam komunitas mailing list.
Mailing list (milis) itu sudah merupakan sarana pendukung yang sangat
informatif, resourceful untuk menjawab pertanyaan sekaligus meyakinkan
dan menghapus semua keraguan di benak para pemula bersepeda ataupun
yang baru berencana mau bersepeda ke tempat kerja.
Kalau dilihat dari perbandingan jumlah sepeda dengan jumlah kendaraan
bermotor (mobil dan motor) sangat timpang dan tidak seimbang. Kita
tidak akan berdaya menyaingi ataupun menahan laju derasnya arus
industri otomotif. Tapi masing-masing dari individu kita pasti berdaya
untuk berusaha mencari titik keseimbangannya masing-masing. Taruhlah,
dari mereka yang biasa bermotor dan bermobil ke kantor itu bisa
meluangkan seminggu sekali atau dua kali untuk bersepeda. Itu sudah
upaya nyata untuk mencapai titik keseimbangan. Sukur... sukur kalau
frekuensi bersepedanya bisa lebih dari dua kali seminggu.
Dalam konteks bersepeda, makna bangkit dalam peringatan 100
Kebangkitan Nasional ada baiknya ditambahkan seperti berikut :
Bangkit itu berani !
Berani mengambil keputusan untuk bersepeda ke tempat kerja !
LET'S GO B2W DAY !




Kirim email ke