Secara umum dan prinsip setuju.

Sebagaimana melihat para sahabat dahulu yang dipimpin Rasulullah SAW.
Kebangkitan umat adalah dengan persatuan Islam.
Visi-misi Islam yg menjadi landasannya.
Tali-tali Islam yg mengikat kebersamaanya.
Dan sebagai konsekwensinya, "adanya" kubu musuh yang menolak, menghambat, baik 
pada tingkat pemikiran, persuasi maupun aksi nyata.

Membuang jauh: kesukuan, kenasionalisme-an, dan berhala-berhala lain  yang 
dijadikan sebagai "pemersatu" masyarakat Islam.
Membuang dan menjauhi berhala-berhala yang telah mencanangkan visi-misi 
ber-masyarakat sendiri, bukan visi-misi dari Allah & Rasul-Nya (Al-Quran dan 
As-Sunnah). 

KESADARAN yang seperti itulah  yang berdampak pada "kebangkitan umat."

Kesadaran tanpa persatuan, yaah.... percuma.
Jitu & lihainya pemikiran, tanpa ada tali persatuan, ibarat  menggulai air laut 
dengan sendok teh. 

Kita meyakini bahwa Islam-lah yang bisa menyelesaikan segala masalah & 
problematika manusia, dengan cara dan hasil yg ma'ruf.
Dan itulah ibadahnya manusia.
Kalau kita benar-benar yakin, kenapa kita nggak "memakai/menerapkan" Islam?

So, kenapa masih malu-malu untuk mendeklarasikan, menyatakan ke publik, bahwa 
kebangkitan umat adalah terbentuknya SDI.
Atau kalau dibalik, kenapa "mereka" mencanangkan kebangkitan nasional BUKAN 
pada "gerakan SDI" itu?
Kenapa "mereka" berupaya menghilangkan dari "pemikiran" masyarakat tentang 
eksistensi penting dari moment monumental raksasa besar yakni embrio persatuan 
umat itu?

Atau jangan-jangan kita belum ngeh, belum sadar, bahwa kita (umat Islam) punya 
musuh.... 
kalau belum sadar, bagaimana bisa bangkit........
Ayoo..... sadar dan bangkitlah, bersama-sama.....!!

aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             terima 
kasih mas Arihadi dan mas Daud atas tanggapannya, tulisan itu sebenarnya sudah 
saya tulis lama. Kebiasaan saya adalah menyimpan tulisan yang saya tulis dengan 
sepenuh hati.
 
 Saya hanya ingin membagi sedikit pengalaman soal kebangkitan. Bahwa 
kebangkitan suatu bangsa atau negara berawal dari kebangkitan masyarakatnya 
yang itu berawal dari visi misi, tujuan dan kebesaran pemikiran yang 
dimilikinya.
 
 Lebih jelasnya, kebangkitan seseorang itu tergantung dari diri mereka sendiri. 
Rasulullah berhasil membangkitkan kaum jahililyah Arab melalui kecemerlangan  
Islam, pemikiran-pemikiran syariat Islam didalamnya dan kekuatan aqidahnya yang 
cemerlang. tentu saja Beliau mengajarkan para sahabat dengan metode berpikir 
yang cemerlang sehingga seorang Badui bodoh pun bisa meyakini kebaradaan Allah 
itu dengan kata-kata sederhana. Adanya manusia bisa dilihat dari jejak 
manusia...keberadaan Allah bisa diindera dari hasil ciptaannya. Rasulullah 
menanamkan bahwa penghambaan sejatinya hanya pada Allah semata.. 
 
 Rasulullah tidak memulai membangkitkan manusia yang jahiliyah dengan 
mengatakan tingkat pendidikan, perbaikan akhlak semata, atau kecanggihan 
teknologi menjadi tolak ukur utama kebangkitan.. tapi kebangkitan pemikiran 
individu para sahabat yang membuahkan kesadaran atau menyadari bahwa kita 
berasal dari apa, hidup untuk apa, dan setelah hidup kita akan kemana..
 
 Maka para sahabat yang mayoritas buta huruf, sedikit sekali yang bisa membaca 
(Umar bin Khattab dan Zaid bin tzabit) bisa mengalahkan kaum Quraisy, negara 
bagian Romawi. dan kaum yahudi..  ketika itu modal mereka semangat membaja. 
Kalah teknologi perang dsbnya...baru setelah bisa mengalahkan negara bagian 
Romawi... Rasulullah meminta tebusan bagi tawanan berupa mengajari 10 anak 
muslim untuk membaca. 
 
 Pada ke khilafahan Umar, administrasi negara dibenahi dan beberapa mengadopsi 
Romawi...
 
 So teman-temanku yang disayangi Allah... potensi kebangkitan itu ada didalam 
diri antum sekaliyan sendiri. Yakni pemikiran dan keyakinan kita pada agama 
Islam beserta aturan Allah mampu menyelesaikan berbagai masalah manusia di 
dunia. tentu saja keyakinan yang dilandasi proses berpikir bukan taklid buta 
atau dogmatis ....
 
 Maka teman-teman, perubahan dan kebangkitan itu berpulang kembali ditanganmu..
 wassalam,
 aris
 
 "Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa, 
paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan 
silaturahmi." (Muhammad SAW). 
   kampusku 
   Blogku
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                                       

       
---------------------------------
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download sekarang juga.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke