Ass.mualaikum wwb,
 
Mohon maaf sebelumnya, sekolah memang gratis, tapi bukunya tidak gratis
dan malahan  sudah bukan menjadi raahasia umumu bagi ibu dan bapak guru
            Untuk menjual buku kepada siswanya dan diharuskan lagi tidak
boleh membeli di diluaran, begitu juga sumbangan-sumbangan yang
berdasarkan 
            Dari komite sekolah yang jumlah tidak sedikit dalam satu
tahun dan hal tersebut sungguh memberatkan beban orang tua ditambah lagi
dengan
            Kebutuhan hidup yang semakin hari semangkin tinggi harganya,
bagaimana jika orang tuanya dari anak yang tidak mampu mungkin tidak
bisa
            Untuk menyekolahkannya, jika sekolah gratis  memang sudah
ada  anggarannya dari pemerintah setiap tahun yang diambil dari APBN dan
APBD
            Jadi yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah sekolah
murah, buku murah, pakaian sekolah murah, tidak ada sumbangan-sumbangan
lagi atas
            Nama komite sekolah dll.
 
            Wass.
 
            
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Abu Zulfan
Sent: Monday, 02 June 2008 4:59 PM
To: [email protected]
Subject: [syiar-islam] Sekolah Gratis Bukan Mimpi
 
Sekolah Gratis Bukan Mimpi 
Empat gigi susu bagian atas seorang
bocah mungil terlihat sudah tanggal. Namun, tak membuatnya takut untuk
tertawa riang. Begitu gembiranya hingga pipinya menyembul ke atas.
Seakan menutup bola matanya yang bersih. 
Gadis mungil itu mengenakan baju seragam
berwarna putih dan rok merah selutut. Dengan dasi warna merah dan topi
merah-putih, ia terlihat semakin ceria. Sepatu kets berwarna hitam turut
membantunya melangkahkan kakinya. 
Ia gembira kala seorang bapak bertubuh
gempal dengan kopiah hitam dan pakaian safari abu-abu, menghampirinya.
Kegembiraan kian terpancar dari raut wajah bocah berkulit sawo matang
itu. Sang bapak menuntunnya dengan amat lembut. Ia mengajak murid
sekolah dasar itu berjalan di depan teman-temannya. 
Sambutan meriah pun menggema. Tepuk tangan
membahana, seakan tiada henti menyaksikan adegan itu. Murid-murid yang
lain berteriak, mengucapkan salam kepada sang bapak. ''Selamat datang,
Pak Bupati''. 
Sambutan hangat atas kedatangan Bupati Musi
Banyuasin (Muba), Alex Noerdin, di sebuah sekolah dasar negeri di Kota
Sekayu, Muba, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Adegan itu direkam
dengan sempurna. Dan, menjadi ikon
gambar profil kabupaten itu. Muba Smat 2012. Sejahtera, mandiri, adil,
religius, dan terdepan. Itulah moto kabupaten tersebut.....silahkan
baca lebih lengkapnya di
http://bhaktianaknegeri.blogspot.com/2008/06/sekolah-gratis-bukan-mimpi.
html
<http://bhaktianaknegeri.blogspot.com/2008/06/sekolah-gratis-bukan-mimpi
.html> 

[Non-text portions of this message have been removed]
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke