KH. Hasyim Muzadi: NU Bisa Menjadi ‘Umpan’ Kerusuhan

                                        Selasa, 03 Juni 2008                    
        
                        
                                        
                        
                                var sburl1437 = window.location.href; var 
sbtitle1437 = document.title;var sbtitle1437=encodeURIComponent("KH. Hasyim 
Muzadi: NU Bisa Menjadi ‘Umpan’ Kerusuhan"); var 
sburl1437=decodeURI("http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6964";);
 sburl1437=sburl1437.replace(/amp;/g, 
"");sburl1437=encodeURIComponent(sburl1437);  
KH
Hasyim Muzadi menyerukan warga NU tak bereaksi berlebihan kasus
FPI-AKKBB. Menurutnya, NU bisa menjadi ‘umpan’ kerusuhan. Ia juga
menyinggung persolan NU yang liberal
Hidayatullah.com—Sikap cerdas ditunjukkan
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi
menyangkut peristiwa Monas yang melibatkan aktivis Aliansi Kebangsaan
untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dengan Laskar Pembela
Islam (LPI), di Jakarta, Ahad (1/6) lalu.
Hasyim
menyerukan kepada warga NU se-Indonesia agar tak bereaksi berlebihan
terkait kasus penyerangan massa FPI (sebenarnya LPI) terhadap aktivis
AKK-BB. 
Hasyim juga meminta kepada semua kalangan Nahdliyin (sebutan
untuk warga NU) berhati-hati dan tidak terprovokasi atas kasus
tersebut. Pasalnya, ia melihat ada pihak-pihak tertentu yang dengan
sengaja berupaya melibatkan serta ‘membenturkan’ NU dengan kelompok
lain.
“PBNU
menyerukan agar warga NU se-Indonesia tetap pada pos dan kediamannya
(baca: tetap tenang dan tidak terprovokasi) masing-masing,” tegas
Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta,
Selasa (3/6) siang.
Hasyim
mengaku sangat menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan FPI.
Karena kekerasan atas nama apa pun tak dapat dibenarkan. Namun, yang
lebih penting dari pada itu, ia mengimbau kepada semua pihak, utamanya
unsur di dalam NU agar tak melibatkan NU dalam masalah tersebut.  
Provokator yang Kompori NU vs FPI
Hasyim
juga mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk tidak melibatkan NU
menyusul insiden Monas 1 Juni. “Karena relevansinya tidak ada antara NU
dan Monas, NU dan FPI,” tandasnya.
"NU
akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang melakukan provokasi,"
tegasnya. Karenanya ia menyesalkan penggunaan dan pelibatan nama NU dan
kelompok NU dalam masalah ini.
Lebih jauh, Hasyim juga menyinggung personal NU yang berpikiran liberal. Yang 
selalu mengikuti mindset orang
lain. Sementara bagi Hasyim, NU yang formal adalah NU yang moderat
tetapi tetap pada pendiriannya. Karena itu, Hasyim tak ingin warga NU
menjadi umpan bentrok. [nuid/cha/www.hidayatullah.com]



  



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke