Ketika ratusan ulama dibantai di Jawa Timur tahun 1998 dengan tuduhan "Dukun 
Santet" oleh para ninja yang hingga kini belum tertangkap, kemana saja 8000 
banser NU yang katanya kebal itu? Kemana Gus Dur waktu itu?

Kenapa mereka tidak berusaha mencegah kekerasan/pembunuhan thd para ulama?
Kenapa justru FPI yang maju membela?

Yang cuma lecet2 dan tak ada korban jiwa dibela2. Tapi thd ratusan ulama yang 
jelas2 dibunuh diam saja.

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_aksi_Front_Pembela_Islam
Tahun 1998

    * 14 Oktober-18 Oktober Badan Pencara Fakta DPP-FPI mengadakan investigasi 
kasus penteroran, pembantaian dan pembunuhan para Ulama, Kyai, Ustadz, dan 
beberapa Guru Ngaji dengan dalih Dukun Santet di beberapa wilayah di Jawa Timur 
antara lain di Demak, Pasuruan, Jember, Purbalingga, dan Banyuwangi yang 
dipimpin langsung oleh Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab.
    * 21 Oktober
          o DPP-FPI mengeluarkan Pernyataan Sikap dan Seruan tentang hasil 
kerja Badan Pencari Fakta DPP-FPI dari tanggal 14-18 Oktober 1998
          o Berbarengan dengan hal tersebut di atas DPP-FPI menyampaikan 
Pernyatan Sikap dan Seruannya kepada Presiden Republik Indonesia tentang Kasus 
Ninja


===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com


--- On Tue, 6/10/08, saidi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: saidi <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [Saksi] 8.000 Banser Diisi Ilmu Kebal
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [email protected]
> Date: Tuesday, June 10, 2008, 3:03 AM
> Kita bukan mau mencari lawan. Tapi kalau ada lawan, pantang
> bagi kita untuk lari,
> 
> Apakah lawan mereka saudara mereka sendiri ? Bukannya orang
> kafir yang mengadu domba mereka ?
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: abu mujahid 
>   To: [EMAIL PROTECTED] 
>   Cc: [email protected] 
>   Sent: Saturday, June 07, 2008 8:46 AM
>   Subject: [Saksi] 8.000 Banser Diisi Ilmu Kebal
> 
> 
>   8.000 Banser Diisi Ilmu Kebal
> 
>   SURABAYA, KAMIS- Memanasnya suhu politik di Jakarta
> merembet juga ke Jawa Timur. Para anggota Barisan Ansor
> Serbaguna (Banser) menyatakan siap diterjunkan guna
> mencegah terulangnya anarkisme pascainsiden kekerasan di
> Monas, Jakarta, 1 Juni lalu.
> 
>   Bahkan, untuk kesiapsiagaan, Banser Mojokerto telah
> mengisi sejumlah anggotanya dengan ilmu kekebalan tubuh.
> Diharapkan, anggota Banser yang akan diisi ilmu kebal itu
> mencapai 8.000 orang di Mojokerto. Banser merupakan satuan
> tugas (satgas) di bawah organisasi Gerakan Pemuda (GP)
> Ansor.
> 
>   "Ini bukan untuk sombong-sombongan, tapi kami ingin
> menegakkan kebenaran. Kami hanya ingin mengingatkan
> orang-orang FPI untuk tidak meneruskan cara-cara
> kekerasan," kata Heri Ernawan, Ketua Pengurus Cabang
> (PC) GP Ansor Kabupaten Mojokerto, Rabu (4/6).
> 
>   FPI yang dimaksud Heri adalah Front Pembela Islam, yang
> diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap anggota
> Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
> Berkeyakinan (AKKBB) di Monas, Minggu (1/6) lalu. Dalam
> insiden tersebut, sejumlah pendukung AKKBB mengalami
> luka-luka, termasuk di antaranya tokoh NU. GP Ansor sendiri
> adalah sebuah badan mandiri di bawah NU.
> 
>   Pengisian ilmu kekebalan itu mulai digelar kemarin siang
> di Dusun Kedawung, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten
> Mojokerto. Pengisian ilmu kebal ini, kata Heri, akan
> dilanjutkan hingga mencakup seluruh anggota Banser di
> setiap kecamatan di Kabupaten Mojokerto. "Tujuannya,
> jika sewaktu-waktu ada instruksi dari Banser pusat, maka
> Mojokerto sudah siap mengirimkan personelnya yang telah
> mendapat ilmu kekebalan," kata dia.
> 
>   Pengisian ilmu kekebalan tubuh itu dilakukan di sebuah
> mushala, dipandu H Muhammad Ilyas dan Mbah Suwarno. Mereka
> selama ini dikenal ahli mengisi ilmu kekebalan bagi anggota
> Banser Mojokerto. "Islam melarang orang bersikap
> sombong, tapi kalau ada orang lain sombong kepada kita maka
> kita tidak boleh hanya diam. Kita bukan mau mencari lawan.
> Tapi kalau ada lawan, pantang bagi kita untuk lari,"
> ujar Muhammad Ilyas saat memberi wejangan kepada anggota
> Benser yang akan diisi ilmu kekebalan tubuh.
> 
>   Prosesi pengisian ilmu kebal diawali dengan wudu dan
> dilanjutkan dengan menulis rajah (berupa huruf Arab) di
> punggung masing-masing anggota Banser yang akan diisi.
> Untuk tahap pertama kemarin, anggota Banser yang diisi
> sebanyak 12 orang. Setelah diberi air putih dan bacaan doa,
> dalam sekejap tubuh mereka kebal. Ini dibuktikan dengan
> tubuh mereka yang tidak mempan ketika ditusuk dengan jarum.
> Meski hanya dengan jarum, menurut Mbah Suwarno, mereka
> sebetulnya mempan dibacok dengan senjata tajam jenis apa
> pun. "Insya Allah ini juga bisa dipakai untuk
> melindungi diri dari gangguan musuh dalam bentuk apa pun,
> termasuk untuk menangkal teluh (santet)," tutur Mbah
> Suwarno.
> 
>   source : http://www.kompas.com
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------------------------------------------------------
> 
> 
>   _______________________________________________
>   Saksi mailing list
>   [EMAIL PROTECTED]
>  
> http://178660.ds.nac.net/mailman/listinfo/saksi_groups.syahid.com_______________________________________________
> Saksi mailing list
> [EMAIL PROTECTED]
> http://178660.ds.nac.net/mailman/listinfo/saksi_groups.syahid.com


      

Kirim email ke