sekali lagi,yg diuntungkan adalah non muslim yg memang berniat mo menghancurkan 
Islam.
tp tdk smua non muslim membenci Islam
konon, kita tdk bs dihancurkan oleh umat apapun dan manapun,
tetapi kita hancur oleh kaum sendiri akibat benih2 perpecahan dan adu domba itu.
heran,
bila kaum ahmadiyah (JAI)mo dianggap Islam dan umat Muhammad, tinggal bikin 
konperensi pers. seluruh pimpinan ahmadiyah di semua media tmasuk tv, bersaksi 
dan bersumpah bahwa mirza ghulam bukan nabi.bhw mirza gulam cm org biasa.
udah, itu aja, gt aja kok repot?

--- On Wed, 6/18/08, Hasbiyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Hasbiyanto <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [syiar-islam] 8.000 Banser Diisi Ilmu Kebal
To: "abu mujahid" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED]
Cc: [email protected]
Date: Wednesday, June 18, 2008, 12:38 PM










    
            Hukumnya apa ya kalau tubuh ini diisi dengan ilmu kebal??????



>>> "abu mujahid" <abu.mujahid83@ gmail.com> 6/7/2008 9:46 AM >>>

Dari Moderator:

Sejak kapan ummat Islam rela mati demi membela aliran sesat dan membunuh sesama 
Muslim?



Benar-benar sudah menyimpang dari Al Qur'an dan Hadits.

Ummat Islam harus mewaspadai usaha adu domba dari orang-orang munafik dan kafir.



Wassalam



8.000 Banser Diisi Ilmu Kebal



SURABAYA, KAMIS- Memanasnya suhu politik di Jakarta merembet juga ke Jawa

Timur. Para anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menyatakan siap

diterjunkan guna mencegah terulangnya anarkisme pascainsiden kekerasan di

Monas, Jakarta, 1 Juni lalu.



Bahkan, untuk kesiapsiagaan, Banser Mojokerto telah mengisi sejumlah

anggotanya dengan ilmu kekebalan tubuh. Diharapkan, anggota Banser yang akan

diisi ilmu kebal itu mencapai 8.000 orang di Mojokerto. Banser merupakan

satuan tugas (satgas) di bawah organisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor.



"Ini bukan untuk sombong-sombongan, tapi kami ingin menegakkan kebenaran.

Kami hanya ingin mengingatkan orang-orang FPI untuk tidak meneruskan

cara-cara kekerasan," kata Heri Ernawan, Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor

Kabupaten Mojokerto, Rabu (4/6).



FPI yang dimaksud Heri adalah Front Pembela Islam, yang diduga terlibat

dalam aksi penyerangan terhadap anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan

Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas, Minggu (1/6) lalu. Dalam insiden

tersebut, sejumlah pendukung AKKBB mengalami luka-luka, termasuk di

antaranya tokoh NU. GP Ansor sendiri adalah sebuah badan mandiri di bawah

NU.



Pengisian ilmu kekebalan itu mulai digelar kemarin siang di Dusun Kedawung,

Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Pengisian ilmu kebal

ini, kata Heri, akan dilanjutkan hingga mencakup seluruh anggota Banser di

setiap kecamatan di Kabupaten Mojokerto. "Tujuannya, jika sewaktu-waktu ada

instruksi dari Banser pusat, maka Mojokerto sudah siap mengirimkan

personelnya yang telah mendapat ilmu kekebalan," kata dia.



Pengisian ilmu kekebalan tubuh itu dilakukan di sebuah mushala, dipandu H

Muhammad Ilyas dan Mbah Suwarno. Mereka selama ini dikenal ahli mengisi ilmu

kekebalan bagi anggota Banser Mojokerto. "Islam melarang orang bersikap

sombong, tapi kalau ada orang lain sombong kepada kita maka kita tidak boleh

hanya diam. Kita bukan mau mencari lawan. Tapi kalau ada lawan, pantang bagi

kita untuk lari," ujar Muhammad Ilyas saat memberi wejangan kepada anggota

Benser yang akan diisi ilmu kekebalan tubuh.



Prosesi pengisian ilmu kebal diawali dengan wudu dan dilanjutkan dengan

menulis rajah (berupa huruf Arab) di punggung masing-masing anggota Banser

yang akan diisi. Untuk tahap pertama kemarin, anggota Banser yang diisi

sebanyak 12 orang. Setelah diberi air putih dan bacaan doa, dalam sekejap

tubuh mereka kebal. Ini dibuktikan dengan tubuh mereka yang tidak mempan

ketika ditusuk dengan jarum. Meski hanya dengan jarum, menurut Mbah Suwarno,

mereka sebetulnya mempan dibacok dengan senjata tajam jenis apa pun. "Insya

Allah ini juga bisa dipakai untuk melindungi diri dari gangguan musuh dalam

bentuk apa pun, termasuk untuk menangkal teluh (santet)," tutur Mbah

Suwarno.



source : http://www.kompas. com 



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke