Assalamu’alaikum wr wb
Saya sependapat dengan rekan-rekan disini, ke depannya mungkin kita harus menggunakan cara-cara yang sedikit halus dan persuasive misalnya, sebagaimana kita ketahui aliran ahmadiyah dan aliran-aliran sesat lainnya itu khan selalu ekslusif,mereka punya mesjid sendiri, komunitas sendiri dll yang serba sendiri. Usul saya, gimana kalau kita atau warga di sekitar lokasi ahmadiyah tersebut berusaha membaur dan ikut sholat di mesjid mereka, mengadakan pengajian selepas sholat di mesjid mereka, pertemuan dll yang sifatnya umum, yah…kita jadikan sebagaimana mesjid-mesjid umat islam lainnya. Saya gak yakin kalau mereka akan mengusir kita karena kita khan sholat dan mengaji disitu…tidak ada larangan dalam islam utk melarang sholat di mesjid. Meskipun ada yang bilang setelah kita sholat disitu…tempat sholat kita akan di cuci dan di el…gak masalah..kalau kita tiap hari 5 kali sehari semalam dst disitu..lama-lama mereka akan luluh juga…dan sadar.. Kita jangan menampakan kebencian kita..tapi kita rangkul mereka agar kembali ke jalan yang lurus..yah..ini hanya sekedar usulan. Dan usahakan kita berbaur secara beramai-ramai disana. Mohon maaf jika kurang berkenan Wassalamualaikum wr wb From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A Nizami Sent: 19 Juni 2008 16:29 To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Subject: [syiar-islam] FPI vs Ahmadiyah: Introspeksi Kelemahan Ummat Islam Assalamu’alaikum wr wb, Meski saya tetap mendukung perjuangan FPI dan juga rekan2 lainnya dalam memberantas aliran sesat, namun ada baiknya juga kita mengingat ayat-ayat Al Qur’an dan sunnah Nabi sehingga kita terhindar dari kebinasaan. Memang betul bahwa Nabi memerintahkan kita untuk mencegah kemungkaran dengan tangan kita, jika tidak sanggup dengan lisan. Jika tak sanggup juga dengan hati. Tapi ada baiknya juga kita pelajari strategi Nabi pada zaman dahulu. Ketika Nabi lemah, meski Nabi dan para sahabat disiksa oleh kaum kafir Mekkah, mereka menahan tangan mereka dari berjihad melawan orang yang menganiaya mereka: “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" [An Nisaa’:77] Setelah itu mereka hijrah ke Madinah dan membentuk kekuatan sendiri, yaitu negara Islam di Madinah. Ketika diserang, mereka membela diri pada perang Badar, Uhud, dan Khandaq. Baru ketika benar-benar kuat mereka taklukkan Mekkah tanpa kekerasan karena kaum kafir gentar dengan kekuatan kaum Muslimin. Artinya Nabi dan para sahabat mencegah kemungkaran dengan tangan sebagai penguasa/aparat. Bukan sebagai rakyat. Oleh karena itu tidak ada yang menangkap Nabi karena Nabilah pemimpin negara. Sebab itu ada baiknya para aktivis Islam yang hendak mencegah kemungkaran dengan tangan masuk jadi polisi, jadi Kapolri, bahkan jadi Presiden. Sehingga bisa mencegah kemungkaran tanpa ada yang bisa menangkap. Karena merekalah penguasa. Merekalah penegak hukum. Tentu saja strategi ini akan dihalang-halangi oleh kelompok macam AKKBB yang terdiri dari Islam Liberal dan Non Muslim yang didukung oleh AS dan sekutunya. Kemudian dalam memerangi kemungkaran hendaknya kita tetap santun dan tidak kasar. Karena jika kasar, jangankan Non Muslim, Muslim yang awam boleh jadi akan membenci kita. Menjauh dari kita: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu…” [Ali ‘Imran:159] Kemudian ummat Islam sangat lemah di bidang media. Akibatnya pemberitaan dikuasai oleh kelompok Liberal dan Non Muslim. Sebagai contoh Rupert Murdoch, Konglomerat Media Yahudi sudah membeli StarAntv dan TVOne. Tak heran jika FPI dan MUI jadi bulan-bulanan media massa tsb. Sedangkan FPI saya lihat jangankan TV, blog saja tidak punya. Ketika saya google dengan key words FPI Front Pembela Islam, yang ada hanya blog gratisan: fpi-frontpembelaislam.blogspot.com Itu pun bisa jadi yang membuat hanya simpatisan saja. Bukan FPI! Padahal ummat Islam harus menguasai media agar ummat tidak mendapat berita dari orang2 fasik: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Hujuraat:6] Jadi kalau media mencitrakan buruk tentang Islam jangan salahkan mereka. Itu memang sifat mereka. Yang patut kita perbaiki adalah bagaimana ummat Islam bisa menguasai media. Alhamdulillah sudah ada media seperti eramuslim.com dan hidayatullah.com. Tapi jumlah itu kurang dan harus diperbanyak bukan sekedar di web, tapi juga koran, radio, dan TV. Untuk TV ada TV Komunitas yang murah dengan biaya hanya Rp 60-500 juta saja (http://islamicbroadcasting.wordpress.com). Sebagai contoh pengurus masjid Jogokariyan Yogya sudah berhasil membuat TV Komunitas yang bisa menjangkau 200 ribu penduduk. Demikian sekedar masukan dari saya. Wassalamu’alaikum wr wb === Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau http://syiarislam.wordpress.com [Non-text portions of this message have been removed]

