Bismillahirrahmaani rrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakaatuh
Benar dan Dusta
Dalam riwayat Muslim hadits As Shahihah, Rasulullah shallallahu' alaihiwasallam
bersabda:
"Sesungguhnya berkata benar itu membawa kepada kebaikan, dan seorang yang
berkata baik, akan membawa dirinya kedalam surga, seseorang yang apabila ia
terbiasa berbicara benar, maka Allah akan men Capnya sebagai"Orang- orang Yang
benar(Asshiddiiq) .
Sesungguhnya kedustaan membawa fujur(kejelekan, dosa), dan dosa membawa
seseorang untuk menggirngnya kedalam neraka. Dan apabila seseorang dah terbiasa
berdusta, maka Allah men Capnya sebagai "Pendusta".( H.R Muslim 4:2012, bab
Jeleknya sifat dusta, dan baiknya bersikap jujur, serta keutamaan orang yang
jujur)
Bila kita ditanya orang, baju yang 10 pasang warna merah ini ada dimana(apalagi
kalau ditanyanya berkali-kali dan jawabnya berkali-kali juga)?
Bila kita menjawabnya ada di kamar tingkat 2 lemari kuning itu persis.
Kemudian orang yang bertanya mencarinya, dan tak menemukannya lagi. Ditanyanya
lagi, dimana persisnya? Di jawabnya :"Itu tuh..dilaci lemari itu lho?" Di cari
lagi tak juga ditemukan ke 10 baju warna merah itu.
Maka orang yang menyampaikan dusta tadi, dikatakan ia sedang Berdusta.1 point
dia kena Cap Dusta.
Kemudian dalam hal lain lagi. Dia ada bilang ke 100 orang Mahasiswa yang
mengharapkan bea siswa sekolah, kalau Pak Presiden ada menuliskan wasiat
begini.begini, dan wasiat itu ada di buku catatan diary beliau yang tebal
halamannya 100 halaman, ada di halaman ke 12, diary itu ada di atas meja
kerjanya(pokonya diary yang warna hitam). Setelah di check, diary warna hitam,
tak ada ditemukan kata-kata wasiat Presiden seperti yang dikatakannya tadi,
maka orang ini telah mengatakan kedustaan kedua kalinya. Dapat lagi point 2.
Begitu sampai beberapa kali.
Maka orang semacam ini, dikatakan bukan dusta lagi, tetapi sudah naik derajat
tingkatan kedustaannya menjadi "PENDUSTA".
Nah,..kalau sampai beberapa kali atas nama orang lain, kita katakan si A bilang
begini..begitu, sementara si A tidak ada bilang ini dan itu. Orang ini bukan
lagi namanya hanya sekedar Pendusta, tetapi sudah masuk si "Tukang Fitnah"
Dalam ilmu Musthalahul hadits/Rijaalul sanad, kategori orang semacam ini, sudah
di lempar/dibuang habis-habisan ucapannya, dan perkataannya tak bisa diterima
sama sekali. Luar biasa ketatnya penelitian criteria hadits /pembicaraan
shahih/benar, jujur dalam persyaratan penilaian ilmu Rijalul hadits. Kategori
perawi/sanad hadits sangat-sangat ketat dalam penialian ulama hadits.Tak boleh
sedikitpun ada kedustaan didalamnya. Bila beberapa kali dusta, maka dia di Cap
Pendusta. Bila atas nama orang lain yang disampaikannya, dia dikatakan si
Pemfitnah, alias tukang dusta dan tukang fitnah..
Ingat lho, biasanya orang yang pendusta itu, akan berkilah-kilah, setelah tahu
kebohongannya, ia akan berkilah-kilah, .maksud saya begini, persepsi saya
begini begitu..begitu. .trus..kebohonga n lagi diatas menutupi kebohongan yang
ada, kayak bantal yang disusun, untuk menutupi bekas ileran, atau muntah bantal
yang pertama, ditutupi dengan bekas iler bantal yang kedua, begitulah
seterusnya jeleknya menutupi kedustaan ini, padahal pertanyaan cukup jelas, dan
jawaban yang diberikan juga cukup jelas, tak perlu penafsiran apapun.
Karena yang ditanya jelas, yang menjawab dengan jawaban yang jelas juga. Ada
disana,..dilemari sana..dilaci sana..di atas meja sana..dst..Dan dengan apapun
alasan dan kilahnya, ia tetaplah jelek disisi manusia biasa Allah dan RasulNya.
Ia telah di Cap sebagai Pendusta dan Tukang fitnah, sampai ia taubat mau
mengakui kesalahannya itu, dan berubah dari sikapnya itu, tak akan pernah mau
melakukan lagi sampai maut menyapa.
Luar biasa..hati- hati sama sikap jelek yang dua ini.
Wassalamu'alaikum. Rahima.
[Non-text portions of this message have been removed]