AMANAH
Dr. Suhairy Ilyas, MA
www.nurulyaqin.org

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak 
menerimanya, (QS..4:58)
       Amanah, Iman dan Aman adalah tiga kata yang berasal dari akar kata yang 
sama, yaitu kata Amina. Pada umumnya kata-kata yang berasal dari akar kata yang 
sama masing-masing mempunyai kedekatan makna, disamping juga mempunyai korelasi 
makna. Demikian juga dengan kata-kata : Amanah, Iman dan Aman.

Amanah artinya adalah sesuatu yang dititipkan atau dipercayakan kepada 
seseorang. Iman artinya adalah kepercayaan atau keyakinan.. Aman adalah sesuatu 
yang dipercayai atau diyakini tidak ada gangguan sedikitpun. Lawan dari aman 
adalah ketakutan atau kekacauan karena ada yang mengacau atau mengganggu.

Adapun korelasi diantara ketiganya itu adalah bahwa Amanah itu tidak akan 
terlaksana tanpa Iman, hanya  dengan landasan Iman lah amanah itu akan 
terlaksana. Sedangkan Aman adalah hasil daripada Amanah yang berlandaskan Iman. 
Dengan artikata Amanah yang diserahkan kepada orang yang beriman pasti akan 
menimbulkan rasa aman.

Demikialah, Amanah itu akan menjamin rasa Aman : Bila suatu negeri dipimpin 
oleh pemimpin yang beriman maka negeri itu pasti akan aman, itulah yang 
dicontohkan oleh Rasulullah dan para Khulafaurrasyidin yang penuh amanah. 
Sebaliknya bila suatu negeri rakyatnya tidak merasa aman, salah satu 
penyebabnya ialah karena pemimpin negeri itu yang tidak amanah alias khianat. 
Kenapa terjadi korupsi besar-besaran disuatu negeri sehingga negeri itu menjadi 
terancam bangkrut karena dililit hutang, dan rakyat terancam kemiskinan yang 
menyedihkan ? Jawabnya karena hilangnya amanah dari pemimpin negeri tersebut. 

Karena itulah Rasulullah SAW. Pernah mengingatkan: "Idza dhuyi'atil amanah 
fantazhirissa'ah" artinya : Bila disia-siakan amanah maka tunggulah 
kehancuran!. Lalu sahabat bertanya: "Wakaifa idha'atuha?" Rasulullah menjawab : 
"Idza wusidal amru ila khairi ahlihi fantazhirissa'ah!". Bila diserahkan suatu 
urusan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran! Maksudnya, 
bila diserahkan kepemimpinan kepada orang yang bukan ahlinya, ahlinya disini 
bukan hanya ahli dalam hal ilmu atau managemen, tapi pengertian ahli disini 
adalah orang yang memenuhi syarat, berhak dan pantas untuk memikul tanggung 
jawab. Orang yang  tidak amanah seharusnya tidak berhak untuk jadi pemimpin 
atau memegang keuangan; bila diserahkan juga kepemimpin kepada orang yang tidak 
amanah tentulah dia akan khianat dalam kepemimpinannya.

Rasulullah SAW sebelum menjadi Rasul mendapatkan gelar kehormatan dari 
masyarakat Arab waktu itu dengan "Al-Amin"  karena dikenal oleh masyarakat 
sebagai seorang yang sangat dipercaya dalam menjaga Amanah. Setelah beliau 
menjadi Rasul, maka salah satu sifat yang wajib beliau miliki adalah sifat 
Amanah. Dalam kenyataanya memang beliau seumur hidupnya sangat berpegang teguh 
pada Amanah, baik amanah yang beliau terima dari Allah secara lansung untuk 
menegakkan Islam, maupun amanah yang diberikan masyarakat kepada beliau. Karena 
itulah kepemimpinan beliau  berhasil dengan gemilang-gemilang, beliau berhasil 
menciptakan rasa aman yang  merata, padahal beliau mendapati masyarakat 
jahiliyah dalam keadaan kacau balau, jauh dari rasa aman. Waktu prosesi Hijrah 
ke Madinah. 

Ali bin Abi Thalib selain diperintah Rasulullah untuk mengelabui orang-orang 
kafir yang mengepung rumah beliau dengan tidur ditempat tidur dan memakai 
selimut beliau; Ali juga diperintahkan Rasulullah untuk mengembalikan 
kunci-kunci kedai dan gudang yang diamanahkan masyarakat Arab pada beliau.

            Dengan demikian dapat  difahami bahwa Amanah merupakan salah satu 
tanda orang yang beriman. Apabila seorang tidak dapat memegang amanah suatu 
pertanda dia bukan orang yang beriman, tepatnya orang munafiq. Karena itulah 
dalam salah satu hadits shahih Rasulullah SAW. Bersabda (yang artinya) : 
"Tanda-tanda orang munafiq itu ada tiga : Bila berbicara bohong, bila berjanji 
mungkir, bila diberi amanah dia khianat (HR.Bukhari Muslim dari Ibnu Mas'ud). 
Hadits ini menjelaskan bahwa salah satu tanda orang munafiq ialah tidak dapat 
memegang amanah atau khianat terhadap amanah.. Dalam kenyataannya memang 
orang-orang munafiq sangat sering mengkhianati Rasulullah dan para sahabat..

            Amanah akan mudah dikhianati bila yang memegang amanah merasakan 
bahwa amanah yang dipegangnya itu adalah amanah dari atasannya atau dari 
seseorang manusia, karena orang yang memberi amanah itu tidak selalu bersama 
dia dan mengawasinya. Akan tetapi bila yang memegang amanah menyadari 
sepenuhnya bahwa hakikat semua amanah itu adalah  perintah Allah SWT, kepada 
hamba-Nya (QS.4:58), maka amanah itu tidak akan  mudah dikhianati, karena dia 
merasakan bahwa Allah senantiasa mengawasi amanah yang diamanahkan 
kepadanya..Bila dia berhasil menjaga amanah tersebut, dia yakin bahwa Allah 
akan ridha kepadanya, dan bila dia khianat pada amanah tersebut, maka Allah 
akan murka kepadanya. 

            Seorang mukmin sangat takut mengkhianati  amanah, karena  
mengkhianati amanah berarti melunturkan iman, bahkan melunturkan agamanya. 
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW Bersabda : "Addinu amanah, la diina liman la 
amanita lahu"  Agama itu adalah amanah, tidak ada agama bagi orang yang tidak 
amanah.

http://www.nurulyaqin.org/index.php?option=com_content&task=view&id=126&Itemid=1

=================================================
Salurkan Zakat, Infaq dan Sodaqoh (ZIS) anda ke Bank Syariah Mandiri, Capem 
Cikarang Acc/No : 005-017-6791  Acc/Name : DKM Masjid NURUL YAQIN
Hotline Bendahara MJNY : 0816-1894727 Hotline Koord. Komitmen Bulanan : 
021-70911172 Website : www.nurulyaqin.org Email : [EMAIL PROTECTED]
=================================================
Rasulullah SAW bersabda: 
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh aku bermaksud hendak 
menyuruh orang-orang mengumpulkan kayu bakar, kemudian menyuruh seseorang 
menyerukan adzan, lalu menyuruh seseorang pula untuk menjadi imam bagi orang 
banyak.  Maka saya akan mendatangi orang-orang yang tidak ikut berjama'ah, 
lantas aku bakar rumah-rumah mereka."  (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu 
Hurairah RA).
=================================================


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke