Bagaimana seharusnya sikap kita dengan Syari'at Allah?
Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya,
demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka
mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain)
dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat."
(Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat
kembali."
QS. Al Baqarah (2):285
Ya, sikap kita terhadap SYARI'AT ALLAH adalah KAMI DENGAR DAN KAMI TAAT
Walaupun kita tidak tahu apa kebaikan dan manfaat dalam syari'at tersebut. Dan
kita harus YAKIN bahwa APA SAJA yang diSYARI'ATkan ALLAH PASTI MEMBAWA KEBAIKAN.
Contoh:
Kalo kita pikir, APA MANFAATNYA MENCIUM HAJAR ASWAD ketika kita menunaikan
ibadah haji?
Wallahu'alam
----- Original Message ----
From: Heri Haryadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: Mas Wibowo <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected]
Sent: Friday, June 27, 2008 11:04:54 AM
Subject: RE: [syiar-islam] Shut down your mind!
Trima kasih Mas,
Teman saya bilanng dia pernah dengar hadist (sayang dia tidak tahu
apakah hadis ini sahih atau tidak) tentang wudhu dengan sepatu "Ali bin
Abi Thalib ditanya bagaimana wudhu nya Nabi, dia bilang (karena pakai
sepatu - kauf), kaki/sepatunya diusap bagian atasnya saja. Terus Ali
bilang, kalau saja agama itu pakai akal, mestinya yang perlu diusap
bagian bawahnya sepatu".
Wallahualam
[Non-text portions of this message have been removed]