BWI akan Gelar Seminar Wakaf Produktif dan Workshop Nazhir Profesional
Jakarta (25/7/08) | Hasil penelitian Pusat Bahasa dan Budaya (PBB) UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, tahun 2006, terhadap 500 responden nazhir di 11 Propinsi,
menunjukkan bahwa harta wakaf lebih banyak bersifat diam (77%) daripada yang
menghasilkan atau produktif (23%). Temuan umum lainnya juga menunjukkan
pemanfaatan terbesar harta wakaf adalah masjid (79%) daripada peruntukkan
lainnya, dan lebih banyak berada di wilayah pedesaan (59%) daripada perkotaan
(41%). Sedangkan para nazhir pun tidak terfokus dalam mengelola, mereka
mayoritas bekerja sambilan dan tidak diberi upah (84%), dan yang bekerja secara
penuh dan terfokus ternyata amatlah minim (16 %). Selain itu, wakaf di
Indonesia lebih banyak dikelola oleh perseorangan (66%) alias tradisional,
daripada organisasi professional (16%) dan berbadan hukum (18%). Ironis.
Selengkapnya klik di sini.
Home http://bw-indonesia.net/
Regards.
Ubaid.
[Non-text portions of this message have been removed]