Assalamu'alaikum wr wb,

Pernyataan Mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar seperti berbau 
ancaman bahwa mereka akan melakukan pembalasan di daerahnya di mana mereka 
mayoritas.

==
Mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar:
Memang di sini kami ini minoritas, tetapi di daerah kami, kami mayoritas. Kami 
siap mendirikan negara baru," kata salah satu perwakilan dari SETIA dalam 
audiensi di Gedung DPR
==

Ini persis dengan kerusuhan Ambon yang dipicu dengan perkelahian antara preman 
Ambon dengan para warga Betawi Muslim di Ketapang di mana para preman Ambon 
tersebut begitu terusir akhirnya membantai warga Muslim di sana sehingga timbul 
kerusuhan.

Adakah kerusuhan antar ummat beragama model "Kerusuhan Ambon" akan terulang 
lagi? Mudah2an kita semua bisa berhati-hati dan waspada akan hal ini.


http://www.detiknews.com/read/2008/07/29/160240/979838/10/mahasiswa-setia-curhat-ke-dpr-ancam-dirikan-negara-baru
Selasa, 29/07/2008 16:02 WIB
Mahasiswa SETIA Curhat ke DPR, Ancam Dirikan Negara Baru
Iif Rahmat Fauzi - detikNews

Mahasiswi SETIA Dievakuasi
Jakarta - Mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar atau SETIA mengadu 
ke DPR demi bisa kuliah lagi di kampusnya. Jika tidak dipenuhi, mereka 
mengancam akan mendirikan negara baru.

"Kita minta ada kepastian, kita ingin kembali belajar dengan tenang di sana. 
Memang di sini kami ini minoritas, tetapi di daerah kami, kami mayoritas. Kami 
siap mendirikan negara baru," kata salah satu perwakilan dari SETIA dalam 
audiensi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/7/2008).

Sekitar 200 mahasiswa SETIA yang didampingi perwakilan dosen, rektor dan 
pimpinan Aras Gereja Nasional ditemui perwakilan Fraksi PDIP dan Fraksi PDS di 
ruang rapat Komisi VII DPR.

Menurut koordinator tim Advokasi STT SETIA, Lubis, mahasiswa menuntut kembali 
ke kampus dan asramanya di Kampung Pulo, Pinang Ranti, Jakarta Timur. Mereka 
juga meminta DPR menjamin keamanan mereka.

"Kami meminta perlindungan keamanan terhadap mahasiswa dan meminta kepastian 
hukum terhadap kasus ini," kata Lubis.

Seorang perwakilan mahasiswa, Maruli, juga mengancam akan bertahan di DPR jika 
keinginan mereka tidak dipenuhi. "Kami berencana akan tetap bertahan di DPR 
selama mahasiswa tidak dipulangkan," ujar Maruli.

Curhat mereka disimak baik-baik oleh sejumlah anggota FPDIP dan FPDS. Antara 
lain Ketua Umum PDS Ruyandi Hutasoit dan Ketua FPDS Carol Daniel Kadang.

"Masukan ini akan saya teruskan kepada Kapolri, karena saat ini masih membuat 
langkah-langkah penanganan," kata anggota FPDIP, Gayus Lumbuun.(fiq/gah)


http://www.suara-islam.com/content/view/221/54/
 Kronologi Bentrok Warga dan Mahasiswa Sekolah Theologi Injil Arastamar         
Monday, 28 July 2008

ihsan/suara-islam.com
Berikut ini kronologi bentrok warga Pinang Ranti dan Mahasiswa Sekolah Theologi 
Injil Arastamar seperti yang diceritakan oleh tokoh masyarakat Risman Hadi 
kepada Suara Islam, Ahad (27/7) kemarin.

Jum’at malam (25/7), diawali dari tertangkapnya mahasiswa yang berada di mess 
gang melinjo bernama Julius, dipergoki warga karena berusaha mencuri pompa air. 
Dari rumah warga dia diamankan ke rumah Ketua RW. Kemudian diserahkan ke 
petugas dan dibawa ke Polsek Pinangranti.

Tiba-tiba dari gang melinjo, ada warga melapor ke masjid kalau rumahnya 
dilempari oleh mahasiswa SETIA. Kemudian, warga ingin mengecek ke mess 
mahasiswa, ingin tahu alasan mengapa melempari rumah warga. “Ada maling dari 
pihak mereka, kok seolah-olah mereka nggak terima,” ujar Risman.

Pada saat ingin mengecek, ternyata warga sudah disambut dengan batu bata dan 
balok (di atas balok ada paku tajam). Ini seolah ada desain dimana ada pemicu 
awal. Kemungkinan maling itu sebagai pemicu.

Warga yang merasa terserang akhirnya mundur. Menunggu petugas datang. Begitu 
petugas datang, Massa yang ada ingin mengecek lagi kenapa mahasiswa melempari 
warga, tapi justru dari pihak mahasiswa lebih beringas akhirnya warga melayani. 
Terjadilah perang timpuk-timpukan. Walhasil warga yang kalah karena warga dari 
bawah, sementara mereka berada di tingkat 2 mess.

Hari Sabtu (26/7) pukul 1 pagi, massa dari warga  kembali ke masjid. Kemudian 
dari arah bawah datang 6 orang berbaju hitam dan berkulit gelap, memancing 
kisruh kembali dan dikejar oleh warga. Bentrok kembali terjadi. Mereka mengaku 
dari polisi, tetapi saat diminta ditunjukkan KTA tidak mau. Hal itu membuat 
curiga warga, bahwa mereka itu provokator. Mereka pun dikejar oleh warga.

Keenam orang tak dikenal tersebut diduga bersembunyi di asrama mahasiswa 
putri.Dari dalam asrama, terdengar provokasi dengan kata-kata kasar, maka 
akhirnya warga spontanitas menyerang asrama.  Penyerangan tersebut semata-mata 
akibat provokasi.

Sabtu siang kondisi aman seperti keseharian biasa. Namun malamnya, bentrok 
terjadi lagi. Sekitar 8 yang diduga preman dari pihak SETIA terlihat 
petantang-petenteng bolak-balik di depan Masjid, sedangkan di dalam Masjid ada 
pengajian. Salah satu dari mereka melempar masjid. Warga pun mengejar mereka.

Delapan orang tersebut masuk kembali ke dalam asrama putri. Ternyata di dalam 
asrama sudah ada sekitar seratusan orang. Melihat tersebut, warga agresif lagi 
ingin menangkap orang tersebut. Kemudian terjadi saling menyerang. Warga pada 
saat itu hanya membawa alat sekadarnya, seperti gagang sapu dan pentungan. 
Sementara pihak mahasiswa Kristen tampak lebih siap. Hal ini terbukti dengan 
adanya anak panah yang diarahkan pada warga.

Walhasil 15 orang warga terluka, 2 orang terkena panah (panah tersebut diduga 
berasal dari kupang). Panah tersebut berbau anyir, dan begitu luka keluar darah 
hitam. 3 orang petugas terkena batu yang kebanyakan terkena dari belakang. 
Karena posisi petugas dan warga berhadap-hadapan.

Pihak yayasan kemudian memohon pihak kepolisian mengevakuasi mahasiswa yang 
berada di sana. “Jadi, selesai bikin masalah, mereka minta evakuasi,” kata 
Risman. Dia pun sempat bersitegang dengan kepolisian, menuntut preman yang 
berada di dalam asrama mahasiswi tersebut untuk ditangkap.

Bentrok masih terjadi. Akhirnya polisi mengeluarkan gas airmata. Evakuasi 
dilakukan, dan diduga ada sekitar 100 orang di dalam karena petugas membawa 
mereka dengan menggunakan 3 truk.

Pantauan Suara Islam langsung dari lapangan di hari Ahad (27/7) siang, kondisi 
kembali tegang setelah tertangkapnya 2 pemuda berkulit hitam oleh warga. Mereka 
berusaha masuk ke dalam kampus SETIA. Sementara itu, beredar isu akan datang 
preman Ambon dan Tanah Abang yang sengaja dipanggil oleh pihak yayasan untuk 
mengamankan kampus.

Sorenya, Walikota bersama jajaran aparat setempat menggelar rapat. Hasilnya, 
Walikota berjanji akan mengevaluasi keberadaan kampus SETIA dan jika 
dimunginkan akan direlokasi dari Pinangranti. Malamnya, pihak kepolisian 
mengevakuasi sekitar 1300 mahasiswa dari dalam kampus SETIA. 
[ihsan/www.suara-islam.com]
===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com


      

Kirim email ke