Assalamu'alaikum wr.wb

Ba'da tahmid dan sholawat
Sobat Zakat yang dimuliakan Allah, salam perkenalan dari saya utk sobat zakat 
semua.
tanpa terasa 26 hari lagi kita akan berjumpa dengan bulan sang sangat mulia 
(bulan Ramadhan) saya berdoa semoga kita termasuk hamba-hambanya yg diberikan 
kesempatan bertemu dg ramadhan tahun ini, dan yg terpenting kita dapat mengisi 
aktifitas ramadhan thn ini dengan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Sobat Zakat melalui email ini saya ingin mengajak utk dapat bersinergi dalam 
memberikan kontribusi terbaik kepada umat islam supaya dapat lebih berdaya 
melalui program-program ramadhan. ( Lihat lampiran)

Semoga Ramadhan ini dapat memetamorvosa kita menjadi hamba-hambaNya yg lebih 
baik dalam mengabdi kepadaNya. Amin

Wassalamu'alaikum wr.wb 
Arif

Sebuah Perniagaan Yang Tidak Akan Merugi




"Tidak ada satu maksud apa pun ketika menuliskan cerita ini, semoga



Allah menjaga hati ini dari sifat riya meski sebiji zarah pun." [ Hamba Allah]



Jum'at lalu, saya berangkat ke kantor dengan dada sedikit berdegub.



Melirik ukuran bensin di dashboard motor, masih setengah. "Yah cukuplah untuk 
pergi pulang ke kantor". 



Namun, bukan itu yang membuat dada ini tak henti berdegub. Uang di



kantong saya hanya tersisa seribu rupiah saja. Degubnya tambah kencang karena 
saya hanya menyisakan uang tidak lebih dari empat ribu rupiah saja di rumah. 
Saya bertanya dalam hati, "makan apa keluarga saya siang nanti?" Meski kemudian 
buru-buru saya hapus pertanyaan itu, mengingat nama besar Allah yang Maha 
Melindungi semua makhluk-Nya yang tawakal. 





Saya berangkat, terlebih dulu mengantar si sulung ke sekolahnya. Saya bilang 
kepadanya bahwa hari ini tidak usah jajan terlebih dulu.



Alhamdulillah ia mengerti. Soal pulangnya, ia biasa dijemput tukang ojeg yang 
-sukurnya- sudah dibayar di muka untuk antar jemput ke sekolah. 



Sepanjang jalan menuju kantor saya terus berpikir, dari mana saya bisa 
mendapatkan uang untuk menjamin malam nanti ada yang bisa dimakan oleh isteri 
dan dua putri saya. Urusan besok tinggal bagaimana besok saja, yang penting 
sore ini bisa mendapatkan sesuatu untuk bisa dimakan. 



Tiba di kantor, tiba-tiba saya mendapatkan sebungkus mie goreng dari



seorang rekan kantor yang sedang milad (berulang tahun). Perut saya yang sejak 
pagi belum terisi pun mendesak-desak untuk segera diisi. Namun saya ingat bahwa 
saya tidak memiliki uang selain yang seribu rupiah itu untuk makan siang. Jadi, 
saya tangguhkan dulu mie goreng itu untuk makan siang saja. 



Sepanjang hari kerja, terhitung dua kali saya menelepon isteri di rumah



menanyakan kabar anak-anak. "sudah makan belum?" si cantik di seberang telepon 
hanya menjawab, "Insya Allah," namun suaranya terasa getir. Saat itu, anak-anak 
sedang tidur siang. 





Pukul lima sore lebih dua puluh menit saya bergegas ke rumah. Sebelumnya saya 
sudah berniat untuk menginfakkan seribu rupiah di kantong saya jika melewati 
petugas amal masjid yang biasa ditemui di jalan raya. 



Sayangnya, sepanjang jalan saya tidak menemukan petugas-petugas itu, mungkin 
karena sudah terlalu sore. Akhirnya, sekitar separuh perjalanan ke rumah, adzan 
maghrib berkumandang. Motor pun terparkir di halaman masjid, dan seketika mata 
ini tertuju kepada kotak amal di pojok masjid.



"Bismillaah. .." saya masukkan dua koin lima ratus rupiah ke kotak tersebut. 



Usai sholat, setelah berdoa saya meneruskan perjalanan. Tapi sebelumnya, tangan 
saya menyentuh sesuatu di kantong celana. Rupanya satu koin lima ratus rupiah. 
Kemudian saya ceploskan lagi ke kotak amal yang sama. 



Sesampainya di rumah, isteri sedang memasak mie instan. Semangkuk mie instan 
sudah tersaji, "kita makan sama-sama yuk..." ajak si manis.



Kemudian saya bilang, "abang sudah kenyang, biar anak-anak saja yang makan". 
Anak-anak pun lahap menyantap mie instan plus nasi yang dihidangkan ibu mereka. 
Rasanya ingin menangis saat itu. 





Keesokan paginya, isteri menggoreng singkong untuk sarapan.



Alhamdulillah masih ada yang bisa dimakan. Sebenarnya hari itu masih



punya harapan. Seorang teman isteri beberapa hari lalu meminjam sejumlah uang 
dan berjanji mengembalikannya Sabtu pagi. Namun yang ditunggu tidak muncul. 
Bahkan ketika terpaksa saya harus mengantar isteri menemui temannya itu, pun 
tidak membuahkan hasil. 



Tiba-tiba telepon saya berdering, "Pak, saya baru saja mentransfer uang satu 
juta rupiah ke rekening bapak. Yang empat ratus ribu untuk pesanan 20 buku 
bapak yang terbaru. Sisanya rezeki untuk anak-anak bapak ya..."



seorang sahabat dekat memesan buku karya saya yang terbaru. 



Subhanallah, Allahu Akbar! Saya langsung bersujud seketika itu. Saya



hanya berinfak seribu lima ratus rupiah dan Allah membalasnya dengan



jumlah yang tidak sedikit. Ini matematika Allah, siapa yang tak percaya



janji Allah? Yang terpenting, siang itu juga saya buru-buru mengeluarkan 
sejumlah uang dari yang saya peroleh hari itu untuk diinfakkan.



Saya bersyukur tidak memiliki banyak uang maupun tabungan untuk saya genggam. 
Sebab semakin banyak yang saya miliki tentu semakin berat pertanggungjawaban 
saya kepada Allah. 

































































________________________________
Sent with DeskNow Lite - Free mail & groupware server http://www.desknow.com 

DISCLAIMER
"This email and any files transmitted with it are confidential and intended 
solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If 
you have received this email in error please notify the system manager. Please 
note that any views or opinions presented in this email are solely those of the 
author and do not necessarily represent those of the company. Finally, the 
recipient should check this email and any attachments for the presence of 
viruses. The company accepts no liability for any damage caused by any virus 
transmitted by this email."
RUMAH ZAKAT INDONESIA
www.rumahzakat.org 

 
________________________________
Sent with DeskNow Lite - Free mail & groupware server http://www.desknow.com


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke