Bismillahirrahmaanirraahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Ada manusia yang bertanya dan berkomentar:
"Mana mungkin Rasulullah Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam bisa Isra, Mi'raj
dengan ruh dan jasadnya sekalian, karena, ketika ditanya oleh kafir Quraish
saja bagaimana kondisi mesjidil Haram, beliau mulanya tidak bisa menjawab
secara langsung, kecuali setelah dibayangkan oleh Allah Ta'ala akan kondisi
mesjidil Aqsha tersebut didepan matanya".
Aku berkomentar begini saja deh:
"Rasulullah ISRA" dan MI'RAJ, bukanlah dalam berurusan untuk menjawab semua
pertanyaan siapapun yang bertanya pada manusia, namun beliau Isra dan Mi'raj
dalam memenuhi panggilan Undangan Allah Ta'ala, sehingga, manalah kepikir oleh
beliau ketika Isra dan Mi'raj itu menghitung-hitung berapa jumlah pintu dan
jendela, dan berbagai macam lainnya".
Ini Mah, sama saja kita bertanya pada pak Presiden SBY, ketika beliau baru
pulang dari perjalanannya ke USA, atas panggilan/undangan Presiden Bush,
lantas, demi mempercayainya, bahwa beliau benar telah berada di Amrika dalam
waktu berapa jam saja, lantas kita tanya berapa pintu Gedung Putih (white
house), gordengnya warna apa, berapa pembantu disana, jendelanya bagaimana
bentuk dan sebagainya..dan sebagainya...".
Lantas, toh...kita tetap saja mempercayai beliau berada di USA, bukan? Jasmani
dan ruhaninya, meskipun beliau tidak bisa menjawab apapun pertanyaan kita?
Lantas, kenapa masih ada saja yang tidak percaya beliau isra dan mi'raj dengan
jasmani dan ruhaniyahnya? Kita bisa percaya dengan manusia sekaliber SBY,
lantas, kenapa kita tidak bisa percaya pada Allah dan RasulNya?
Kemudian, apakah SBY pergi ke Amrika tersebut bertujuan untuk meyakinkan kita,
atau bertujuan untuk menjawab segudang pertanyaan kita? Tidak bukan?
Ditanya atau tidak ditanya, dijawab atau tak dijawab, itu bukan urusan SBY.
Sebab beliau ke Amrika, adalah atas undangan Presiden Bush...bukan atas
undangan kita toh...begitu pulalah dengan Isra Mi'rajnya Rasulullah, beliau
diundang oleh Allah Ta'ala,..gitu aja koq repot...
Apakah missi utama beliau Mi'raj?
Menjemput shalat 5 waktu. Maka jangan pernah lewatkan shalat 5 waktu itu.Karena
untuk menjemputnya saja, luar biasa kejadiannya. Serta mengundang perdebatan
tak pernah habis-habisnya selama berabad-abad lamanya.
Wassalamu'alaikum. Rahima.
[Non-text portions of this message have been removed]