Bismillah. Ingin menulis tentang situs FFI/ alias
faithfreedomindonesia, eh ketika browsing dapat postingan ini, ah dari
pada menulis hal yg sama dgn sudut pandang yg gak jauh berbeda,
mendingan tulis izin kopas dan jadilah postingan ini dengan sedikit
koment dari saya pribadi.

<a href="http://faithfreedom.myforumportal.com/";><span
class="postbody"><img style="border:0 none;width:468px;"
src="http://www.image-upload.net/files/7940/AFFI/Banner4.gif";
border="0" alt="" /> </span></a>

Anda tahu FFI kan?, Itulah FFI bikinan <a
href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_Sina";>Ali sina</a>. Kalo belum
tahu silahkan <a
href="http://en.wikipedia.org/wiki/Faith_Freedom_International";>klik
ini untuk mengetahuinya</a>. Kalo ingin melihat debat kusir yg gak ada
juntrungannya, silahkan berkunjung ke sana. :D

Setelah itu anda sedikit pusing :D dan mual-mual karena saking
ngdongkol dgn kebodohan mereka, silahkan kunjungi ini: <a
href="http://faithfreedom.myforumportal.com/forum/";>anti-faith-freedom1</a>
atau yang ini <a
href="http://antifaithfreedom.wordpress.com/";>anti-faith-freedom2</a>

Nah, pada akhirnya anda akan tahu bagaimana berdiskusi dan
berjidal/berdebat dengan dengan cara yg baik/ahsan. :D

-------------------------------------

http://azizahmad.wordpress.com menulis: ................"Tadi sempat
lihat2 ke website http://www.indonesia.faithfreedom.org - Faith
Freedom International (FFI).

Membayangkan namanya, semula saya berharap akan menemukan
diskusi-diskusi ilmiah yang sehat, dengan saling beradu argumen.
Bukankah diskusi dilakukan dalam rangka mencari kebenaran? Artinya
kedua pihak bersedia menerima argumen2 yang dikemukakan lawannya jika
ternyata argumen itu logis, atau mematahkan argumen tersebut dengan
ilmiah.

<span class="postbody"><img style="border:0 none;width:468px;"
src="http://www.image-upload.net/files/7940/AFFI/Banner6.gif";
border="0" alt="" /> </span>

Harapan saya sama sekali patah. Sama sekali nggak saya temukan diskusi
ilmiah, melainkan debat kusir yang kampungan dan jorok.

Juga, semestinya diskusi faith-freedom dilakukan dengan berimbang,
meninggalkan prasangka2, stigma2, maupun stereotip2 kelompok faith
tertentu. Tapi yang saya temukan ternyata HANYA anti-Islam. Mestinya
alamat URL-nya diganti http://www.anti-islam.org atau yang lain yang
lebih pas dengan isinya. Vulgar banget kebencian yang mereka tampakkan
kepada Islam.

Debat yang ada terbagi menjadi 2 kubu (seperti biasa), pihak Islam dan
pihak anti-Islam. Sama-sama orang Indonesia.

Alhamdulillah, yang pihak Islam masih terlihat santun dan berargumen
dengan baik (meskipun lama2 terpancing dan mulai mem-bego2-kan
lawannya, hehehe :D). Satu per satu pertanyaan dijawab dengan baik.

Alhamdulillah juga, pihak anti-Islam terlihat sangat buruk dalam
berdebat, mengulang2 pertanyaan yang sudah dijawab, benar2
memperlihatkan ciri khas yang penuh kedengkian dan kebodohan. Nggak
terstruktur, nggak ilmiah, ngomong jorok, misuh2, etc-lah, sesuai
kapasitas IQ, EQ dan SQ mereka.

Namun, apapun yang diuraikan oleh pihak Islam, sama sekali nggak
menyentuh mereka. Karena memang sejak awal, mereka berdebat BUKAN
untuk mencari kebenaran. Misalnya, ngajak debat tentang gerakan2
shalat, padahal mereka nggak tau shalat itu seperti apa. Mereka
menduga2, bahwa gerakan2 shalat itu diambil dari kebiasaan kaum pagan.
etc-etc..

Kalo saya sendiri males nanggapi debat seperti itu. Capek, buang2
tenaga, waktu, dan pikiran. Toh yang mereka cari bukan kebenaran,
melainkan hanya sekedar melampiaskan kekesalan dan kebencian mereka
pada Islam. Mungkin mereka pernah disakiti oleh tetangganya atau
kerabatnya yang Islam, jadinya kebawa2 jadi benci Islam. Ngga nalar, kan?

Jauh lebih enak kalo diskusi dengan orang orientalis - barat. Ilmu
mereka tentang Islam luas, namun kebanyakan mereka masih MAU dan MAMPU
berfikir. Kalo pertanyaan2 dan argumen2 mereka bisa kita jawab
(meskipun itu sangat sulit, karena kaum orientalis biasanya benar2
paham tentang Islam), mereka akan mengakui kebenaran.

Mengikuti debat ini, diam-diam, saya jadi merinding ngeri. Di
Indonesia yang mereka minoritas saja, mereka berani berbuat seperti
itu. Apalagi kalo mereka mayoritas?? Mungkinkah bakal terjadi tragedi
inkuisisi spanyol versi Indonesia? Di jaman modern begini?

Naudzubillah........"
-----------------------------

aslmkm..
pikiran yg sama mas aziz..
saya beberapa kali mengamati postingan di sana, ah gak ada mutunya..
makin menunjukan siapa mereka sebenarnya..tidak ada selain memperkuat
cinta kita terhadap islam ini.

mereka begitu karena sedikit, sama2 merasa punya dendam dan keirian yg
sama terhadap islam di Indonesia ini. Saya harap sih pemerintah segera
bertindak demi keamanan dan ketertiban bermasyarakat dan beragama di
indonesia.

Ah..gak perlu merinding melihat kekonyolan mereka. Kalopun mereka
banyak dan mayoritas, pasti mereka juga akan sibuk saling memakan satu
sama lain, lihat aja negara2 tempat paham mereka mayoritas.

Hanya perlu sedikit pendidikan intelektual bagi mereka agar mau
berdialog secara gentle di forum2 nyata yg terbuka, misalnya di
kampus. Sayang mereka emang udah keburu takut setengah mati sama islam
dan ummatnya.

Udahlah, sekarang bagaimana kita belajar dan terus memperbaiki diri
dengan keislaman kita, gali ilmu terus dgn sabar, amalkan dgn sabar,
sebarkan sesuai kemampuan dgn sabar pula. (masbadar)

Kirim email ke