Mereka adalah Ulama Salaf
Sesungguhnya<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/>August
19, 2008 – 10:29 am

Oleh : A Dani Permana

Úóäú åöÔóÇãö Èúä ÍóÓøóÇäó Ãóäøó ÇáúÍóÓóä ÓõÆöáó Úóäú ÇáÕøóáóÇÉ ÎóáúÝó ÕóÇÍöÈ
ÇáúÈöÏúÚóÉ ÝóÞóÇáó ÇáúÍóÓóä " Õóáøö ÎóáúÝóåõ æóÚóáóíúåö ÈöÏúÚóÊõåõ

Dari Hisyam bin Hasan, bahwasannya Al Hasan ditanya tentang sholat
dibelakang pelaku bid'ah, Hasan berkata, "Shalatlah di belakangnya, dan dosa
bid'ahnya menjadi tanggungannya
sendiri."[1]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_edn1>

Úóäú þ þÚõÈóíúÏö Çááøóåö Èúäö ÚóÏöíøö Èúäö ÎöíóÇÑò þ þÃóäøóåõ ÏóÎóáó Úóáóì þ
þÚõËúãóÇäó Èúäö ÚóÝøóÇäó þ þÑóÖöíó Çááøóåõ Úóäúåõ þæóåõæó þ þãóÍúÕõæÑñ þ
þÝóÞóÇáó Åöäøóßó ÅöãóÇãõ ÚóÇãøóÉò æóäóÒóáó Èößó ãóÇ äóÑóì æóíõÕóáøöí áóäóÇ
ÅöãóÇãõ ÝöÊúäóÉò æóäóÊóÍóÑøóÌõ ÝóÞóÇáó þ þÇáÕøóáóÇÉõ ÃóÍúÓóäõ ãóÇ íóÚúãóáõ
ÇáäøóÇÓõ ÝóÅöÐóÇ ÃóÍúÓóäó ÇáäøóÇÓõ ÝóÃóÍúÓöäú ãóÚóåõãú æóÅöÐóÇ ÃóÓóÇÁõæÇ
ÝóÇÌúÊóäöÈú ÅöÓóÇÁóÊóåõãú þ

Ubaidillah bin Adi bin Khiyar mengatakan bahwa dia datang kepada Utsman bin
Affan sewaktu ia dikepung, dan berkata kepadanya, "Engkau adalah pemimpin
seluruh kaum muslimin, dan kami telah melihat apa yang menimpamu. Kami
shalat diimami oleh imam penyebar fitnah, dan kami merasa prihatin." Utsman
berkata, "Shalat adalah amal terbaik dari segala amal yang dilakukan
manusia. Karena itu, pada waktu orang-orang melakukan perbuatan-perbuatan
yang baik, maka lakukanlah kebaikan bersama mereka. Pada waktu mereka
melakukan perbuatan-perbuatan buruk, maka hindarilah perbuatan-perbuatan
buruk itu." 
[2]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_edn2>

Sebagian sahabat shalat dibelakang sebagian ahli bid'ah, sebagaimana
diriwayatkan oleh Ibnu Abu Zamnin dari Siwar bin Syubaih, "Najdah Haruri
pergi haji setelah mendapat restu dari Ibnu Az Zubair, Ia memimpin shalat
dibelakangnya. Salah seorang bertanya : Wahai Abu Abdurrahman, apakah kamu
shalat dibelakang Najdah Al Haruri (pendukung khawarij)? Ibnu Umar menjawab,
"Bila mereka mengajak marilah kita menuju kebaikan, maka kita penuhi
panggilan mereka. Dan bila mereka mengajak mari kita membunuh jiwa yang
suci, maka kami mengatakan: Tidak, sambil dengan suara yang
meninggi."[3]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_edn3>

Ibnu Hazm berkata: "Tidak seorang pun dari kalangan sahabat menolak shalat
dibelakang Mukhtar, ubaidillah bin Zayyad dan Hajaj. Sementara tidak ada
pemimpin lebih fasik dari mereka. Sebab Allah berfirman: "dan tolong
menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan jangan menolong
dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (Al Maidah :2).
[4]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_edn4>

Dari beberapa riwayat tersebut diatas tidak dipungkiri bawah para sahabat
dan tabi'in radhiallahu 'anhu shalat di belakang orang-orang yang selama ini
dipandang sesat bahkan kafir oleh sebagian kaum muslimin.

Kebencian para sahabat dan tabi'in kepada kaum Khawarij hanya terbatas apa
yang mereka benci dari perbuatan buruknya, namun mereka masih membaur dengan
kalangan khawarij. Para sahabat dan tabi'in bisa menempatkan posisinya kapan
harus benci dan kapan harus bersama-sama.

Bila mereka mengajak kepada kebaikan maka kita wajib penuhi mereka namun
bila mengajak kepada keburukan kita wajib menghindar dan memberikan
peringatan.

Dalam agama ini memang diperkenanakan untuk menyebutkan keburukan
sesorang/kelompok yang memang merusak agama yang murni bahkan hal itu adalah
wajib diperingati atas keberukannya agar kita terhindar dari keburukannya,
sambil tetap menempatkan adab dan sopan santun sebagaimana yang dicontohkan
oleh Ustman bin Affan dan Ibnu Umar diatas.

Bagi mereka yang memang diketahui melakukan kebid'ah-hannya karena segala
amalan perbuatannya tidak sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah, maka wajib
untuk di tahdzir karena kebid'ah-hannya namun kebaikan yang lain yang sesuai
dengan Kitabullah dan as Sunnah maka kita wajib berbaur dengan mereka.

Berikut adalah dalil-dalil bolehnya men-tahdzir orang yang melakukan
keburukan,

Dari 'Aisyah radhiAllahu 'anha, "Ada orang yang minta izin untuk menemui
Rasulullah Shalalllahu 'alahi wasallam dan beliau bersabda, "Izinkanlah dia,
sungguh dia adalah seburuk-buruknya saudara dan teman bergaul, ketika orang
it masuk, Rasulullah bertutur kata dengan santun, lalu Aisyah bertanya, "
Wahai Rasulullah, engkau sudah mengucapkan perkataan seperti itu, kemudian
engkau bertutur kata santun didepannya." Rasulullah menjawab, :"Hai 'Aisyah,
seburuk-buruk orang adalah orang yang dijauhi orang karena takut
keburukannya.".
[5]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_edn5>

Imam Nawawi menjelaskan dengan menukil pendapat Al Qadhi, orang yang
dimaksud adalah Uyainah bin Hisn bin Hudiafah Al Fazari atau Abu Malik. Nabi
ingin menjelaskan kepada Aisyah perangainya agar semua orang mengerti dan
tidak terkecoh, juga sebagai bukti adanya perangai buruk dikalangan sahabat
Nabi ketika Rasulullah shalallhu 'alaihi wasallam masih hidup. Setelah
Rasulullah wafat, dia Abu Malik kembali murtad bersama kelompok orang-orang
murtad, yang kemudian diserahkan kepada khalifah Abu Bakar radhiAllahu
'anhu. Hadits diatas sebagai dalil diperbolehkannya untuk berbasa-basi untuk
menghindar dari kejahatannya dan menggunjing orang fasik yang menampakkan
kefasikannya.[6]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_edn6>

ÇÍúÊóÌøó Èåö ÇáÈÎÇÑí Ýí ÌóæÇÒö ÛíÈÉö Ãåáö ÇáÝÓÇÏö æÃåáö ÇáÑøöíÈö .

Imam Bukhari berijtihad dari Hadis ini akan bolehnya mengumpat pada
orang-orang yang suka membuat kerusakan serta ahli bimbang - tidak
berpenderian 
tetap[7]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_edn7>

Kemudian juga dari riwayat berikut, Ketika Muawiyah bin Abu Sufyan dan Abu
Jahm melamar Fatimah bin Qais, beliau minta saran kepada Rasulullah
shalallahu 'alahi wasallam, dan Fatimah bin Qais bertanya: "dengan siapa
saya harus menikah? Rasulullah menjawab, "adapun Abu Jahm tidak pernah
meletakan tongkat dipundaknya dan Muawiyah bin Abu Sufyan miskin tidak punya
harta." 
[8]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_edn8>

æÝí ÑæÇíÉò áãÓáãò : « æÃãøóÇ ÃÈõæ ÇáÌóåúãö ÝÖóÑøóÇÈõ ááäøöÓÇÁö » æåæ ÊÝÓíÑ
áÑæÇíÉ : « áÇ íóÖóÚõ ÇáÚóÕÇ Úóäú ÚÇÊöÞöåö » æÞíá : ãÚäÇå : ßËíÑõ ÇáÃÓÝÇÑö .

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: "Adapun Abul Jahm, maka ia adalah
seorang yang gemar memukul wanita." Ini adalah sebagai tafsiran dari riwayat
yang menyebutkan bahwa ia tidak sempat meletakkan tongkat dari bahunya. Ada
pula yang mengartikan lain ialah bahwa "tidak sempat meletakkan tongkat dari
bahunya" itu artinya banyak sekali bepergiannya. [Riyadhus Sholihin No
Hadits 1533 <http://www.al-eman.com/Islamlib/viewchp.asp?BID=245&CID=27#s4>,
"ÈÇÈ ÈíÇä ãÇ íÈÇÍ ãä ÇáÛíÈÉ "]

æÚä ÒíúÏ Èäö ÃÑúÞóãó ÑÖí Çááøóå Úäåõ ÞÇá :
<http://video.islamweb.net/f/reyad/h1534.rm>ÎóÑÌúäóÇ ãÚ ÑÓæáö Çááøöåö Õóáøì
Çááåõ Úóáóíúåö æÓóáøóã Ýí ÓÝóÑò ÃÕÇÈ ÇáäøóÇÓ Ýíåö ÔöÏÉñ ¡ ÝÞÇá ÚÈÏõ Çááøóå
Èäõ ÃÈí : áÇ ÊõäúÝöÞõæÇ Úáì ãäú ÚöäúÏ ÑÓõæáö Çááøóå ÍÊì íäúÝóÖøõæÇ æÞÇá :
áóÆöäú ÑÌÚúäóÇ Åáì ÇáãÏöíäóÉö áíõÎÑöÌäøó ÇáÃÚÒøõ ãöäúåÇ ÇáÃÐóáøó ¡
ÝóÃóÊóíúÊõ ÑÓæá Çááøóå Õóáøì Çááåõ Úóáóíúåö æÓóáøóã¡ ÝóÃóÎúÈÑúÊõåõ ÈöÐáßó ¡
ÝÃÑÓáó Åáì ÚÈÏ Çááøóå Èä ÃÈí ÝóÇÌúÊóåóÏ íãöíäóåõ : ãÇ ÝóÚóá ¡ ÝÞÇáæÇ : ßóÐóÈ
ÒíÏñ ÑÓæáó Çááøóå Õóáøì Çááåõ Úóáóíúåö æÓóáøóã ¡ ÝóæÞóÚ Ýí äóÝúÓöí ãöãøóÇ
ÞÇáæåõ ÔöÏøóÉñ ÍÊì ÃäúÒóá Çááøóå ÊÚÇáì ÊóÕúÏöíÞí: { ÅÐÇ ÌÇÁóß ÇáãõäóÇÝöÞõæä
} Ëã ÏÚÇåã ÇáäÈí Õóáøì Çááåõ Úóáóíúåö æÓóáøóã ¡ áöíóÓúÊÛúÝöÑó áåã ÝáóæøóæúÇ
ÑõÄõæÓóåõãú . ãÊÝÞñ Úáíå .

Dari Zaid bin Arqam r.a., ia berkata: "Kita keluar bersama Rasulullah
Shalallahu 'alaihi wasallam. dalam suatu perjalanan yang menyebabkan
orang-orang banyak memperoleh kesukaran, lalu Abdullah bin Ubay berkata:
"Janganlah engkau semua memberikan apa-apa kepada orang yang ada di dekat
Rasulullah, sehingga mereka pergi - yakni berpisah dari sisi beliau
Shalallahu 'alaihi wasallam. itu." Selanjutnya ia berkata lagi: "Niscayalah
kalau kita sudah kembali ke Madinah, sesungguhnya orang yang berkuasa akan
mengusir orang yang rendah." Saya lalu mendatangi Rasulullah Shalallahu
'alaihi wasallam. dan memberitahukan hal ucapannya Abdullah bin Ubay di
atas. Beliau Shalallahu 'alaihi wasallam. menyuruh Abdullah bin Ubay datang
padanya, tetapi ia bersungguh-sungguh dalam sumpahnya bahwa ia tidak
melakukan itu -yakni tidak berkata sebagaimana di atas. Para sahabat lalu
berkata: "Zaid berdusta kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam."
Dalam jiwaku [Zaid] terasa amat berat sekali karena ucapan mereka itu,
sehingga Allah Ta'ala menurunkan ayat, untuk membenarkan apa yang saya
katakan tadi, yaitu - yang artinya: "Jikalau orang-orang munafik itu datang
padamu." (al-Munafiqun: 1)

Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam. lalu memanggil mereka untuk dimohonkan
ampun - yakni supaya orang-orang yang mengatakan bahwa Zaid berdusta itu
dimohonkan pengampunan kepada Allah oleh beliau Shalallahu 'alaihi
wasallam., tetapi orang-orang itu memalingkan kepalanya - yakni enggan untuk
dimintakan pengampunan." (Muttafaq 'alaih)

Dari beberapa dalil tersebut diatas menggambarkan diperbolehkan mengungkap
aib dalam sesorang demi kemashlahatan, maka membongkar aib ahli bid'ah
adalah lebih utama karena berkaitan dengan kepentingan agama secara umum.

Namun teramat beda dengan sifat dan sikap sebagian orang yang mendakwakan
dirinya Manhaj salaf dewasa ini/pada masa sekarang bila dibandingkan dengan
sikap para sahabat Nabi dan tabi'in dalam men-tahdzir dan meng-hajr pada
masanya. Sungguh jauh bagaikan langit dan bumi, sikap Rasulullah dalam kasus
Zaid bin Arqam dan Abdullah bin Ubay adalah contoh sikap kasih sayang
Rasulullah kepada umatnya dengan memohonkan ampun. Sesungguhnya bila mereka
bermanhaj kepada Rasulullah-shallahu 'alahi wasallam itu terlebih baik.

Mereka Para sahabat Nabi masih memiliki rasa saudara seagama dan bisa
menempatkan tahdzir dan hajr sesuai dengan porsinya sambil menasehati mereka
untuk merujuk kepada Kitabullah dan As Sunnah.

Wallahu'alam bishowab

*Footnote:*
------------------------------

[1]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_ednref1>HR
Bukhori "ÈóÇÈ
þ þÅöãóÇãóÉö ÇáúãóÝúÊõæäö æóÇáúãõÈúÊóÏöÚö þ þæóÞóÇáó þ þÇáúÍóÓóäõ þ þÕóáøö þ
þæóÚóáóíúåö ÈöÏúÚóÊõåõ
þ<http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=1116>"

[2]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_ednref2>
HR
Bukhori No. 654<http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=1117>

[3]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_ednref3>Lih:
Ushul As Sunnah, Ibnu Abu Zamnin, Jilid III, hal. 1003

[4]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_ednref4>lih:
Muhalla, Jilid IV hal 302

[5]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_ednref5>HR
Bukhori dalam Kitab
Adab No 
5572<http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?hnum=5572&doc=0&IMAGE=%DA%D1%D6+%C7%E1%CD%CF%ED%CB>,
dan Muslim dalam kitab Al Birr No.
4693<http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?hnum=4693&doc=1&IMAGE=%DA%D1%D6+%C7%E1%CD%CF%ED%CB>,
Abu Dawud No. 
4159<http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?hnum=4159&doc=4&IMAGE=%DA%D1%D6+%C7%E1%CD%CF%ED%CB>,
Musnad Ahmad No. 22977.

[6]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_ednref6>
Syarh
Shahih Muslim No.
4693<http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?hnum=4693&doc=1&IMAGE=%DA%D1%D6+%C7%E1%CD%CF%ED%CB>

[7]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_ednref7>Riyadhus
Shalihin, bab "ÈÇÈ ÈíÇä ãÇ íÈÇÍ ãä ÇáÛíÈÉ"/Bab diperbolehkannya
Ghibah No hadist. 1531

[8]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/19/mereka-adalah-ulama-salaf-sesungguhnya/#_ednref8>HR
Muslim dalam Kitab At Thalaq


-- 
www.adanipermana.co.cc
www.computer-knowledge.biz


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke