Bismillaahirrohmaanirroohiim,
Sudah 30 tahunan yang lalu, sejak saya memahami/mengerti bulan puasa, hingga
kini sering terjadi beda awal bulan puasa (mulai puasa) dan beda akhir bulan
puasa (akhir puasa/idul fitri). Mengapa ini harus terjadi dan seringkali
menjadikan kehidupan ukhuwah umat islam tidak/kurang harmonis?
Prinsip pembagian waktu matahari yang berbeda 60 menit (1 jam) setiap beda 15
derajad bujur sama dengan pembagian waktu bulan, hanya saja ada faktor lebih
cepat 11 hari dalam satu tahun bulan/qomariah/lunar karena bulan qomariah hanya
berusia 29 dan 30 hari. Mengapa kita/para ahli falaq internasional tidak
belajar dari cara penanggalan matahari/syamsiah/solar, yang secara
internasional telah disepakati bahwa standar waktu ditentukan dimulai dari Kota
Greenwhich, London, Inggris dan Tanggal Internasional ditetapkan di sebelah
timur waktu Bering (pada posisi 180 BT/BB)? Lalu, secara wilayah masing-2
(bedasarkan unit BUJUR) ada yang namanya waktu Bering, Waktu Alaska-Hawaii,
Waktu Yukon, Waktu Pasifik, Waktu Sentral, Waktu Atlantik, Waktu Sentral
Internasional/GMT, Waktu Indonesia Barat (WIB), WITA, WIT, dll ditetapkan
sebagai wilayah dengan selisih waktu tertentu. Ada yang satu jam, setengah jam,
atau ada selisih sendiri.
Selama belum ada kesepakatan Garis Tanggal Internasional (dalam penanggalan
qomariah), maka selama itu pula tidak akan ada kebersamaan waktu pelaksanaan
ibadah puasa romadhon. Apalagi masing-masing daerah satuan kabupaten melakukan
rukyat sendiri-sendiri dengan standar yang berbeda-beda (standar Bulan bisa
dilihat ada 1 derajat, 2 derajat, 3 derajat, 4 derajat, 5 derajat atau berapa
derajat? ini juga tidak ada kesepahaman ilmiah). Atau masing-masing individu
mengikuti kemauan masing-masing juga...wah satu RT saya bisa idul fitri pada
hari berbeda, padahal secara empiris ilmiah beda 1 jam itu terjadi pada jarak
15 bujur atau sekitar 1.668,91 km. Kapankah ada kesepakatan penanggalan
qomariah internasional?
Mari kita tunggu. Semoga Alloh membantu para ahli falaq masing-masing negara
untuk berkonferensi secara internasional. allohumma amiin.
Faisol Muhammad