PUASA SIAPA TAKUT..!!

"Cara terbaik mengajarkan dan memotivasi anak berpuasa memang jangan 
memerintah, tapi harus menginspirasinya," papar Emmy Soekresno S. Pd, konsultan 
pendidikan dan pemilik sekolah Jerapah Kecil, Depok, Jawa Barat. 

Ketika ahzami mulai puasa



Menyuruh anak berpuasa emang rada gampang-gampang susah. Apalagi kalau 
lingkungan tempat tinggal kita tidak mendukung. Ya iyalah.. gimana engga.. coba 
bayangkan ketika sudah bersusah pasah memberikan pengertian akan arti 
pentingnya menjalankan sebuah kewajiban syariat (puasa gituloh maksudnya), ude 
ngebangunin sahur dengan susah payah, eee.. pas main keluar yang dilihat sama 
anak kita banyak orang dewasa yang dengan asiknya pagi-pagi ude nongkrong di 
Pos RW sambil ngisep rokok dan segelas teh anget..(orang tua ga tau diri nich). 
Belom lagi temen-temen sebayanya main sambil ngemut es, makan permen.. waduuh 
bisa kacau kan..

Pasti anak kita ude ngerengek-rengek laper. Nah untuk itu kita nich sebagai 
orang tua haruslah memberikan inspirasi tentang  berpuasa, kita sebagai orang 
tua bisa memulainya dengan membagi pengalaman indah tentang puasa.

Misalnya, di saat berbuka bersama, perlihatkan wajah senang dan panjatkan doa 
tulus. Sehingga ia mulai punya memori puasa adalah kewajiban yang indah dan 
menyenangkan. 

Ketika anak sudah lebih besar, ceritakan riwayat turunnya perintah Allah kepada 
kaum muslim untuk berpuasa. Agar tertanam tanggung jawab untuk menjalankan 
ibadah sesuai perintah dan ketentuan agama. Dari pengetahuan ini, anak tergerak 
untuk memutuskan apakah ia akan berpuasa atau tidak.

Bila anak bertanya siapa saja yang wajib berpuasa, katakan dengan bijak dan 
penuh kasih, ia pun wajib berpuasa karena puasa adalah perintah Allah. Jelaskan 
pula ketentuan dan alasan mengapa ada yang tidak berpuasa agar pemahamannya 
berimbang. Nah, bila anak sudah paham dan menerima gambaran puasa, selanjutnya 
motivasi sesuai perkembangan kedewasaannya.

Dan Alhamdulillah anak saya yang pertama "Muhammad Ihsan ahzami" pada usia 4 
tahun  sudah mulai berpuasa.. walaupun sahurnya baru mulai jam 8.00 dan jam 
12.00 siang sudah minta berbuka puasa. Setelah itu dia akan bilang.. yah.. aku 
puasa lagi ya.. Tapi kita harus secara tegas mengatakan bahwa puasa yang afdol 
itu dimulai dari terbit fajar (adzan subuh) sampai adzan maghrib berkumandang. 

Puasanya kedua pada usia 5 tahun (TKIT Al Fida), "Muhammad Ichsan Ahzami" sudah 
berpuasa penuh berikut amalan lain seperti salat tarawih. Kok bisa full..!! 
soalnya ude dikasih buku catatan harian Ramadhan dari sekolahnya. Dan ini 
membantu saya mengontrol aktivitas puasanya.. dan hasilnya..!! Subhanallah.. 
full 1 bulan. 

Puasanya yang ketiga pada usia 6 tahun (SDIT Ibnu Sina), lagi-lagi "Muhammad 
Ichsan Ahzami" sudah berpuasa penuh bahkan ikut i'tikaf walaupun hanya 2 hari 
di Masjid Al Ishlah (deket rumah sich..) bersama saya. Allahu Akbar.. !!

Dan sore ini waktu saya mau berangkat kerja (shift 3) "Muhammad Ichsan Ahzami" 
ngomong ke saya. "..yah besok beliin karton trus di hias yah.. kasih tulisan 
Marhaban Ya Ramadhan trus di bawahnya kasih tulisan Puasa.. Siapa Takut  atau 
tulisan Puasa yuk.. kasih warna ya yah... yang keren.. ayahkan jago.."

Tidak ada sepatah kata yang saya ucapkan hanya anggukan dan perasaan bangga, 
haru, senang semua menjadi baur..

Dalam perjalanan menuju jemputan dalam batin saya: "Iya san.. Puasa.. Siapa 
Takut..!!  hebat kamu san, ini berarti puasa kamu yang keempat. Jadi inget 
waktu saya kecil.. pertama kali puasa full ampe maghrib kelas 6 SD .. full satu 
bulan kelas 1 SMP.. hebat kamu san....!! "



Nb: 
Puasa tahun ini pasti lebih rame dan seru..!! kan Aisyah ude bisa ngacak2.. 
(1.5th)




Best Regards,
====================================================
Abu ahzami
Email address : [EMAIL PROTECTED],  [EMAIL PROTECTED]
Web: www.ahzami.wordpress.com
=================================================================
Dari Abu Hurairah rodhiallohu 'anhu berkata, Rasulullah sholallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda, "Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan 
saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu 
barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Alloh yang 
bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak 
untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada 
disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan 
jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari 
muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya" (HR muslim) 
Maraji: Ringkasan Syarah Arba'in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh 
Hafizhohulloh



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke