Pie Charts02 September 2008 / 02 Ramadhan 1429 

Larangan puasa wishal (sambung)
  a.. Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: 
  Bahwa Nabi saw. melarang puasa sambung (terus-menerus tanpa berbuka). Para 
sahabat bertanya: Bukankah baginda sendiri melakukan puasa wishal? Nabi saw. 
menjawab: Sesungguhnya aku tidak seperti kalian. Aku diberi makan dan minum. 
(Shahih Muslim No.1844)

  b.. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: 
  Rasulullah saw. melarang puasa sambung. Kemudian salah seorang sahabat 
bertanya: Wahai Rasulullah, bukankah baginda sendiri melakukan puasa wishal? 
Beliau bersabda: Siapa di antara kalian yang seperti aku? Sesungguhnya di malam 
hari aku diberi makan dan minum oleh Tuhanku. Ketika mereka enggan menghentikan 
puasa sambung, beliau sengaja membiarkannya sehari sampai beberapa hari. 
Kemudian pada hari berikutnya, mereka melihat bulan (tanda masuk bulan 
Ramadan). Rasulullah saw. lantas bersabda: Kalau bulan itu tertunda datangnya, 
niscaya akan aku tambah lagi berpuasa sambung buat kalian sebagai pelajaran 
bagi mereka, karena mereka enggan berhenti puasa sambung. (Shahih Muslim 
No.1846)

  c.. Hadis riwayat Anas ra., ia berkata: 
  Rasulullah saw. pernah mengerjakan salat di bulan Ramadan. Kemudian aku 
datang ikut salat di samping beliau. Kemudian datang lagi orang lain dan ikut 
pula mengerjakan di sampingku dan seterusnya, sampai kira-kira sebanyak sepuluh 
orang. Ketika Rasulullah saw. merasa akan keberadaan kami di belakangnya, 
beliau meringankan salat kemudian pulang ke rumah untuk melanjutkan salat yang 
masih tersisa. Pagi harinya aku tanyakan hal itu kepada beliau: Apakah semalam 
engkau sengaja memberikan pelajaran kepada kami? Beliau menjawab: Betul, itulah 
alasan yang membuat aku melakukan seperti itu. Anas berkata: Kemudian 
Rasulullah saw. melakukan puasa sambung. Hal itu terjadi di akhir bulan 
Ramadan. Mengetahui hal itu maka ada beberapa orang sahabat yang ikut berpuasa 
sambung. Rasulullah saw. kemudian bersabda: Apakah mereka mau ikut berpuasa 
sambung bersamaku? Sesungguhnya kalian tidak seperti aku. Demi Allah, 
seandainya bulan ini dipanjangkan untukku, niscaya aku akan terus berpuasa biar 
hal itu menjadi pelajaran bagi mereka yang keras kepala. (Shahih Muslim No.1848)




Wassalam,

Iip Syaiful Rahman






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke