Konon kabarnya di Eropa  banyak gereja yang ditutup malah ada yang dijual
untuk didirikan Masjid. Tapi anehnya di Indonesia malah banyak berdiri
Gereja - Gereja yang dibangun
Eronis negara mayoritas Islam justru membiarkan gereja tumbuh dengan pesat.

Mailto : [EMAIL PROTECTED]
http://www.schott.com


__________________



Dewan Perwakilan Daerah Cologne Jerman menyetujui pembangunan sebuah mesjid
Turki di wilayah Ehrenfeld. Tempat ibadah umat islam itu sempat
dipersoalkan karena kubah hampir 37 meter dan dua menara menjulang sampai
55 meter itu bisa mengesankan dominasi muslim.

Mayoritas Mendukung
Pada voting Kamis, 28/08/2008, partai-partai kiri SPD, Linke dan Groenen
mendukung peroyek itu. Sementara partai kristen CDU dan ekstrim kanan Pro
Köln menentang. Walau fraksinya menentang, namum Walikota Cologne, Fritz
Schramma dari partai Kristen CDU mendukung pembangunan mesjid megah itu.

Pake Konsesi
Proyek pembangunan dikelola Ditib, organisasi muslim Turki terbesar Jerman.
Untuk mengantongi ijin, Ditib melakukan beberapa konsesi; bentuk
arsitekturnya disederhanakan, tempat ibadah itu juga dipakai untuk kursus
mendorong proses intergrasi imigran Turki. Ceramah dan khotbah juga
diterjemahkan ke Bahasa Jerman.

159 Mesjid
Mesjid ini akan dibangun di lokasi yang sebelumnya sudah ada mesjid kecil.
Seperdelapan penduduk Cologne beragama islam. Mereka membutuhkan tempat
ibadah yang lebih besar. Jumlah mesjid di Jerman berkembang sangat pesat,
saat ini terhitung 159 rumah ibadah islam. Pada tahun 1990 hanya ada tiga
mesjid saja.

Partai Kanan Protes
Menanggapi lampu hijau pemerintah Cologne ini, partai-partai kanan dari
seluruh Eropa mengumumkan demonstrasi pada 19 September 2008. Mereka
menentang rencana pembangunan mesjid di wilayah Ehrenfeld, Jerman itu.
Kepolisian menduga jumlah massa demonstrasi akan mencapai 40 ribu orang.
Sumber: Idlib, ANP/AFP



Kirim email ke