Bismillahirrahmaani rrahiim.
 
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
 
Mohon maaf, agak lama saya menjawab pertanyaan dibawah ini. Bukan disengaja, 
tetapi memang karena saya ada kesibukan. Selama dua minggu kedepan, dari 
pagi-malam, saya benar-benar tidak bisa buka internet, bukapun hanya bisa 
membaca sepintas, tak bisa menanggapi. Saya sibuk bersama ibu-ibu tadarrusan di 
mesjid, dan dikarenakan saya yang menjadi pembimbing mereka, sehingga, mau 
tidak mau saya harus datang awal, dan harus hadir terus. Lain hal kalau saya 
hanya sebagai pengikut, bisa datang bisa tidak, kapan saya maunya saja. 
 
Jadi, mohon maaf, sehinggapun emails yang lain, baik jalum ataupun japri, 
sangat sulit saya membalas/menanggapi nya. Sungguh, ini bukan saya sengaja. 
Hari ini, saya sempatkan pagi-pagi buka internet setelah shalat subuh untuk 
menjawab semua pertanyaan baik japri/jalum, yang biasanya saya tidur, 
dikarenakan malamnya sangat sedikit saya tidur, musim panas ini selesai tarawih 
saja bisa jam 10 malam, sahur jam 3, subuh jam 4 pagi, jadi,  tidak mungkin 
otak saya bekerja, kalau saya kurang tidur, maklum sudah tua.
 
Masalah hadits yang disebutkan dibawah ini, saya kira ada kesalahan.
 
Maka saya coba memberikan yang benar itu yang mana.
 
"Dari Abi Hurairah Ra, Rasulullah naik ke atas mimbar, kemudian beliau berkata 
:"Amin..amin. .amin..". Kemudian ditanyakan (para sahabat), kepada beliau, 
Wahai Rasulullah, saat engkau naik ke atas mimbar, engkau sampai mengatakan 
Amin(3x)(ada apakah gerangan?)
Kemudian Rasulullah memberikan keterangan sbb: Jibril telah datang kepadaku 
dengan mengatakan, barang siapa yang telah datang kepadanya bulan 
ramadhan(puasa) , kemudian dia tak mendapatkan pengampunan (pada bulan Ramadhan 
tersebut), maka ia dimasukkan kedalam api neraka, dan Allah jauh dari dirinya, 
maka katakanlah :Amin" Kemudian aku meng aminkannya. 
 
 
Dan barang siapa yang mendapatkan orang tuanya(ketika keduanya masih hidup), 
atau salah satu diantara kedua orang tuanya masih hidup, sementara (dia mampu 
berbuat baik untuk kedua atau salah satu diantara keduanya), kemudian dia tak 
mau berbuat baik kepada keduanya, atau salah satu diantara keduanya (yang masih 
hidup tadi), kemudian mati, maka Allah akan memasukkannya kedalam api neraka, 
dan Allah sangat jauh dari dirinya. Maka aku katakan :Amin"
 
Dan barang siapa yang dimana namaku disebutkan (didepannya) , kemudian dia tak 
memberikan shalawat kepadaku, maka Allah akan memasukkannya kedalam api neraka 
dan Allah sangat jauh dari dirinya, maka katakanlah (wahai Muhammad SAW) 
(amin), maka aku katakan "Amin"(H.R Ibnu Hibban didalam kitab shahihnya 3:188).
 
Hadits ini juga terdapat dalam kitab hadits yang lain, dengan sedikit versi 
berbeda, namun intinya sama yakni :berbuat baik pada orang tua, bershalawat 
kepada Rasulullah, apabila disebut nama beliau, serta pengampunan di bulan 
ramadhan(anjuran untuk banyak beristigfar dan ibadah).
 
Dari hadits (katanya berasal dari orang Nasrani),  yang disebutkan dibawah, 
sangat jauh berbeda maknanya. Silahkan dibaca dengan seksama. Tak ada 
disebutkan harus minta maaf pada manusia, suami/istri, juga pada ortu, kalau 
tak minta maaf, maka ditangguhkan pahala tak diampuni dosa tatkala puasa 
Ramadhan, dllnya.
 
Yang benar, adalah hadits diatas. Masalah meminta maaf, kita memang dianjurkan 
kapan saja, dimana saja, tentu terutama saat akan memasuki bulan puasa, karena 
kelak, kesalahan sesama manusia akan bisa teratasi bila diselesaikan didunia 
ini. Kalau kita masih punya "Hutang", (hutang materil, dan non materil berupa 
kesalahan/dosa, janji, dlsbgnya), pada sesama manusia, maka kelak ini akan 
menjadi pengganjal hisab diakhirat.
 
Kayak amalan kita tergantung-gantung. Maka selesaikan semasih di dunia ini 
segala kesalahan dan hutang materil ataupun immaterial, terutama materilnya.( 
hutang benda, uang dsbnya), hutang jasa tentu tak perlu dibayar, karena jasa 
ganjaran pahalanya ada disisi Allah Ta'ala. 
 
Hutang kesalahan, dosa, janji, mungkin kita mendzaliminya, menyakitinya yang 
bukan suatu haknya untuk disakiti, sebab kalau ditanya disakiti ini banyak 
macamnya, tergantung ukurannya adalam agama. Bisa saja  atau boleh saja kita 
menghalangi, atau boleh saja kita melakukan suatu tindakan, kalau agama 
membenarkannya
 
.Contoh sikap MUI terhadap kaum liberal, Ahmadiyyah, tersakiti hatinya karena 
mereka dilarang menyebarkan ajarannya, yah, ini bukan disakiti, karena dalam 
agama ketentuannya lain lagi,  dsbgnya.
 
Segala hutang materil non materil, janji  itu harus diselesaikan ketika kita 
masih hidup didunia ini. Kalau tak diselesaikan, maka yah itu tadi, 
ganjarannya, masuk kedalam api neraka, serta sangat jauh dari Allah Ta'ala. Itu 
sebabnya, ada baiknya kita berhati-hati pada sesama kita, hati-hati akan 
hak-hak manusia, hak-hak orang tua kepada kita.
 
Demikian dulu. Wallahu'alam bisshawab.
 
Wassalamu'alaikum. Cairo, 3 Ramadhan 1429H Rahima.

--- On Mon, 9/1/08, Seprinaldi <[EMAIL PROTECTED] co.jp> wrote:

From: Seprinaldi <[EMAIL PROTECTED] co.jp>
Subject: Re: [surau] Re: Selamat menjalankan Ibadah puasa, mohon ma'af lahir 
dan bathin
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Monday, September 1, 2008, 5:49 PM

Ibu Rahima, yth.
Saya rasa ini pertanyaannya.

Salam,
Seprinaldi

"
Assalamualaikum wr.wb.

Pak Boes, serta seluruh anggota millis yang terhormat. Disini saya mau bertanya 
tentang ucapan selamat berpuasa yang dikirim oleh seorang teman yang bukan 
muslim. Apakah tulisan tersebut sudah benar , karena ada hadist nya juga.

Terima kasih,

Salam,
Seprinaldi St Mudo

Berikut ucapan selamatnya.. .....

ﻢﻴﺤﺭﻠﺍﻥﻤﺤﺭﻠﺍﷲﺍ ﻡﺴﺒ 
Selamat Datang Bulan Ramadhan.... ...... 

Do'a Malaikat Jibril adalah sbb: 

"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, 
apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang 
berikut: 

Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); 

Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri; 

Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. 

Maka Rasulullahpun mengatakan amiin sebanyak 3 kali. 
Dapat kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan 
adalah Rasullullah 
dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jum'at. 

Dengan tulus saya ingin mengucapkan mohon maaf Lahir dan Bathin 

Selamat menjalankan ibadah puasa..... 

----- Original Message ----- 
From: Rahima 
To: [EMAIL PROTECTED] com 
Sent: Monday, September 01, 2008 6:32 PM
Subject: Re: [surau] Re: Selamat menjalankan Ibadah puasa, mohon ma'af lahir 
dan bathin

Oh yah, kapan tanyakan masalah itu yah. Saya tidak ada membacanya perasaan 
saya. Bolehkah dicopykan pertanyaan tersebut?

Makasih. Wassalamu'alaikum. Rahima


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke