Dari Moderator:
Dari Amar Ibnu al-Syarid, dari ayahnya ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Orang
mampu yang menangguhkan pembayaran hutang dihalalkan kehormatannya dan
siksanya." Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i
Wassalam
----- Original Message -----
From: Adi Wisaksono
Sent: Wednesday, September 03, 2008 7:27 PM
Subject: Bakrie's wealth dan derita korban lumpur Lapindo
Bakrie's wealth dan derita korban lumpur Lapindo Sep 3, '08 3:50 AM
for everyone
Kita bangga bahwa Bakrie Familiy termasuk dalam daftar terkaya orang Asia
seperti yang ditulis oleh majalah Forbes, tapi sekaligus sedih bahwa dengan
kekayaan sebegitu besar Bakrie tidak mempedulikan nasib penderitaan yang
dialami oleh korban lumpur Lapindo.
Permintaan penyelesaian sisa pembayaran sebesar 80% secara tunai oleh para
korban lumpur Lapindo harus dihadapi dengan berbagai birokrasi yang notabene
dipandang sebagai upaya Keluarga Bakrie untuk memperlambat pembayaran ganti
rugi.
Memang betul juga pameo yang mengatakan bahwa kita rajin sedekah atau berzakat
selagi masih miskin dan punya uang pas-pasan namun apabila kita menjadi kaya,
secara pelahan tapi pasti, kita berubah menjadi pelit.
Coba saja hitung, kalau kita punya kekayaan Rp.10 juta, zakat malnya 2,5%
berarti hanya sebesar Rp.250.000,-- Kalau harta kita Rp.100 juta, zakat malnya
Rp.2,5 juta. Kalau harta kita Rp.1 milyar,zakat malnya Rp.25 juta. Kalau harta
kita Rp.1 trilyun, zakat malnya Rp.2,5 milyar. Nah...uang Rp.2,5 milyar
bukanlah jumlah sedikit. Melihat angka itu, mungkin kita mulai bersikap pelit.
Oleh karena itu, bagi yang ingin menjadi super kaya (super rich), hendaknya
berpikir dua kali. Seandainya doa kita dikabulkan maka kemungkinan kita masuk
neraka lebih besar dari masuk surga. Ada cerita di Al-Qur'an, orang yang mohon
kekayaan kepada Allah. Setelah kaya malah lupa melakukan kewajibannya
menjalankan ibadah. Akhirnya semua kebunnya ludas dimakan api. Wallahualam
bisawab.
Selamat berpuasa.
Jack
[Non-text portions of this message have been removed]