Mumpung bulan ramadhan, intropeksi buat saya pribadi, mudah2an berguna juga
buat rekan, maaf kalau tidak berkenan
===========
Belajar dari semut
Mengikuti jejak K.H. Zainuddin MZ yang tenar sebagai da'i sejuta umat, Aa Gym
da'i "sejuta hati", atau ustad Arifin Ilham yang identik dengan majelis zikir,
nama Yusuf Mansur belakangan beken sebagai da'i penganjur sedekah. Dalam setiap
tausiyahnya, penulis 30-an buku ini selalu mendengungkan kekuatan sedekah.
Tema sedekah - dihubungkan dengan pemberdayaan ekonomi umat - tampak mulai
mendapat tempat di hati masyarakat. Penceramah jebolan IAIN Syarif
Hidayatullah, Ciputat ("Ane enggak punya ijazah, brenti waktu nyusun skripsi,"
katanya buka kartu dalam logat Betawi kental) ini pun laris bak kacang goreng.
"Bulan ini (Agustus 2006 - Red.), enggak ada hari tanpa tausiyah. Satu hari
bisa lima sampai enam tempat," aku seorang stafnya.
Yusuf kian identik dengan sedekah, setelah bareng rumah produksi Sinemart
menggagas sinetron Maha Kasih. Sinetron yang ditayangkan sebuah stasiun teve
swasta itu diangkat berdasarkan kisah nyata dan sarat pesan hikmah sedekah.
Yusuf juga pernah menjadi Duta Dompet Dhuafa dan Duta Bank Muamalat. Tahun 1999
- 2000, Yusuf bahkan aktif di Majelis Syifa, yang mempraktikkan terapi sedekah
untuk penyembuhan penyakit fisik.
Ceramah Yusuf terasa hidup, karena bapak dari dua orang anak ini selalu
menyelipkan kisah nyata. Sekali waktu, ia berkisah tentang seorang buruh yang
bersedekah Rp 5.000,- di sebuah acara tausiyah. Eh, begitu sampai di rumah, ada
orang kaya numpang buang hajat di kamar mandinya. Setelah berhajat, musafir
tadi menyerahkan Rp 50 ribu buat "jajan" anak si empunya rumah. "Pak ustad,
sedekah saya dibalas 10 kali lipat hari itu juga," tutur sang buruh
berkaca-kaca.
Yusuf juga fasih bertutur tentang kesaksian seorang office boy yang menyetor
seluruh gaji pertamanya untuk ibunda tercinta. Esoknya, ia diganjar balasan
setimpal, tak lebih tak kurang, Rp 600.000,-. Duit pengganti gaji itu
didapatnya sebagai komisi jerih payah membantu menjualkan motor seorang teman.
Setelah itu, selalu saja ada rezeki yang masuk ke kantung si office boy. Total
jenderal di akhir bulan istimewa itu, ia "gajian" sampai Rp 5 juta - Rp 6 juta.
Kesaksian orang-orang yang pernah terbantu oleh sedekah itu ikut membentuk
keyakinan Yusuf, bahwa kekuatan sedekah tidak main-main. Apalagi ia juga punya
setori sendiri. Akhir 1990-an, selama beberapa bulan, Yusuf sempat merasakan
pahitnya tinggal di rumah tahanan. Ia terbelit utang. "Pinjaman usaha yang
mulanya sedikit, karena kebodohan saya, berbunga dan membengkak jadi lebih dari
satu miliar. Orang Betawi bilang, bukan lagi gali lubang tutup lubang, tapi
gali lubang tutup empang," ujar pemilik blog beradres wisatahati.multiply.com
ini menerawang.
Saat dibekap kesulitan itulah, ia mengalami dua pengalaman luar biasa. "Di
tahanan suatu kali saya merasa sangat lapar. Enggak ada makanan. Yang ada cuma
sedikit sisa roti, saya simpan di bawah bantal. Tapi begitu roti mau saya
makan, tampak semut berbaris di tembok sampai lantai. Saya merasakan itu
sebagai pertanda alam, lalu teringat hadis, yang artinya kira-kira, Allah akan
membantu hambanya, selama hamba itu mau membantu yang lain."
Tanpa pikir panjang, Yusuf menyerahkan sejumput roti itu pada gerombolan semut.
Entah mengapa, ia begitu ingin bersedekah saat itu. "Lima menit kemudian,
seorang sipir datang bertanya, 'Suf, udah makan apa belum?' Setengah percaya,
saya menggelengkan kepala. Alhamdulillah, dalam hati saya tak putus-putusnya
mengucap syukur," imbuh Yusuf.
======================
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/